Polres Gresik Imbau Aremania Tak Pakai Atribut

Polres Gresik siaga tinggi menjelang duel Laskar Joko Samudro melawan Arema berkaitan dengan keamanan suporter.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI GRESIK Kepolisian resort (Polres) Gresik mengimbau agar suporter Arema Cronus, Aremania, tidak memakai atribut klub saat mendukung tim kesayangannya melawan Gresik United di Stadion Petrokimia, Kamis (5/6).Kepastian ini tertuang dalam rapat koordinasi yang dilakukan antara elemen suporter Ultrasmania, panpel Gresik United, dan pihak kepolisian setempat di aula Polres Gresik kemarin."Kami mengimbau suporter Aremania tidak memakai atribut bila ingin menyaksikan pertandingan Gresik lawan Arema. Karena, kami khawatir itu dapat mengundang reaksi di tengah jalan," ujar Kabag Ops Polres Gresik Kompol Makung Ismoyo.Polres Gresik tidak ingin kejadian seperti tahun 2012 yang sampai menelan korban jiwa bakal kembali terulang. Kendati demikian, lanjut Makung, jika ada Aremania yang datang mengunjungi Gresik, pihaknya tetap siap mengamankan, asal tidak berduyun-duyun.“Polisi tidak melarang mereka datang ke stadion. Tapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jangan menggunakan atribut,” imbaunya.Sementara itu, ketua umum Ultrasmania Ludiono mengatakan, sesuai hasil rapat koordinasi dengan Polres Gresik, pihaknya dan polisi setempat akan mengirim surat ke Kapolresta Malang untuk mengimbau Aremania tidak datang ke Gresik.“Meskipun suporter Ultrasmania dengan Aremania punya hubungan baik, aparat kepolisian tidak ingin kecolongan, mengingat polisi sudah mewanti-wanti tidak terjadi chaos jelang kampanye Pilpres (Pemilihan Presiden)," tutur Ludiono.Hal yang sama juga diungkapkan ketua panpel Gresik United Choirul Anam. Ia menjelaskan, pihak kepolisian setempat tidak memberikan izin bagi Aremania untuk datang ke Gresik saat Singo Edan dijamu Laskar Joko Samudro.“Pihak kepolisian melarang Aremania datang langsung. Kami sebagai Panpel, tidak bisa berbuat apa-apa. Di pertandingan sebelumnya, Aremania sempat mendapat serangan dari oknum tidak bertanggungjawab. Selain itu, ada kejadian satu warga Gresik yang meninggal dunia, karena dikeroyok oknum Aremania. Itu yang jadi pertimbangan pihak kepolisian,” papar Anam.Lebih lanjut, Anam mengaku, sebenarnya Panpel telah menyiapkan kuota tiket bagi Aremania dalam laga mendatang. Namun akibat pelarangan itu, pihak Panpel mau tidak mau harus mengikuti instruksi yang diperintahkan oleh pihak kepolisian.Sedang Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) memastikan bakal mengizinkan Aremania datang ke Gresik mendukung tim kesayangannya bertanding. Kabid humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setyono menyatakan, sebab agenda laga ini belum memasuki masa kampanye Pilpres.“Kita akan izinkan untuk datang ke Gresik, tapi tentunya dengan pengamanan yang ketat. Kita siap melakukan pengawalan di rute yang akan dilewati Aremania. Soal jumlah personel, itu yang belum dapat kita pastikan,” kata Awi. (gk-43)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.