Persela Lamongan Sebut Tak Ada Pemenang Di Keputusan Mahkamah Agung

Topics

Manajemen Laskar Joko Tingkir berharap semua pihak lebih mengedepankan pembinaan dibandingkan kepentingan kelompok.

Manajemen Persela Lamongan berharap semua pihak bisa bersikap dewasa, dan legowo menerima keputusan Mahkamah Agung (MA) yang telah menolak kasasi menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Wakil manajer Persela Yuhronur Effendi menyambut baik keputusan MA tersebut, karena membuat kompetisi berpeluang kembali digelar, sehingga pembinaan dapat berjalan lagi.

“Semua pihak kami harap dapat legowo dengan keputusan tersebut. Bukan menang atau kalah, tetapi demi pembinaan dan kemajuan sepakbola di Indonesia. Kami berharap kompetisi resmi dapat segera kembali digelar,” ungkap Yuhronur.

“Sekali lagi, mohon untuk tidak lagi memandang menang atau kalah dalam hal ini. Yang harus menjadi dasar kuat adalah pembinaan dan kemajuan sepakbola nasional agar Indonesia tidak semakin tertinggal dari negara lain. Karena, kompetisi resmi menjadi jalan untuk bersaing memperbaiki peringkat, dan diakui oleh dunia internasional.”

Sementara itu, sekretaris Persela Muji Santoso menambahkan, seharusnya semua pihak dapat memahami situasi sepakbola nasional yang saat ini berada dalam masa ketidakjelasan. Diakui atau tidak, pelaku sepakbola di Indonesia merana tanpa kompetisi resmi.

“Mohon disadari juga untuk para pemangku kebijakan di negeri ini, jika tidak adanya kompetisi resmi cukup berpengaruh bagi para pelaku sepakbola, baik itu pemain, pelatih, dan juga staf. Selain itu, para pedagang, juru parkir, maupun semua elemen yang sempat menggantungkan nafkah dari adanya kompetisi, pendapatannya menjadi berkurang,” tutur Muji. (gk-43)

Topics