Persepam Madura United Berharap Suporter Seperti Fans Klub Eropa

Topics

Achsanul menilai suporter Persepam hanya memberikan dukungan ketika tim mereka memetik kemenangan.

LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI MADURA Manajer Persepam Madura United Achsanul Qosasi berharap suporter kembali memenuhi stadion di saat Laskar Sapeh Kerap menjalani laga kandang di putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2014.Achsanul, berpendapat bahwa prestasi tim seharusnya bukan alasan bagi para suporter untuk enggan datang ke stadion. AQ, sapan Achsanul, berharap suporter bisa bersikap seperti fans klub-klub Eropa.Menurut AQ, para pendukung tim elit Eropa bisa menikmati pertandingan apa pun hasil akhirnya. Bahkan ketika tim yang didukungnya kalah, mereka sanggup menahan amarah.“Liverpool melawan Chelsea, justru kalah di babak-babak yang seharusnya menang, suporternya sedih menggigit kuku. Tapi mereka tidak marah, dan tidak meninggalkan klub. Begitu juga suporter Ateltico banyak yang hadir, padahal butuh terbang tiga Jam dari Madrid ke London,” ujar AQ.“Nah di Madura, kayaknya masih menganut sepakbola menang. Kalau menang hadir, kalau ternyata kalah, merasa menyesal hadir. Menyesal saya melihatnya.”AQ berharap suporter kembali memadati stadion seperti musim lalu. Menurutnya, posisi Persepam saat ini sudah lebih baik bila dibandingkan prestasi Laskar Sapeh Kerap di pertengahan musim lalu.“Madura adalah klub musafir. Saat ini laga Home dan away hampir sama. Biaya besar, dan suporter minim. Alasannya banyak. Kalau alasan prestasi, saya tidak bisa terima. Prestasi kita lebih baik dari tahun lalu,” ucap AQ.“Periode lalu kita berada di zona merah saat pertengahan musim. Sekarang kita berada di zona aman. Walaupun supporter berkurang, tapi semangat saya tidak berkurang.”“Saat ini saya akan berusaha Persepam menembus empat besar untuk mempertahankan sponsor. Saya tidak bisa memaksa suporter, karena mereka punya banyak alasan. Walaupun sedih, tapi saya berusaha memahaminya. Karena sepakbola adalah hati, bukan Akal.”“Kalau hanya menuntut hasil menang, maka sepakbola akan tidak enak ditonton. Dalam sepakbola tidak hanya ada senang, tapi ada juga marah, emosi, tegang, khawatir. Di situlah indahnya sepakbola.” (gk-62)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.