Penggawa Persela Lamongan Tunggu Instruksi Manajemen

Didik menyatakan, manajemen Laskar Joko Tingkir belum menginstruksikan untuk mempersiapkan tim.

Jajaran pelatih dan penggawa Persela Lamongan masih menunggu instruksi dari manajemen klub terkait rencana tim transisi bentukan kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) menggulirkan turnamen Piala Presiden.

Tim transisi sebelumnya telah mengklaim sepuluh klub Indonesia Super League (ISL) sudah memastikan ambil bagian di Piala Presiden. Tim transisi juga akan mengumumkan jadwal turnamen, Kamis (11/6).

Asisten pelatih Didik Ludiyanto mengungkapkan, tim saat ini memilih menunggu instruksi dari jajaran manajemen, apakah nantinya ikut bergabung dengan turnamen tersebut atau tidak.

“Jika manajemen ingin ada persiapan tim, maka pasti akan membentuk tim seperti ketika kompetisi [ISL] 2015 kemarin. Kami sedang menunggu itu, meski semuanya tergantung manajemen. Sampai saat ini, memang belum ada instruksi itu,” ungkap Didik ketika dihubungi Goal Indonesia.

Didik menambahkan, skuat Laskar Joko Tingkir masih diliburkan imbas dari dibekukannya kompetisi serta gagalnya turnamen pramusim yang diselenggarakan PT Liga Indonesia. Ia juga mempertanyakan status keabsahan turnamen Piala Presiden, lantaran kini Indonesia tengah disanksi FIFA.

“Tak hanya soal siapa yang menggelar, tapi juga siapa yang akan ikut turnamen itu. Apakah dari klub-klub ISL, atau tim-tim lain. Makanya, kami belum bisa bersikap apa-apa. Jadi, lebih baik kami menunggu perkembangan yang ada, sementara tim tetap kami liburkan,” jelasnya.

Di satu sisi, Didik juga merasa binggung, dan kasihan kepada penggawa Persela yang saat ini di ambang ketidakjelasan pasca dibubarkannya ISL 2015. Bahkan, ia berulang kali mendapat telepon dari para pemain menanyakan status kejelasan mereka di tim.

“Saya juga bingung mau jawab apa, sebab saya sendiri juga tidak tahu. Saya hanya bisa berikan penjelasan kepada para pemain agar tetap bersabar, dan menunggu perkembangan,” tutur pelatih yang akrab disapa Pacul ini.

Mengenai status pemain, Didik mengaku belum mengetahui secara pasti, karena saat kompetisi kemarin dihentikan terdapat kesepakatan dari seluruh klub jika kontrak pemain tetap berlanjut dengan rasionalisasi gaji. Pemain hanya diberi 25 persen dari nilai kontrak, namun durasi kontrak masih berlaku.

“Saat itu, semua pemain sudah bisa menerima dan memahami. Tapi kalau sekarang, saya belum tahu bagaimana status mereka, termasuk juga para pemain asing,” pungkasnya. (gk-43)

Topics