Pengadilan Prancis Batalkan Pajak Khusus AS Monaco

Topics

Kabar buruk bagi Monaco setelah pengadilan Prancis tidak mengakui aturan pajak khusus terhadap klub Ligue 1 Prancis itu.

AS Monaco mendapat kabar kurang menyenangkan setelah pihak pengadilan Prancis membatalkan aturan pajak khusus yang sebelumnya membuat mereka terhindar dari pajak besar dari negara Prancis.

Tahun lalu, AS Monaco sepakat untuk membayar Federasi Sepakbola Prancis (FFF) sebesar €50 juta sehingga mereka bisa mengoperasikan klub di Monako yang dikenal sebagai negara bebas pajak. Kesepakatan ini membuat AS Monaco terhindar dari pajak sebesar 75 persen terhadap gaji pemainnya.

Aturan tersebut menjadi keistimewaan tersendiri bagi AS Monaco namun mendapat kecaman dari klub Ligue 1 Prancis lainnya karena bisa menimbulkan ketidakadilan terkait transfer pemain sebagaimana Les Rouges et Blancs bisa menawarkan gaji yang lebih tinggi.

Pada akhirnya, privilese tersebut terancam tidak berlaku di musim depan setelah Conseil d’Etat, pengadilan Prancis, pada Kamis (9/7) kemarin membatalkan kesepakatan AS Monaco dengan FFF tersebut karena dinilai “tidak biasa dan terlarang” sekaligus memberikan waktu dua bulan kepada kedua belah pihak untuk menemukan solusi terkait masalah ini.

Monako, yang terletak di ujung tenggara Prancis, memang dikenal sebagai negara yang bebas pajak sehingga menjadi destinasi menarik bagi pesepakbola. AS Monaco sempat membelanjakan banyak uang untuk memboyong bintang sepakbola seperti Radamel Falcao, James Rodrgiuez, hingga Joao Moutinho ke Stade Louis II.

Meski demikian, klub yang dimiliki Dmitry Rybolovlev tersebut secara drastis mengetatkan anggaran finansial dalam setahun terakhir sehingga mereka terpaksa menjual James (Real Madrid, €80 juta) di musim panas lalu dan juga Geoffrey Kondogbia (Internazionale, €40 juta) di musim panas ini.

 

Topics
, Monaco,