Pemain Terbaik Indonesia Super League April 2014: Esteban Vizcarra

Kendati gagal mengeksekusi penalti ke gawang Arema, konsistensi permainan gelandang asal Argentina ini membuatnya layak terpilih sebagai yang terbaik pada periode April 2014.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
Semen Padang bisa dibilang sangat beruntung bisa mempertahankan Esteban Vizcarra pada musim ini. Pasalnya, banyak klub-klub di Indonesia Super League (ISL) yang melirik legiun asing asal Argentina tersebut. Bahkan, mereka menggoda dengan tawaran nilai yang menggiurkan.Tapi, Vizcarra tetap kukuh untuk bertahan di Padang. Dia pun langsung memberi bukti. Pada awal musim ini, pemain berusia 28 tahun itu tampil begitu apik bersama Kabau Sirah. Dia adalah salah satu pemain kunci, yang berhasil membuat Semen Padang sementara ini nangkring di posisi keempat klasemen wilayah barat. Bukan hanya konsisten dalam permainan, tapi juga subur dalam mencetak gol. Meski, dia berposisi sebagai seorang gelandang. Lihat saja, torehan enam golnya hingga saat ini yang membuatnya berada di deretan empat besar pemain tersubur di awal musim ini. Setengah gol yang dikoleksinya saat ini, ditorehkannya pada periode April dalam tiga laga yang telah dijalani.

Melihat catatan itu, Goal Indonesia menyematkan kepadanya predikat pemain terbaik ISL pada periode April 2014. Sebenarnya, pilihan yang diputuskan melalui sidang redaksi ini cukup melalui perdebatan yang panjang.
Pasalnya, di samping Vizcarra ada pula empat pemain lain yang menjadi nomine. Mereka adalah Choirul Huda (Persela Lamongan), Ferdinand Alfred Sinaga (Persib Bandung), Qischil Gandrum Minny (Persik Kediri), dan M. Rahmat (PSM Makassar). Dan, keempat kandidat lainnya itu juga tampil apik pada periode ini.Bahkan, redaksi baru bisa memutuskan hingga laga PSM kontra Persebaya Surabaya, Jumat (2/5) kemarin. Mengingat, ada salah satu kandidat yang sedang berlaga di pertandingan itu, yakni M. Rahmat. Setelah melihat penampilan kelima kandidat yang ada di laga terakhir masing-masing, memang hasilnya semua belum ada yang memuaskan.
Sebut saja, Choirul Huda yang gawangnya dibobol tiga gol oleh para penggawa Putra Samarinda. Padahal, di dua laga sebelumnya gawang Huda tak pernah kemasukan. Begitu pula, Ferdinand Sinaga yang gagal menunjukkan kembali penampilan impresifnya seperti pekan sebelumnya. Dia pun harus menerima timnya takluk dari Pelita Bandung Raya, 1-0, dalam laga derby Kota Kembang.
Pun demikian dengan Qischil dan M. Rahmat. Qischil gagal membawa Persik memperpanjang tren positif, setelah mereka dibekuk tiga gol tanpa balas oleh Barito Putera. Sementara M. Rahmat gagal kembali menjadi mesin gol saat timnya ditaklukkan Persebaya Surabaya, 2-0, kemarin.
Sedangkan Vizcarra yang terpilih, memang gagal mengeksekusi penalti ala panenka. Ditambah, timnya harus menanggung malu di kandang usai dikalahkan Arema, 1-0. Tapi dari segi menit bermain, serta konsistensinya selama April bersama Semen Padang, membuatnya mendapatkan rapor lebih baik dari empat pesaingnya itu. Di samping itu, dari sisi jajak pendapat pembaca, Vizcarra hanya kalah dari Ferdinand Sinaga. Vizcarra mendapatkan persentase suara sebesar 21,9 persen, sementara Ferdinand mendapatkan 42,3 persen.
Goal Indonesia sendiri secara rutin bakal memberikan penghargaan pemain terbaik setiap bulannya selama ISL berlangsung. Keputusan diambil berdasarkan penilaian redaksi terhadap penampilan pemain yang berkiprah di ISL, pendapat koresponden, dan hasil jajak pendapat pembaca. Untuk keputusan akhirnya, ditetapkan melalui sidang redaksi.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.