PREVIEW Kualifikasi Piala Eropa 2016: Italia - Kroasia

Italia berharap bisa mengakhiri rekor tak pernah menang atas Kroasia seiring Daniele De Rossi bersiap meraih 100 caps di laga ini.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Laga lanjutan Grup H kualifikasi Euro 2016 melawan Kroasia di Giuseppe Meazza, Senin (17/11) dini hari WIB, bakal menjadi ujian sesungguhnya yang akan dihadapi oleh Italia besutan Antonio Conte.
Setelah sukses mencatatkan tiga kemenangan perdana atas Norwegia (2-0), Azerbaijan (2-1), dan Malta (1-0), Gli Azzurri dihadapkan pada lawan yang selalu sukses menghadirkan mimpi buruk bagi mereka. Sejak memerdekakan diri Yugoslavia pada 1991, Kroasia berhasil mengembangkan sistem anti-Italia. Dalam enam partai terkini, Kroasia menang tiga kali sementara sisanya berakhir dengan hasil seri.
Pertemuan terakhir terjadi di fase grup Euro 2012 ketika Krosia sempat menghambat laju Italia dengan menahan imbang 1-1 kendati akhirnya Gianluigi Buffon dkk. tetap sanggup melenggang hingga partai puncak turnamen. Conte tentu menyadari bahwa timnya bakal menghadapi kesulitan serupa, namun ia berharap bisa memetik tiga poin di partai sengit ini.
"Kami tak boleh takut melawan siapa pun, tapi kami harus menghormati setiap lawan. Saya harap ada kemenangan yang bagus besok. Kami harus menunjukkannya di lapangan dengan hasrat dan kebanggaan," ujar Conte dalam jumpa pers Sabtu (15/11) lalu.
Namun, eks pelatih Juventus dipusingkan dengan banyaknya cedera yang dialami pemainnya. Mario Balotelli, yang dipanggil pertama kali oleh Conte, terpaksa dicoret dari skuat akibat cedera hamstring saat melakoni latihan pada Jumat (14/11). Selain Balo, cedera juga mendera Andrea Pirlo, Lorenzo Insigne, Marco Verratti, Angelo Ogbonna, Andrea Barzagli, hingga Riccardo Montolivo. Sementara Leonardo Bonucci harus menjalani skorsing akibat kartu merah yang didapat saat melawan Malta, Oktober lalu.
Di satu sisi, Daniele De Rossi berada di ambang pencapaian 100 caps dan akan membukukan torehan tersebut jika diturunkan di partai ini. “Ini akan menjadi momen menakjubkan. Sejak debut, saya tidak membayangkan bisa mencapainya. Momen puncak karier saya adalah final Piala Dunia 2006 di Berlin. Tapi saya ingin lebih. Saya ingin memenangi Piala Eropa,” ujar De Rossi kepada Tuttosport.
Adapun Kroasia, yang saat ini memuncaki Grup H dengan unggul selisih gol dari Italia, dipastikan akan bermain dengan ambisi tinggi di laga ini kendati pada Kamis (13/11) kemarin mereka baru saja takluk 2-1 dari Argentina. Ivan Rakitic dan Luka Modric, yang diistirahatkan di laga persahabatan tersebut, kemungkinan besar bakal diturunkan di laga ini.
Pasukan Niko Kovac diyakini bisa meneruskan tren positif menghadapi Italia, seperti yang dituturkan oleh eks gelandang Kroasia dan AC Milan Zvonimir Boban yang kini berprofesi sebagai analis sepakbola Italia. “Conte akan kesulitan menghadapi lawan yang mengandalkan pemain sayap bagus seperti Kroasia. Mereka tidak akan bisa mendominasi permainan dengan sistem 3-5-2,” ujar Boban.

Prediksi Goal Indonesia: Italia 1-1 Kroasia

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics