Persekap Pasuruan Sikat Persebo Bondowoso

Topics

Persekap menjadikan kemenangan atas Persebo sebagai modal menghadapi PSS akhir pekan ini.

Persekap Pasuruan menjaga tren positif di Grup D Piala Kemerdekaan 2015 usai memetik kemenangan 3-2 atas Persebo Bondowoso di Stadion Wilis, Madiun, Rabu (19/8).

Persekap dan Persebo memulai laga dengan permainan cepat mengandalkan serangan dari sisi sayap. Namun Persekap berhasil membuka keunggulan lewat gol Angga Yudha pada menit ke-20 memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan pertahanan lawan.

Tertinggal satu gol, Persebo memberikan respon. Upaya Persebo menyamakan kedudukan membuahkan hasil lewat gol Neri Firmansyah yang menyambar bola kemelut hasil sepak pojok. Skor 1-1 menutup laga babak pertama.

Permainan agresif tetap diperlihatkan Persekap dan Persebo di babak kedua. Persekap kembali mengungguli Persebo di menit ke-60 setelah tandukan Angga merobek jala Dedy Sutanto.

Eksekusi penalti Dave Mustaine memperbesar keungulan Persekap pada menit ke-75, kendati pemain Persebo sempat memprotes keputusan wasit yang menunjuk titik putih. Persebo hanya bia memperkecil kekalahan lewat tendangan bebas Rizal Setyawandi di masa injury time.

Pelatih Persekap Assyari Cahyani bersyukur tim besutannya memetik kemenangan. Assyari berharap hasil ini menambah motivasi pemain saat menghadapiPSS Sleman, Sabtu (22/8). Assyari juga mengungkapkan alasannya memilih Dave sebagai algojo penalti dibandingkan Angga yang telah menorehkan tiga gol.

“Kita patut bersyukur, kemenangan ini akan menambah motivasi pemain. Pertandingan selanjutnya adalah pertandingan penting, karena hanya dua tim terbaik yang akan lolos dari grup ini,” ujarnya.

“Kemenangan ini bukan karena seorang pemain saja, namun atas kolektivitas tim. Seperti pada situasi penalti, bukan karena dia [Angga] pencetak gol terbanyak tim lalu kita memberikan dia kesempatan. Kita berikan kepada Dave Mustaine, karena lebih siap. Jadi yang terpenting hasil akhir.”

Sementara itu, pelatih Persebo Agus Winarso menyoroti lini belakang, dan depan yang bermain tidak maksimal. Selain itu, Agus mengkritik kepemimpinan wasit RA Masagus yang dinilai tidak baik.

“Kelalaian lini belakang kami yang kurang disiplin menjadi koreksi di pertandingan ini. Lini depan juga memiliki banyak peluang namun belum berhasil dimanfaatkan dengan baik,” ujar Agus.

“Kita juga kecewa dengan kepemimpinan wasit, karena dua kali pertandingan mendapatkan penalti. Tadi juga penalti itu tidak pantas, karena bola mengenai perut bukan tangan.” (gk-62)

Topics