Pemain Terbaik Manchester United 2014/15: David De Gea, Sang Penyelamat

Dengan keberadaannya di bawah mistar, Manchester United berulang kali memperoleh poin krusial yang mengembalikan mereka ke persaingan Liga Champions musim depan.

OLEH ADHE MAKAYASA Ikuti di twitter

Musim 2014/15 merupakan musim terbaik David de Gea. Di musim ini, penjaga gawang asal Spanyol itu berulang kali tampil heroik untuk membantu Manchester United mendulang banyak poin.

Seperti diketahui, setelah menempati urutan ketujuh di tabel klasemen akhir Liga Primer Inggris musim lalu, United di bawah arahan manajer Louis van Gaal kini kembali ke jajaran empat besar dan telah memastikan satu tiket ke ajang Liga Champions musim depan. Itu semua tak lepas dari kontribusi De Gea yang berdiri kokoh di lini pertahanan terakhir.

Meski di awal musim gawangnya bobol sebanyak tujuh kali dari enam penampilan perdana, dengan United yang hanya meraih dua kemenangan, dua kali seri dan dua kekalahan, musim De Gea tampak membaik sebagaimana ia yang tampil brilian kala berhadapan dengan Everton.

Waktu itu, The Toffees pimpinan Roberto Martinez dibuat frustrasi dan terpaksa pulang dari Old Trafford dengan tangan hampa. Di pertandingan itu, De Gea sukses menggagalkan penalti Leighton Baines dan mementahkan peluang emas Leon Osman serta Bryan Oviedo untuk kemudian membantu timnya menang 2-1.

Martinez pun menyebut mantan kiper Atletico Madrid tersebut sebagai penentu laga, dengan berkata: “Ini laga sepakbola yang fantastis. Kami mengerahkan segalanya dan bermain dengan intensitas sesungguhnya," ucap Martinez di laman resmi klub. "Kami lambat di awal laga dan saya pikir kami tak bisa menemukan ritme kami. Tapi kami kemudian menunjukkan karakter dan tak menunjukkan kekecewaan setelah penalti tersebut.

"Para pemain tak pantas merasakan apa yang mereka rasakan sekarang. Dalam sepakbola, hal-hal ini biasa terjadi dan De Gea adalah man of the match dan perbedaan dalam skor akhir. Semua orang menunggu jala lawan bergetar ketika Osman dan Oviedo mempunyai kans-kans tersebut. Tapi dia [De Gea] menunjukkan performa menakjubkan yang mencegah kami mendapatkan skor positif. Kami bermain dengan banyak energi dan usaha sampai akhir,” tutupnya.

Penentu Laga | De Gea tampil fantastis saat bertemu tim arahan Roberto Martinez.
Sejak itu penampilan pemain 24 tahun ini langsung meroket. Beragam pujian pun ia dapatkan, mulai dari kubu lawan hingga rekan satu tim. Di matchday ke-14, Mark Hughes yang menangani Stoke City juga tak ketinggalan mengakui kecemerlangan De Gea, yang secara luar biasa melakukan dua penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang Mame Biram Diouf dan Marko Arnautovic di masa injury time.

“Pada akhir laga kami memiliki dua atau tiga kesempatan untuk menembak ke gawang mereka. Namun kiper mereka [De Gea] melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan upaya Mame dan Marko,” demikian Hughes, yang di hari itu terpaksa kalah 2-1.

Di sisi lain, rekan setim De Gea di United, Juan Mata, juga turut mengomentari aksi sang kiper. Kepada MUTV, gelandang asal Spanyol itu menambahkan: “Seperti biasa, kiper hebat selalu berkontribusi di saat penting, atau ketika tim ini membutuhkannya. Itulah yang dilakukan David di setiap pertandingan," ujarnya.

Bukan cuma Stoke yang harus mengakui tangan handal De Gea. Beberapa pekan berselang, pacar dari penyanyi terkenal Spanyol itu memiliki peran besar saat timnya menumbangkan Liverpool dengan skor akhir 3-0. Di pertandingan itu, De Gea melakukan penyelamatan total sebanyak delapan kali dengan beberapa diantaranya dilakukan dalam dalam situasi satu lawan satu! Bahkan, Raheem Sterling bisa saja mencetak hat-trick ke gawang United apabila bukan De Gea yang menjadi penjaga gawang.

Berkat penampilannya itu, legenda Setan Merah seperti Ole Gunnar Solskjaer tak ragu untuk melayangkan pujian. Dalam keterangannya, ia menyebut De Gea sedang berada di penampilan terbaiknya sejak didatangkan ke Theatre of Dreams pada 2011 silam.

“Saya sudah sering melihat performa luar biasa dari seorang kiper yang satu sim dengan saya, seperti [Peter] Schmeichel dan [Edwin] Van der Sar. Tapi hari ini saya mendapati performa terbaik dari seorang kiper yang pernah saya lihat di Old Trafford,” ujar Solskjaer kepada Sky Sports waktu itu.

“Dia [De Gea] melakukan banyak penyelamatan. Setidaknya, ada enam kans yang seharusnya menjadi gol. Dia benar-benar luar biasa, mengingatkan saya pada David Seaman, yang mampu membuat lawan sangat kesulitan membobol gawang,” tambahnya.

Seperti Seaman | Solskjaer menyamakan De Gea dengan kiper legendaris Inggris.
Pengakuan demi pengakuan terus ia dapatkan sebagaimana masa depan sang pemain yang terus diperdebatkan, mengingat ia tak kunjung memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada Juni 2016 mendatang.

Sejak musim dingin dibuka, kepindahan De Gea ke Real Madrid semakin santer berembus, dan itu menyebabkan United berada dalam dilemma untuk mencari alternatif seandainya ia memilih hengkang pada musim panas depan.

Yang bersangkutan dikhawatirkan telah memainkan partai terakhirnya untuk The Red Devils saat bermain imbang 1-1 dengan Arsenal pada akhir pekan kemarin. Di partai tersebut, De Gea terpaksa ditarik keluar karena cedera pinggul dan meninggalkan lapangan dengan mendapat sambutan yang luar biasa dari pendukungnya.

Di musim ini, jika ditotal, De Gea sukses mencatatkan 10 clean sheets dengan gawangnya yang kebobolan sebanyak 36 kali dari 37 penampilannya di Liga Primer. United, yang ditinggal sejumlah bek berpengaruhnya di musim panas lalu, bisa saja kehilangan banyak poin seandainya bukan De Gea yang berdiri di bawah mistar.

Adapun, kembalinya United ke ajang Liga Champions musim depan tentu tak bisa dilepaskan dari sumbangsih De Gea, yang di musim mendatang mungkin tidak lagi menghuni tim Manchester Merah dan justru berpotensi menjadi lawan di pentas terakbar Eropa.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.