Persija Jakarta Puasa Kemenangan Dalam 14 Laga Beruntun

Selain itu, tim Macan Kemayoran juga masih menjadi tim yang paling sedikit dalam mencetak gol.

Prestasi Persija Jakarta pada putaran kedua Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 belum juga membaik. Tentunya ini cukup miris, mengingat tim Macan Kemayoran adalah salah satu klub besar di Indonesia yang mempunyai basis fans sangat besar bernama The Jakmania.

Padahal, sudah ada pergantian dari sisi pelatih maupun pemain di tim ibu kota. Seperti diketahui, pada putaran pertama Persija lebih dulu dilatih Paulo Camargo. Sayang, sentuhan positif Camargo pada awal musim, trennya justru semakin menurun tajam menjelang akhir putaran pertama. Catatan itu pula yang membuat pelatih asal Brasil itu memutuskan mundur.

Sempat diambil alih sementara oleh pelatih muda Jan Saragih, tetap belum juga memunculkan perubahan yang signifikan. Meski secara permainan terdapat beberapa perubahan. Hingga kini dilatih pelatih berpengalaman Muhammad Zein Al Hadad, Persija belum juga bisa meraih kemenangan pada awal putaran kedua.

Tercatat, sudah 14 laga beruntun Ismed Sofyan dan kawan-kawan belum pernah meraih kemenangan. Dari 14 laga itu, Persija hanya meraih enam kali imbang dan menderita delapan kekalahan. Itu menjadi rekor tersendiri di ISC A ini, di mana mereka menjadi tim yang paling lama tak merasakan kemenangan. 

Catatan itu tak lebih baik dari Persela Lamongan yang kini menempati posisi juru kunci. Persela hanya belum pernah menang dalam tiga laga terakhir. Selain faktor yang membuat Persija terpuruk adalah buruknya penyelesaian akhir.

Terbukti, mereka juga menjadi tim yang paling sedikit dalam urusan membobol gawang lawan, yakni hanya 12 gol dari 20 laga yang telah dijalani. Ironisnya, barisan striker mereka juga masih majal, setelah Jose Adolfo Guerra Argote dicoret lantaran cedera yang tak kunjung sembuh. 

Jose Guerra menjadi satu-satunya striker murni yang mencetak gol untuk Persija, itu pun hanya satu gol. Selebihnya, mulai dari Aldi Al Achya, Rachmat Afandi, Bambang Pamungkas, hingga deretan penyerang asing baru seperti Djibril Coulibaly, Rodrigo Antonio Lombardo Tosi, serta Emmanuel Kenmogne masih tumpul.

Diharapkan, Kenmogne yang baru bergabung menjadi salah satu solusi untuk lini depan Persija. Mengingat, dia pernah menjadi mesin gol tim Macan Kemayoran pada pertengahan Indonesia Super League 2013 dan turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015. 

Topics