Persinga Ngawi Lolos Ke Perempat-Final

PPSM yang hanya membutuhkan hasil imbang untuk mendapatkan tiket perempat-final justru menelan kekalahan.

PPSM Magelang harus melupakan ambisi mereka berlaga di perempat-final Piala Kemerdekaan 2015 setelah dalam laga pamungkas Grup C di Stadion Sultan Agung, Bantul, menelan kekalahan 2-0 dari Persinga Ngawi, Selasa (25/8).

Kemenangan itu menempatkan Persinga di peringkat dua klasemen akhir dengan nilai sembilan, sekaligus menggusur PPSM yang juga menumpulkan poin sama. Hanya saja, Persinga unggul head-to-head, sehingga berhak mendampingi Persiba yang sebelumnya sudah dipastikan lolos ke perempat-final.

Stadion Sultan Agung seakan tak bersahabat dengan Ahmad Taufik dkk. Dua kali berlaga, dua kali mengecap hasil negatif. Dua hari lalu Persiba Bantul mengalahkan PPSM 1-0. Hal ini berbeda ketika mereka bermain di Stadion Manahan Solo yang memberikan tiga kemenangan berturut-turut.

“Mimpi kami lolos ke delapan besar sirna. Sangat kecewa dengan hasil akhir laga. Satu kaki kami sebenarnya sudah berada di delapan besar,” kata kapten PPSM Ahmad Taufik kepada Goal Indonesia.

Kekecewaan itu juga tersirat di wajah pelatih Gatot Barnowo yang menilai pasukannya antiklimaks di laga hidup-mati, kendati hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos.

“Bola itu bundar, siapa yang memenangkan setiap laga, itulah pemenangnya. Hasil yang sangat membuat kami terpukul. Antiklimaks untuk anak-anak,” ujar Gatot.

PPSM tetap menerapkan permainan agresif dengan memasang tiga striker. Namun Persinga yang membutuhkan kemenangan untuk lolos juga bermain agresif, sehingga jual-beli serangan terjadi. Walau begitu, skor kacamata menutup laga babak pertama.

Gawang PPSM akhirnya kebobolan di menit ke-56 lewat tendangan bebas Ali Usman. Selanjutnya, kecemerlangan Aditya Fajar di bawah mistar membuat pemain PPSM frustasi. Akibatnya, pada menit ke-84, Persinga sukses menggandakan keunggulan ketika tendangan jarak jauh Andre Eka tak bisa dibendung Joko Ribowo.

PPSM mendapatkan peluang untuk memperkecil ketertinggalan menjelang laga berakhir ketika wasit menunjuk titik putih. Namun Robi 'Batum' Fajar yang dipercaya sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik.

“Kekuatan PPSM terletak di lini tengah. Kami berhasil bermain disiplin, dan mematikan gelandang-gelandang mereka, sehingga suplai bola ke Robi Fajar tidak lancar. Kami lolos delapan besar karena unggul head-to-head,” tutur pelatih Persinga M Hasan. (gk-18)