Perjalanan Semen Padang Menuju Final Piala Jenderal Sudirman

Sempat terseok-seok di fase penyisihan grup, tim Kabau Sirah mulai menunjukkan tajinya di babak delapan besar hingga berhasil lolos ke final.

Semen Padang berhasil melaju ke final Piala Jenderal Sudirman (PJS). Itu setelah, mereka menyingkirkan Pusamania Borneo FC (PBFC), lewat babak adu penalti di leg kedua semi-final, 16 Januari lalu.

Bisa dibilang, perjalanan tim Kabau Sirah untuk mencapai partai puncak memang tidak terlalu mulus. Bahkan, mereka sempat terseok-seok di babak penyisihan grup B, yang mana mereka takluk tiga kali lewat babak adu penalti.

Namun secara perlahan, skuat asuhan Nilmaizar mampu bangkit di babak delapan besar hingga akhirnya berhasil menembus partai final. Goal Indonesia mencoba mengulas kembali perjalanan Semen Padang di turnamen ini hingga mencapai final. Berikut ulasannya:

FASE PENYISIHAN GRUP

Semen Padang mengawali babak ini dengan kekalahan dari Persipura Jayapura. Padahal, di waktu normal mereka sempat unggul lebih dulu 2-0, lewat gol Irsyad Maulana dan Yu Hyun Koo, sebelum akhirnya disamakan oleh Persipura melalui gol Robertino Pugliara dan penalti Ian Louis Kabes. Pada babak adu penalti, mereka harus mengakui keunggulan tim Mutiara Hitam.

Di pertandingan kedua melawan PSM Makassar, kembali Hengki Ardiles dan kawan-kawan harus menelan kekalahan lewat babak adu penalti, setelah sebelumnya kedua tim bermain imbang tanpa gol di waktu normal 90 menit. Begitu juga saat menghadapi Mitra Kukar di laga ketiga, mereka takluk di babak tos-tosan.

Beruntung, pada laga terakhir melawan tuan rumah Bali United Pusam, Semen Padang berhasil menang dengan skor 2-0. Hasil itu membuat mereka lolos ke babak delapan besar dengan status peringkat ketiga terbaik.

FASE PEREMPAT-FINAL

Pada babak ini, Semen Padang tergabung di grup D bersama Mitra Kukar, PS TNI, dan Persija Jakarta. Tanda-tanda kebangkitan tim Kabau Sirah langsung terlihat pada laga pertama melawan PS TNI. Menyusul, mereka berhasil menaklukkan tim penuh kejutan itu dengan skor tipis 2-1.

Kemenangan itu berlanjut di laga kedua menghadapi Mitra Kukar. Pada laga itu, Semen Padang juga menang dengan skor 2-1. Ini sekaligus pembalasan dari Semen Padang yang takluk dari Mitra Kukar di babak penyisihan grup.

Hasil itu membuat Semen Padang berada di atas angin saat meladeni perlawanan Persija di partai pemungkas grup D. Sempat unggul 2-0, Semen Padang lengah di menit-menit akhir pertandingan, sehingga bisa disamakan oleh Persija lewat dua gol Emmanuel Kenmogne. Kembali, di babak adu penalti Semen Padang harus mengakui keunggulan tim Macan Kemayoran.

Meski menderita kekalahan di laga itu, Hendra Bayauw dan kawan-kawan tetap lolos ke semi-final dengan status juara grup.

FASE SEMI-FINAL

Berstatus juara grup D, Semen Padang harus bertemu Pusamania Borneo FC di babak semi-final yang menjadi runner-up grup E. Pada leg pertama, tim Kabau Sirah lebih dulu bertandang ke markas tim Pesut Etam.

Mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan, gawang Jandia Eka Putra harus kebobolan lewat sepakan penalti Srdan Lopicic pada menit ke-80. Tertinggal satu gol, Semen Padang juga harus bermain dengan sepuluh pemain, setelah Vendry Mofu dikartu merah wasit Thoriq Alkatiri. 

Di masa injury time, Semen Padang harus kembali kebobolan lewat skema serangan balik yang berhasil dituntaskan Lopicic. Praktis, Semen Padang pulang dengan membawa defisit dua gol dari Samarinda.

Pada leg kedua di Stadion H. Agus Salim, Semen Padang yang bertekad bangkit untuk mengejar defisit gol langsung tampil menyerang sejak menit awal pertandingan. Gol baru tercipta di babak kedua, lewat sepakan keras Yu Hyun Koo dari luar kotak penalti pada menit ke-50. Setelah itu, mereka terus menguasai pertandingan hingga akhirnya Rudi berhasil menyamakan agregat menjadi 2-2 pada menit ke-73.

Skor tersebut tak berubah hingga 90 menit pertandingan berakhir. Otomatis, penentuan tim yang lolos harus melalui babak adu penalti. Di babak ini, Jandia Eka Putra tampil cemerlang dengan memblok dua tendangan eksekutor PBFC, yakni Ponaryo Astaman dan Jajang Mulyana. 

Sementara di kubu Semen Padang hanya Novrianto yang gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Tim Kabau Sirah pun memastikan lolos ke partai final di SUGBK, 24 Januari nanti.

Statistik Semen Padang Di Piala Jenderal Sudirman
Main Menang Seri Kalah Memasukkan Kemasukan Rata-Rata Gol Rata-Rata Kebobolan Kemenangan Terbesar Kekalahan Terbesar
9 4 0 5 12 8 1.33 0.88 2-0 2-0

Keterangan: jumlah memasukkan dan kemasukkan, serta kemenangan terbesar dan kekalahan terbesar berdasarkan hasil di waktu normal 90 menit tanpa menghitung babak adu penalti.

Topics