Pep Guardiola Makin Yakin Pada Filosofinya

Topics

Dihantam kritik keras menyusul kekalahan telak dari Real Madrid tidak menggoyahkan keteguhan Pep Guardiola bersandar pada possession football.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitterAlih-alih goyah, hasil buruk yang diderita Bayern Munich dari Real Madrid di semi-final Liga Champions malah membuat Pep Guardiola kian yakin dengan gaya possession football andalannya.Menyusul kekalahan telak Bayern 4-0 di Allianz Arena, melengkapi skor defisit 1-0 di Santiago Bernabeu, banyak muncul wacana bahwa tiki-taka sudah mati dan Guardiola diserang kritik pedas karena keteguhannya pada sistem yang mengandalkan penguasaan bola tersebut.Eks bos Barcelona ini tidak menampik eliminasi memalukan di tangan Madrid itu pantas dijadikan bahan evaluasi, namun baginya bukan sistemnya yang keliru, melainkan implementasi tak sempurna di lapangan."Kalau Anda kalah 4-0, jelas ada yang salah. Saya menyadari setelah lima atau sepuluh menit awal bahwa kami memiliki masalah menghadapi Real Madrid. Para pemain mengikuti saya dan saya ingin mempercayai mereka. Kekalahan seperti yang diderita kontra Madrid menyakitkan, tapi itu bagian dari permainan," kata Pep dalam konferensi pers."Saya pribadi yang kuat. Ada banyak kritikan tapi itu wajar. Kritikan itu normal. Tetapi Anda tak boleh lupa bahwa kami menjuarai Bundesliga dengan rekor tercepat. Anda harus mengingat momen-momen bagus dan buruk. Kami telah mengalami problem di liga sejak memenangi titel di Berlin.""Setelah laga melawan Real Madrid, saya bahkan lebih yakin pada sistem saya. Kami tak bermain baik dengan bola. Musim depan, kami akan bermain 100 persen dengan ide-ide saya. Saya tak bisa melatih klub ini atau para pemainnya tanpa percaya pada ide saya.""Sejak pertama datang saya memahami bahwa pemain-pemain ini berbeda dari yang saya latih sebelumnya [di Barcelona]. Saya terbuka dengan ide-ide baru. Saya mengetahui kualitas seluruh skuat dan telah beradaptasi dengan mereka.""Saya memiliki ide-ide sebagai pelatih dan demikianlah cara tim saya akan bermain. Saya harus meyakinkan para pemain dan melatih mereka dengan cara demikian."

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics