Piala Presiden, Ajang Penggawa Persija Jakarta Melunasi Tunggakan Gajinya Sendiri

Topics

Pemain Persija dituntut lolos ke semi-final, jika tunggakan gajinya ingin dilunasi seluruhnya.

Sudah bukan rahasia lagi Persija Jakarta mengalami krisis finansial jelang Piala Presiden 2015. Menyusul, gaji pemain dan ofisial mereka jelang turnamen itu masih ditunggak sekitar empat bulan. Itu merupakan tunggakan gaji di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. 

Turnamen Piala Presiden seakan menjadi oase di tengah kekeringan dana yang melanda tim ibu kota. Terlebih, dana segar yang dijanjikan oleh Mahaka Sports and Entertainment bagi peserta turnamen itu sangat menggiurkan. Mulai dari uang pertandingan hingga hadiah bagi sang juara yang mencapai Rp3 miliar.

Setidaknya, untuk fase grup saja tim Macan Kemayoran sudah bisa mengantongi Rp600 juta. Itu sudah termasuk uang pertandingan, serta dana transportasi dan akomodasi dari pihak promotor. Apalagi, jika mereka berhasil lolos ke babak selanjutnya, dipastikan pundi-pundi uang semakin bertambah. 

Bahkan, manajemen Persija sudah berhitung mereka bisa melunasi seluruh tunggakan gaji pemain dan pelatih bila tim Macan Kemayoran lolos ke partai semi-final. Ada empat tahapan pelunasan yang dijanjikan manajemen selama turnamen berlangsung. Untuk tahapan pertama, kabarnya sudah mulai dibayarkan. 

Maka itu, manajemen Persija menargetkan timnya harus mencapai babak semi-final. Jika tidak, tunggakan gaji pemain dan pelatih belum tentu bisa dilunasi seluruhnya. 

"Justru ini menjadi motivasi mereka untuk mendapatkan penyelesaian dengan lolos ke semi-final. Gak boleh berhenti, apalagi di fase grup," kata Ferry Paulus, presiden klub Persija.

Artinya, para pemain Persija dituntut bekerja keras untuk melunasi tunggakan gaji mereka sendiri pada turnamen ini. Memang, setiap pemain dituntut untuk memberikan prestasi terbaik bagi timnya. Namun, mereka juga harus mendapatkan imbalan yang layak untuk mendapatkan prestasi itu. 

Tapi yang terjadi di Persija, pemain baru bisa mendapatkan hak mereka sepenuhnya, jika berhasil memenuhi target dari manajemen dengan lolos ke semi-final sebuah turnamen. Tak menutup kemungkinan, gaji yang semestinya para pemain terima di turnamen Piala Presiden juga akan ditunggak lagi, jika gagal lolos ke semi-final. 

"Saya optimistis (bisa lolos semi-final). Secara materi pemain menjanjikan, teknisnya pola permainan ada. Hanya kondisi fisiknya saja yang masih belum," tegas Ferry.  

Ketika ditanyakan apakah ada alternatif lain yang akan dilakukan manajemen untuk melunasi gaji pemain mereka jika tak lolos semi-final, Ferry hanya menjawab diplomatis. "Kan masih kemungkinan ada seri-seri berikutnya juga, kan ISL kemungkinan akan bergulir. Kalau ISL bergulir, ada kesempatan masuk sponsor baru," tuturnya.

Secara tersirat, pernyataan itu membuktikan bahwa manajemen Persija sudah kesulitan mencari dana di tengah vakumnya kompetisi. Sebenarnya, situasi ini tidak hanya dialami oleh Persija, tapi hampir seluruh klub ISL. Sementara itu, para pemain sepertinya dihadapkan pada situasi yang sangat sulit. Daripada tidak ada uang sama sekali, lebih baik tetap memperkuat tim. Di samping rasa cinta mereka yang sangat besar terhadap klub.

Ferry sendiri mengakui, untuk tambahan pemasukan di turnamen ini pihaknya masih melanjutkan kerja sama dengan tiga sponsor yakni Achilles, NET TV, dan Columbia. "Hanya saja nilainya berbeda. Ini kan delapan pertandingan saja kalau sampai final. Jadi, harga lama tapi perhitungannya beda, karena ada penyesuaian," jelas mantan anggota Komite Eksekutif PSSI itu. 

Topics
, Persija,