Persiba Balikpapan Butuh Striker 'Pembunuh'

Kebutuhan itu semakin terlihat saat Persiba kalah telak dari Persepam.

LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI MADURA
Persiba Balikpapan harus mengakui keunggulan Persepam Madura United dengan skor telak 4-1 pada laga perdana putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (17/5). Empat gol yang diciptakan anak asuh Arcan Iurie, hanya mampu dibalas sekali oleh Ansu Toure pada babak pertama.
Melihat kenyataan itu, pelatih Persiba, Jaya Hartono, mengakui barisan depannya masih lemah dalam memanfaatkan setiap peluang di depan gawang. "Tetap sama seperti putaran pertama. Kami tidak punya striker 'pembunuh' yang bisa jadi harapan kami," ujar Jaya, usai laga.
Meski begitu, Jaya menuturkan Persepam bermain lebih baik daripada anak asuhnya. Dia melihat kepercayaan diri para pemain Persepam semakin tinggi kapten Persiba, Patrice Nzekou, dikartu merah wasit Maulana Nugraha pada babak pertama. Itu setelah, Nzekou melakukan tindakan tidak sportif dengan melayangkan sikunya kepada Diego Fretes.
"Itu hanya tingkat emosional. Saya rasa itu hal yang biasalah. Wasit cukup bagus," tutur Jaya.
Selain itu, mantan pelatih Persiram Raja Ampat itu memberikan pujian kepada Eduard Valuta dan Fachruddin Wahyudi Aryanto yang mampu mematikan pergerakan kedua penyerangnya, Ansu Toure dan Carlos Ozuna.
"Mereka bermain lepas, tidak ada beban sama sekali. Meski kami tekan, lini belakang mereka sangat disiplin sekali," tambahnya.
Di sisi lain, pada laga ini juga diselingi dengan pemberian penghargaan wasit terbaik ISL periode Maret 2014 kepada Maulana Nugraha. Penghargaan ini merupakan salah satu program referee enhancement yang dikembangkan demi mencetak wasit-wasit Indonesia yang lebih berkualitas.(gk-62)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.