Persib Bandung Tunda Keputusan Nasib Maycon Calijuri

Djanur mengungkapkan alasan mengapa tidak menurunkan Maycon saat menghadapi Felda United.

LIPUTAN ANGGI RIWANTO DARI BANDUNG
Persib Bandung terus menuai hasil positif jelang bergulirnya Indonesia Super League (ISL) 2015. Yang terakhir adalah, mereka berhasil menggulung tamunya Felda United dengan skor 3-1 dalam laga persahabatan di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (11/1) malam.
Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, mengatakan hasil yang didapat oleh anak asuhnya sejauh ini positif, dan meminta para pemain menjaga konsistensi mereka untuk menumbuhkan kepercayaan diri.
Disinggung mengenai Maycon Calijuri, pemain asing yang tengah menjalani masa seleksi di Persib. Pelatih yang akrab disapa Djanur itu mengatakan pemain tersebut mengalami masalah pada pencernaannya. Sehingga perannya digantikan oleh Tantan menjelang kick-off.
"Maycon sakit pencernaan menjelang pertandingan dan kelihatan tidak mungkin diturunkan," katanya.
Pertandingan menghadapi Felda seharusnya menjadi seleksi terakhir Maycon sebelum manajemen memutuskan untuk merekrutnya atau tidak. Namun kondisinya yang sedang tidak fit memaksa Djanur untuk menundanya.
"Tidak fair kalau dipaksakan main dalam keadaan tidak fit. Makanya diputuskan untuk tidak diturunkan. Kalau keputusannya (nasib Maycon di Persib) belum, nanti kami rundingkan dulu," tambahnya.
Sementara itu, menghadapi lawannya dari Malaysia, Djanur mengakui Felda memberikan perlawanan yang cukup sengit. Dirinya pun senang dengan penampilan yang diperlihatkan oleh para penggawa Maung Bandung yang sudah kembali padu.
"Saya lihat juga lawan memberikan perlawanan terutama di babak kedua. Tapi saya sangat mengapresiasi penampilan kami di babak pertama, karena tempo yang kami kembangkan sudah cukup tinggi dan kerja antarpemain sudah mulai rapih," lanjutnya.
Meski berhasil mengakhiri laga dengan kemenangan, namun pelatih yang musim kemarin membawa Persib menjadi kampiun ISL menilai masih banyak yang harus dibenahi dari timnya terutama masalah penyelesaian akhir yang masih kurang. Terbukti hanya tiga gol yang mampu dicetak oleh pemain Persib.
"Sayang alur serangan yang kami bangun tidak sebanding dengan jumlah gol, terlalu banyak yang terbuang. Apakah itu karena salah pengertian, kemudian umpan yang terlalu cepat, kemudian penyelesaian akhir yang terburu-buru? Itu yang harus kami perbaiki. Padahal serangan yang dibangun dari bawah ke tengah sampai ke depan sudah cukup bagus. Jadi itu yang menjadi evaluasi kami, harus lebih tenang lagi sampai area pertahanan lawan," jelas pelatih berusia 50 tahun itu.(gk-52)

//

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.