Pidato Mengagumkan Louis Van Gaal

Topics

Van Gaal memberikan pidato emosional nan konyol di malam penganugerahan Manchester United dan menyedot banyak perhatian.

Louis van Gaal, manajer Manchester United, menyamaikan pidato yang sangat menghibur di malam penghargaan klub, Selasa (20/5), yang membuat media sosial ramai.

Van Gaal baru saja memberikan penghargaa Fans' Player of the Year kepada David de Gea dan ia diminta untuk menutup acara tersebut dengan pidato.

Namun pembawa acara Jim Rosenthal dan Hayley McQueen terkejut dengan perilaku Van Gaal. Sang manajer United memberikan pidato yang bersemangat dan konyol ketika ia mendeskripsikan hasray Wayne Rooney untuk membawa timnya ke peringkat kedua Liga Primer Inggris.

Berikut laporan lengkap tentang pidato mengagumkan tersebut:

"Tidaklah mudah untuk merekapitulasi satu musim, saat Anda mengawali musim dengan 10 laga dan 13 poin dan Anda adalah manajer klub paling terkenal di dunia dan Anda bermain di kandang dan saya juga manusia biasa, saya manusia biasa, dan saya telah mengalaminya dengan klub lain ketika Anda mendapatkan hasil tersebut, Anda takkan dicintai oleh fans. Dan saya datang ke Old Trafford, 10 laga 13 poin, dan saya masuk, saya tahu saya harus menjaga perilaku saya!"

"Lalu publik bertepuk tangan, berdiri, dan saya berpikir, bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin para fans mendukung saya? [Tepuk tangan fans] Terima kasih. Namun berkat hal tersebut kami bisa maju, dan bukan hanya karena saya pastinya, staf saya, terutama para pemain. Karena tidaklah mudah saat Anda bermain di klub hebat seperti Manchester United dan Anda melakoni 10 laga dengan 13 poin dan Anda punya manajer baru yang menginginkan hal yang berbeda dibandingkan dengan manajer lain. Ini sangat sulit."

"Dan dengan segala cedera yang kami alami, dengan cedera di paruh awal musim, lalu kami harus melanjutkan semangat tim...tak bisa dipercaya. Dan itulah kesungguhan tim, semangat dalam tim. Dan kami bangkit dari, seingat saya, peringkat ke-13 ke peringkat ketiga di liga, itu merupakan klasifikasi tertinggi, posisi ketiga, setelah awal yang sangat buruk. Lalu kami cukup yakin, para pemain juga para staf, yakin kalau kami bisa finis di tempat kedua."

"Saya ingat akan pertemuan dengan para pemain, kapten Wayne Rooney berkata...[disela oleh sorak sorai] berkata kami akan mengincar peringkat kedua di liga...dan saya berkata YAAA!!! KITA KEJAR ITU!!"

"Tapi..OK..Natal tiba! Piala FA. Piala FA, eh? Kalah! Anda ingat laga Piala FA lawan Arsenal? Kami bermain lebih baik dan pemain terbaik di lapangan menurut saya melakukan kesalahan. Dan kami kalah dalam laga itu, dan setelahnya, pertemuan yang saya bicarakan tadi kami gelar. Lalu Anda harus ingat kalau kami memenangkan enam laga beruntun!"

"Lalu kami pergi ke Chelsea... Anda ingat laga tandang melawan Chelsea. Kami mendapat...tidak tidak tidak tidak! Anda harus mendengarkan! Saya meminta, saya meminta Anda untuk mendengarkan karena saat itu kami memiliki 50 poin, dan Wayne Rooney duduk di ruang ganti, ia bilang kami harus mengincar peringkat kedua, ia mengatakannya, peringkat kedua di klasemen liga. Lalu, enam laga beruntun kami menang, dan kami berkunjung ke Chelsea."

"Siapa tim terbaik saat itu? Mudah untuk mengatakannya sekarang di ruang ini. Saya tak bisa percaya, tapi itulah kenyataannya, kami kalah. Kami kalah dalam laga itu, tapi Anda bisa membayangkan ketika memiliki 80% penguasaan bola, Anda memiliki 10 peluang besar, mereka hanya punya tiga..hanya punya tiga! Dan mereka memenangkan laga! Seandainya kami memenangkan laga tersebut, hitung berapa banyak poin yang bisa kami menangkan, karena setelah itu kami kalah dua kali secara beruntun, jadi tiga laga beruntun, tapi saat Anda melihat kami punya 30 poin dan Chelsea 83, mereka punya sekarang,dan saat itu 80, dan kami bisa saja juara, jadi apa yang ingin saya katakan pada Anda: Kami sangat dekat!"

"Tapi, tapi sebagai manajer saya tahu kata "seandainya" tak berharga, "seandainya" tak berguna. Kami harus menghasilkan lebih dan yakin pada para pemain, tapi juga para staf dan juga organisasi seperti Manchester United harus melakukan yang terbaik. Mengapa? Karena kami punya fans terbaik di dunia. Terima kasih untuk hal tersebut, dan sampai jumpa musim depan."

Luar biasanya, tak lama setelah meninggalkan panggung, Van Gaal kembali dan meminta untuk memberi tepuk tangan pada seorang musisi.

Menyela McQueen, ia menyambung, "Saya ingin mengatakan sesuatu. HELLO! HELLO! HEY! Perhatikan manajermu."

"Ryan Giggs mengatakan pada saya, Ryan Giggs berkata, dan ia selalu benar, ia selalu benar, tapi dalam kasus ini sangat benar. Saya telah mengatakan bahwa kalianlah fans terbaik di dunia, tapi malam ini agak sedikit mengecewakan."

"Ya, dan saya harus mengatakan alasannya. Saya melihat seorang wanita yang bermain saxophone dengan fantastis, beri dia tepuk tangan meriah!"