Peserta Piala Kemerdekaan 2015 Tagih 'Match Fee'

Para peserta Piala Kemerdekaan di Madiun baru menerima match fee untuk pertandingan pertama.

Tiga klub peserta Piala Kemerdekaan 2015 di Grup D, PSS Sleman, Persepam Madura Utama, dan Persekap Pasuruan mengaku pemberian match fee dari Tim Transisi masih tersendat.

Sebelumnya, Tim Transisi, pelaksana turnamen, menjanjikan bakal memberikan match fee sebesar Rp50 juta kepada masing-masing peserta di tiap pertandingan. Tiap klub disebut mendapatkan match fee pertama sebelum turnamen digelar. Namun, hingga kini klub baru menerima match fee di satu laga saja. Sementara dua dan tiga pertandingan lainnya belum diterima.

Di Grup D empat tim sudah menjalani tiga pertandingan, yakni Persepam, Persekap, PSS, dan Persatu Tuban. Sedangkan dua lainnya, Madiun Putra dan Persebo Bondowoso telah melakoni empat laga.

“Sudah tiga pertandingan termasuk menghadapi Persekap, tetapi baru satu kali kami mendapatkan match fee. Itu pun setelah pertandingan kedua baru ditransfer,” ungkap manajer PSS Soekoco.

Pelatih Persepam Jaya Hartono juga mengamini kenyataan tersebut. Namun, Jaya merasa beruntung, karena manajemen Persepam terus memberikan bonus di setiap kemenangan mereka.

“Benar itu mas. Tapi kita lebih beruntung dari tim lain, bonus kemenangan lancar. Manajemen Persepam tidak ingkar janji,” kata Jaya.

Semenyata itu, pelatih Persekap Asshari Cahyani juga harus membujuk manajemen untuk segera menagih hak mereka tersebut. Bahkan, Persekap mesti memaksa penyelenggara untuk segera mengucurkan match fee.

“Kemarin kita paksa mereka menurunkan Rp25 juta lagi, jadi total kami baru mendapatkan Rp75 juta,” ucap Assyari. (gk-62)