Persekap Pasuruan Dampingi Persepam Madura Utama

Topics

Koleksi poin Persekap tidak terkejar Madiun Putra yang masih menyisakan laga melawan Persepam.

Persekap Pasuruan merebut satu sisa tiket perempat-final Piala Kemerdekaan 205 dari Grup D setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persatu Tuban di Stadion Wilis, Madiun, Rabu (27/8).

Tambahan satu angka menempatkan Persekap di peringkat dua klasemen sementara dengan nilai delapan. Raihan poin ini sudah tidak bisa terkejar lagi oleh tim-tim lainnya, termasuk Madiun Putra yang akan menghadapi Persepam, Kamis (26/8).

Persekap dan Persebo memperagakan permainan terbuka. Beberapa peluang sempat tercipta, Persekap coba menekan melalui sepakan jarak jauh Dave Mustaine di menit ke-15. Yan Helda Pratama juga memberikan ancaman pada menit ke-31. Namun belum ada gol tercipta.

Persatu yang membutuhkan kemenangan langsung menekan di babak kedua. Menit ke-66, sepakan jarak jauh Danny Putra menerpa mistar, begitu juga dengan sepakan Jajang Paliama yang juga kembali diselamatkan tiang penyangga.

Keadaan berubah di menit-76, Anang Hafidzul yang baru menginjak rumput dua menit, dikeluarkan wasit Solihin setelah mencoba menerjang bola di udara. Persekap mengambil kesempatan, beberapa peluang tercipta melalui Maryono, Dave dan Jainal Ichwan, namun tidak ada gol tercipta.

Manajer Persekap Ismail M Hasan, mengaku puas meskipun hanya bermain imbang di laga terakhir Grup D. Ismail juga menyatakan, Persekap sempat kesulitan membongkar pertahanan Persebo.

“Alhamdulillah, kami bisa lolos ke babak selanjutnya. Mereka sempat tertekan, sehingga karakter permainan kami tidak terlihat di babak pertama. Kami juga sempat terbawa permainan lawan, sehingga mereka tidak bisa bermain lepas," ujarnya.

Sementara itu, manajer Persatu Fahmi Fikroni mengaku bangga atas perjuangan tim besutan Suparji Kardjan tersebut.

“Meski kalah, saya bangga dengan penampilan mereka. Anak-anak sudah bermain semaksimal mungkin. Tapi, saya kecewa atas kepemimpinan wasit yang saat terjadinya pelanggaran, terlalu jauh jaraknya, sehingga keputusan yang dihasilkan tidak tepat,” keluh Fahmi. (gk-62)

Topics