Perubahan Peran Angel Di Maria Di Paris Saint-Germain

Kurang meyakinkan di sayap, Laurent Blanc meminta Angel Di Maria memaksimalkan potensinya dengan menempati posisi lebih ke tengah.

Dia dipandang sebagai bintang ketika datang ke Paris Saint-Germain, tetapi Angel Di Maria masih berusaha menemukan jati dirinya di Parc des Princes. Meski telah mencetak tujuh gol dan tujuh assist dalam 17 pertandingan, pemain Argentina itu harus mempertajam posisinya di sebuah sistem yang belum ia kuasai.

"Tidak mudah datang ke klub di mana ada pemahaman baik antar pemain, untuk berintegrasi ke dalam sistem permainan mereka dari hari pertama," ujarnya kepada Marca pada Oktober silam. "Di Madrid, kami banyak mengandalkan serangan balik, dengan kecepatan lebih tinggi. Di sini, ada lebih banyak kesabaran, permainan pendek, possession. Dan saya harus beradaptasi dengan ini."

Dipasang di sisi kanan pada formasi 4-3-3 favorit Laurent Blanc, peran pertama Di Maria adalah membuat pertahanan lawan melebar dan ia harus tetap bertahan di posisinya. Tetapi, pada beberapa pekan terakhir, pelatih memintanya menjalankan tugas baru, meningkatkan frekuensi menusuk ke tengah untuk lebih memaksimalkan kemampuan teknisnya. Keputusan ini diambil pada Oktober usai pertandingan kandang melawan Saint-Etienne, di mana Blanc mengkritik sang gelandang.

"Angel masih belum beradaptasi dengan filosofi permainan. Saya telah berbicara dengannya, setelah laga melawan Real [Madrid]. Kami harus membantunya. Dia masih pemain yang seperti dulu - kualitasnya tidak berubah. Mari membantu dia beradaptasi pada permainan kami. Kami tidak bermain seperti klub dia dulu. Kami membutuhkan kualitas dia untuk menambah kolektivitas kami dan bukan melemahkannya, tetapi sedikit salah ketika melawan Madrid.”

Di belakang kritikan itu, Blanc ingin Di Maria menyadari bahwa dia harus memainkan peran yang lebih krusial. Mencetak gol bukanlah salah satu kelebihan besar Di Maria - dia hanya pernah satu kali mencetak lebih dari sepuluh gol dalam satu musim (2013/14 di Madrid) - tetapi pelatih ingin dia lebih berkembang pada area tersebut.

"Dia bisa bermain di mana saja," jelas Blanc. "Kami harus membawa kualitas individunya kepada tim. Kami harus berusaha untuk menciptakan kondisi terbaik bagi dia untuk mendukung yang lain."

'Yang lain' tentu saja adalah Edinson Cavani dan Zlatan Ibrahimovic, mereka terlihat berada di kotak penalti bersama-sama sedikit lebih sering,  dan itu adalah keinginan sang pelatih.

Karena itu Di Maria bisa memaksimalkan kemampuan dan juga kaki kirinya dengan lebih baik. Posisi sayap kanan kemudian kosong untuk Serge Aurier membantu serangan, fisiknya yang sangat kuat banyak membantu tim musim ini.

Di Angers, ketika PSG ditahan imbang tanpa gol, Di Maria melihat sepakannya membentur mistar dan ia juga memenangkan banyak bola di area tengah. Di Nice, ketika PSG menang 3-0, itu adalah posisi di mana ia mengirim assist yang berujung pada gol Ibrahimovic.

Kabar baiknya, PSG memiliki waktu dua bulan untuk persiapan babak 16 Besar Liga Champions. Kualitas Di Maria dalam menjalankan peran barunya tentu diharapkan bisa mengantar wakil Prancis ini meraih puncak tertinggi.