Pemain Terbaik Ligue 1 Journée 11: Carlos Eduardo

Carlos Eduardo datang dengan amukan lima golnya saat Nice menghabisi Guingamp 7-2.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Kemenangan yang sempurna, performa tim yang sempurna dan penampilan individual yang sempurna. Khusus untuk aspek sempurna yang terakhir, kredit teristimewa pantas diberikan kepada Carlos Eduoardo.

Tak bisa dibantah, berondongan lima golnya ke gawang Guingamp benar-benar membuat mata publik Stade Roudourou terperangah kala Nice meraup kemenangan super telak, 7-2.

Setelah hanya mencetak satu gol dalam enam penampilannya di Ligue 1, seakan meledak, di journee 11 lalu penyerang pinjaman dari FC Porto ini membabibuta ke gawang EAG dengan lesakkan lima golnya.

Terhitung dari lima kunjungan terakhir ke rumah Guingamp, Nice hanya mampu mencetak dua gol dan hanya sekali bisa meraih kemenangan. Tapi di akhir pekan kemarin, pemandangan mencolok tersaji.

Guingamp nampak mengendalikan laga saat gol dari Claudio Beauvue tercipta di menit kedelapan, namun Keran gol Eduardo di paruh pertama tak terbendung dan dimulai ketika laga memasuki menit ke-12. Sang playmaker dari jarak 20 meter melepas tembakan bebas indah yang membuat kiper Jonas Lossl mati kutu.

Eduardo kembali berselebrasi di menit ke-26 setelah sontekannya dari jarak dekat, meneruskan sodoran dari Didier Digard, memaksa sang kiper lawan memungut bola dari jalanya.

Dua menit sebelum turun minum, hat-trick pun dibukukan pemain kelahiran Brasil ini. Guingamp dalam posisi kehilangan bola, Alassane Plea menggiringnya ke depan sebelum menemukan Eric Bautheac yang mengirim umpan silang ke arah Eduardo. Nama terakhir dari tiang jauh mengoptimalkannya dengan sempurna. Plea membuat tim tamu memegang marjin tiga bola berkat golnya di detik-detik terakhir babak pertama.

Di interval kedua, Eduardo terus menunjukkan nafsu laparnya. Laga baru berjalan lima menit, quat-trick terukir usai dia berkombinasi dengan cantik bersama Plea sebelum gol kelimanya membuat fans Guingamp dan Nice sama-sama geleng-geleng, yang satu karena meratapi dan yang satu lagi karena takjub. Umpan matang Julien Vercauteren berhasil diselesaikan gelandang serang 25 tahun itu dari dalam box EAG.

Ronnie Schwartz sempat memperkecil di 20 menit tersisa, namun Les Aiglons seperti tak memberi nafas tuan rumah. Hanya berjarak dua menit dari gol itu, Bautheac menggenapkan kemenangan 7-2 timnya.

Ukiran lima gol dari Eduardo ini praktis melejitkan namanya di daftar topskor dengan kini dia menduduki posisi ketiga, sama dengan koleksinya penyerang Toulouse Wissam Ben Yedder, yakni enam gol. Di posisi dua teratas ditempati Andre-Pierre Gignac [sepuluh] disusul Alexandre Lacazette [8].

Rekor gol tertinggi di Ligue 1 dalam satu pertandingan masih dipegang striker Lens kelahiran Aljazair, Ahmed Oudjani, yang pada musim 1963/64 mampu memproduksi hingga enam gol. Meski Eduardo hanya bisa mencium rekor itu, tapi performa menterengnya di journee 11 ini bisa menjadi awal yang baik bagi dia untuk mengancam para penggedor ulung lainnya di Ligue 1.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics