Persepam Madura United Hajar PSS Sleman

Laskar Sapeh Ngamok sukses membuat PSS tidak bisa mengembangkan permainan, sehingga memetik kemenangan.

Persepam Madura United mengawali Grup D Piala Kemerdekaan dengan bagus usai memetik kemenangan 2-0 atas PSS Sleman di Stadion Wilis, Madiun, Sabtu (15/8) malam WIB. Hasil itu membuat Persepam memuncaki klasemen sementara Grup D.

PSS sebetulnya memberikan perlawanan sengit di 15 menit awal pertandingan. Namun Persepam perlahan mulai menemukan bentuk permainan, dan memberikan tekanan ke pertahanan PSS. Menjelang babak pertama berakhir, Faris Aditama mampu membuka keunggulan Laskar Sapeh Ngamok dengan memperdayai kiper Samsidar.

Keunggulan ini menambah kepercayaan diri Persepam untuk memperbesar jumlah gol. Namun Nova Arianto yang mengawal pertahanan PSS tidak mudah dilalui barisan depan Persepam. Hanya saja, kelengahan di sektor belakang membuat Persepam menggandakan keunggulan di menit ke-61. Kali ini Sirvi Arvani yang memaksa Samsidar memungut bola untuk kali kedua. Skor 2-0 bertahan hingga laga berakhir.

“Saya puas dengan hasil ini, tetapi masih ada beberapa kekurangan terutama di babak kedua. Strategi untuk memancing gelandang dan pemain belakang PSS Sleman berhasil di babak pertama, tapi tidak di paruh kedua,” ujar pelatih Persepam Jaya Hartono.

“Kami memang sengaja memperkuat lini tengah, karena pusat permainan untuk menyerang dan bertahan ada di sana. Tetapi di babak kedua, anak-anak masih terlihat terburu-buru saat menguasai bola, dan kurang tenang.”

Jaya akan memberikan kesempatan bagi para pemainnya beristirahat sebelum menghadapi Persatu Tuban, Rabu (19/8), terutama FX Yanuar yang harus dibawa ambulan karena mengalami cedera. Selain itu, Rasmoyo sang wakil kapten juga terlihat mendapatkan luka di atas bibirnya akibat sikutan pemain lawan.

“Untuk pertandingan selanjutnya, kami akan coba memulihkan keadaan terlebih dahulu akibat kelelahan dan cedera,” pungkasnya.

Sementara itu, pelatih PSS Didik Lestiyantoro menyebutkan, gol Faris telah mengubah permainan anak asuhnya di babak kedua. Didik menyayangkan beberapa peluang yang terbuang sia-sia.

“Sebenarnya kami sudah menginstruksikan agar tidak kebobolan di 45 menit pertama. Meskipun kita memang harus mengakui penguasan bola kita kalah telak. Sampai menit ke-43 kami berhasil menjaga hal tersebut, tetapi sedikit kelengahan di lini belakang harus dibayar mahal,” ungkap Didik.

“Ada beberapa peluang di babak kedua, namun tidak berhasil dimanfaatkan. Malah kelengahan Sleman bisa dimanfaatkan dengan baik oleh mereka [Persepam].” (gk-62)