Persepakbola Indonesia Diimbau Tak Lupakan Pendidikan

Topics

Pendidikan diperlukan pesepakbola sebagai bekal masa depan agar tidak kelimpungan saat gantung sepatuh.

Mantan winger Persijap Jepara M Irfan mengimbau pesepakbola Indonesia agar tidak melupakan pendidikan yang bisa menjadi bekal bagi mereka setelah gantung sepatu, atau saat menghadapi permasalahan seperti sekarang.

Irfan menyatakan, persepakbola muda yang kini tengah merintis karier di lapangan hijau tetap harus memprioritaskan pendidikan. Sebab, sepakbola tidak selamanya bisa menjadi sandaran hidup.

“Sangatlah penting pendidikan buat menunjang ke depannya. Sembari bermain bola profesional, melanjutkan studi juga harus diprioritaskan, karena itu bekal masa depan,” ujar Irfan kepada Goal Indonesia.

Karena itu, di saat kompetisi terhenti tanpa ada kejelasan bergulir kembali, Irfan memilih melanjutkan studi ke jenjang S2 di Universitas Negeri Semarang. Irfan sebelumnya sudah mengantongi ijazah strata satu di universitas yang sama pada 2007.

“Sebenarnya sudah lama ingin ambil S2. Keinginannya sekitar tiga tahun lalu, tapi masih membela beberapa klub. Baru bisa terlaksana sekarang,” kata Irfan yang pernah memperkuat PSIS Semarang dan Persibo Bojonegoro ini.

“Karut marut sepakbola saat ini merupakan alasan kuat untuk melanjutkan studi. Alangkah lebih baik kita memikirkan pendidikan buat pertimbangan peluang kerja ke depan yang lebih baik.”

“Ada hikmah dari tidak jalannya kompetisi. Mungkin ini jalan terbaik yang saya tempuh untuk ke depan.”

Setelah menuntaskan S2-nya, Irfan akan memilih menjadi dosen, atau pelatih sepakbola. Pria berusia 32 tahun ini menegaskan, jika ada klub yang menginginkan jasanya untuk musim ini, akan ditolaknya.

“Selama sepakbola di Indonesia masih belum ada titik temu, dan kejelasan, saya lebih memilih fokus studi. Keputusan ini juga direstui keluarga besar. Banyak teman-teman memilih wirausaha, namun saya mantap memilih jalur pendidikan untuk masa depan,” tuturnya.

“Sempat ditawari jadi asisten dosen kalau sudah berjalan S2-nya, tetapi itu dipikirkan nanti. Terpenting sekarang fokus lanjutin kuliah S2, dan mudah-mudahan rezeki ke sana [dosen] nanti sambil berjalan.” (gk-18)