Persebaya Surabaya Daftarkan Hendro Kartiko Jadi Pemain

Kendati didaftarkan sebagai penjaga gawang keempat, Hendro tetap menjalai tugas sebagai asisten pelatih kiper.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI SURABAYA

Manajemen Persebaya Surabaya mendaftarkan asisten pelatih kiper Hendro Kartiko sebagai penjaga gawang keempat untuk menjalani sisa pertandingan di putaran dua Indonesia Super League (ISL) 2014.

Kepastian ini diungkapkan sekretaris Persebaya Rahmad Sumanjaya. Dengan demikian, Hendro menjadi kiper keempat setelah Jendry Pitoy, Ferry Rotinsulu, dan Thomas Ryan Bayu.

Menurut Rahmad, didaftarkannya pria kelahiran Banyuwangi 40 tahun silam ini berutjuan agar solidaritas antarkiper di Persebaya semakin mantap. Kehadiran Hendro sebagai pemain kembali diharapkan bisa membuat Bajul Ijo makin solid.

“Sebagai back up saja bagi kiper yang sudah ada, nama Hendro kembali didaftarkan sebagai pemain lagi. Kalau jabatannya, masih tetap asisten pelatih penjaga gawang,” ungkap Rahmad.

“Didaftarkannya Hendro, karena atas rekomendasi dari pelatih kepala [Rahmad Darmawan]. Saya tinggal mendaftarkan saja ke PT Liga Indonesia.”

Terkait come back Hendro sebagai pemain, Rahmad menyatakan bukan hal baru. Sebab, saat di Arema Cronus musim lalu, Hendro juga berperan ganda. Selain sebagai pelatih kiper, Hendro juga tercatat sebagai pemain.

“Atas dasar itu juga kami memutuskan menambah kiper dengan mendaftarkan Hendro sebagai pemain jelang penutupan transfer oleh PT Liga pada 6 Juni 2014,” papar Rahmad.

Sementara itu, keinginan Persebaya untuk mendapat tambahan gelandang asing berkualitas juga terancam gagal. Issac Poppo yang kedatangannya terus ditunggu Bajul Ijo ternyata tidak jelas kapan bisa bergabung dengan Greg Nwokolo dkk. Sampai latihan Kamis (5/6), Poppo yang sudah diincar Persebaya sejak pertengahan putaran pertama masih belum menampakkan batang hidungnya. Hanya Marcus Mokake yang sudah terlihat mengikuti latihan bersama Bajul Ijo.

Agen yang mendatangkan Poppo ke Persebaya Eko Subekti tidak memberi jawaban tegas soal kedatangan Poppo ke Surabaya. Eko menuturkan, dirinya sudah berusaha keras mengurus kedatangan Poppo ke Indonesia. Hanya saja, mendatangkan pemain yang diklaim pernah sebagai penggawa timnas Liberia ini bukan masalah yang gampang. Liberia sebagai Negara asal Poppo, merupakan salah satu negara yang mendapat pengawasan ketat.

“Liberia kan merupakan salah satu negara rawan jika ada warganya yang keluar atau masuk. Tapi mudah-mudahan bisa lancar. Setelah mengurus dan dapat visa, dia langsung terbang ke Surabaya. Semoga bisa datang tepat waktu,” harap Eko. (gk-43)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.