Persebaya United & Martapura FC Keluhkan Penyelesaian Akhir

Ibnu dan Frans Sinatra menilai penyelesaian akhir yang lemah menjadi penyebab laga berakhir imbang.

Pelatih Persebaya United Ibnu Grahan dan arsitek Martapura FC Frans Sinatra Huwae menilai penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah bagi mereka setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol di laga Grup A Piala Presiden 2015 di Stadion Si Jalak Harupat kemarin.

Menurut Ibnu, meski menguasai jalannya pertandingan, penyelesaian akhir yang kurang baik membuat sejumlah peluang gagal berbuah gol. Selain itu, para pemain muda juga merasa gugup melakoni laga perdana.

“Kesempatan mencetak gol kita banyak yang melebar, karena kurang penetrasi ke depan, terutama tiga striker kurang masuk ke dalam jantung pertahanan lawan. Meski penguasaan bola kita menang, penyelesaian akhir masih kurang. Itu yang akan kita evaluasi sebelum melawan Persib,” tutur Ibnu.

“Mayoritas pemain muda yang kita maksimalkan. Pasti mereka akan merasa gugup di pertandingan pertama. Namun di pertandingan selanjutnya, diharapkan akan lebih lepas, dan menikmati laga.”

Di lain kubu, Frans Sinatra menyatakan, berdasar hasil evaluasi sementara, penyelesaian akhir, dan transisi tim yang belum sepenuhnya berjalan dengan baik akan segera diperbaiki. Kendati dianggap bukan hasil terbaik, Frans cukup puas dengan raihan satu poin.

“Evaluasi perlu kita banyak bicarakan dengan pemain. Penyelesaian akhir, kemudian transisi dari menyerang ke bertahan di babak kedua menurun, dan kita sadari betul hal itu,” jelas Frans Sinatra.

“Mengenai masalah gol yang dianulir wasit, kalau itu memang menurut mereka off-side, ya kita terima. Seperti yang sudah saya katakan, pertandingan ini harus berjalan dengan baik, dan turnamen ini harus sukses.”

“Bicara hasil, siapa yang tidak mau hasil terbaik. Namun dalam pertandingan perdana melawan tim yang sudah mempunyai nama, bagi kami Martapura yang diundang dalam turnamen ini, merasa puas.” (gk-52)

Topics