Persib Bandung Pasrah Jalani Laga Maraton

Djanur telah menyiapkan programa latihan Persib untuk menjalani tiga laga dalam satu pekan.

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku pasrah bila tim besutannya harus menjalani rangkaian jadwal padat awal Oktober sebagai imbas dari penundaan laga kontra Pusamania Borneo FC.

Seperti diketahui, duel Persib melawan Pusamania yang diagendakan berlangsung 3 September mengalami penundaan akibat Maung Bandung kesulitan mendapatkan stadion di wilayah Jawa Barat untuk menjamu Pesut Etam. Hal itu disebabkan adanya persiapan pekan olahraga nasional (PON) 2016.

Djadjang mendengar kabar duel itu akan digelar 4 Oktober. Tiga hari sebelum duel itu, Persib terlebih dulu menjamu Persiba Balikpapan, dan selanjutnya tandang ke markas Madura United pada 8 Oktober.

“Saya dengar seperti itu. Setelah lawan Persiba dan sebelum melawan Madura United kita ada pertandingan melawan PBFC. Jadwal pasti padat. Tapi apa boleh buat, dari seminggu itu di tengahnya harus ada pertandingan,” ungkap Djanur, sapaan Djadjang.

“Kita dulu yang minta perubahan jadwal itu, jadi enggak mungkin mengelak terus. Dalam waktu yang ada, kita persiapkan untuk tiga pertandingan dalam seminggu itu, sebelumnya kita siapkan fisik dulu.”

Djanur menambahkan, ia akan mengubah beberapa hal di lini belakang dan depan. Menurut Djanur, mereka tidak bisa mengubah materi pemain, sehingga ia lebih fokus ke perubahan taktik.

“Kita tidak bisa mengubah materi pemain. Dengan yang ada saat ini kita akan coba dari sisi taktikal. Kita harus coba itu. Pastinya nanti akan ada temuan, mungkin seperti kemarin Diogo [Ferreira] disiapkan untuk main di situ [bek tengah],” kata Djanur.

Sementara Diogo menyatakan, ia siap membantu Djanur terkait perubahan taktik itu. Menurut Diogo, pengalaman bermain di Liga Champions Asia (LCA) bersama Melbourne Victory pada 2010/11 menjadi modal berharga sebagai masukan kepada Djanur.

“Saya sudah pernah main melawan tim-tim Asia waktu tampil di Liga Champions Asia. Jadi, saya tahu bagaimana menghadapinya. Saya harap di sini saya bisa berbagi sedikit soal taktik,” kata Diogo.

“Pertandingan di sini berjalan lebih cepat, dan habis-habisan dibandingkan dengan di Australia yang bermain lebih taktis. Saya rasa saya masih perlu waktu untuk beradaptasi.” (gk-68)