PROFIL: Enes Unal, Bomber Masa Depan Manchester City

Masih 18 tahun dengan rambut berombak tergerai bebas, siapa sebenarnya Enes Unal sehingga membuat Manchester City menjadikannya sebagai rekrutan pertama di musim panas ini?

Kabar menarik datang pada Senin (6/7) kemarin ketika runner-up Liga Primer Inggris musim lalu, Manchester City, memboyong seorang youngster bernama Enes Unal dari Bursaspor. City dikabarkan menggelontorkan £2 juta untuk membawa striker berusia 18 tahun ini ke Etihad Stadium.

Kian menarik setelah Unal ternyata merupakan rekrutan perdana City di musim panas ini. Padahal, The Citizens santer dikaitkan dengan pemain muda lainnya yang sudah punya nama besar seperti Raheem Sterling, Kevin De Bruyne, Jack Wilshere, Ross Barkley, hingga Paul Pogba.

Kapten Vincent Kompany bahkan sudah menuntut klubnya untuk segera mendatangkan pemain baru berkualitas mengingat mereka sudah menjual banyak pemainnya seperti James Milner, Matija Nastasic, Alvaro Negredo, hingga Micah Richards. Pada akhirnya, City menjatuhkan pilihan untuk mendatangkan pemuda Turki ini terlebih dulu ketimbang nama-nama mentereng di atas tadi. Jadi, siapakah sebetulnya Enes Unal dan seperti apa prospeknya bersama The Sky Blues?

PROFIL SINGKAT

Nama: Enes Unal
Tanggal lahir: 10 Mei 1997
Tempat Lahir: Osmangazi, Turki
Posisi: Penyerang
Tinggi: 185 cm

Timnas Turki (caps/gol):
  Senior (1/0) - U21 (9/3) - U19 (6/6) - U17 (12/9) - U16 (24/25)

RIWAYAT KARIER SENIOR (Laga/Gol)

  2013-2015: Bursaspor
54/7

Lahir di Osmangazi, Bursa, Turki pada 10 Mei 1997, Unal langsung masuk di akademi klub terbesar di wilayah itu, Bursaspor, saat usianya belum genap 10 tahun. Tak butuh waktu lama bagi Unal untuk membuat klub-klub top Eropa mencium keberadaannya.

Pasalnya, ia dikenal sebagai wonderkid Turki setelah mampu mencetak 170 gol hanya dari 102 penampilan bersama tim junior Bursaspor dan juga torehan 24 gol dari 25 laga internasional bersama timnas Turki U-16. Buaya Hijau, julukan Bursaspor, pun langsung mempromosikan Unal ke tim utama sejak musim 2013/14 dan memberikannya nomor punggung 10 di musim berikutnya.

Debut seniornya bersama Bursaspor terjadi pada 1 Agustus 2013 dalam laga kualifikasi Liga Europa melawan FK Vojvodina. Di bulan itu juga, Unal bahkan masuk dalam buku sejarah sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah Liga Super Turki di usia 16 tahun. Yang lebih istimewa, gol tersebut ia cetak ke gawang klub tersukses di negaranya, Galatasaray, untuk membuat Bursaspor mengakhiri laga dengan skor imbang 1-1.

Di sepanjang dua musim bersama tim senior Bursaspor, Unal total sukses mencatatkan tujuh gol dari 54 laga di semua ajang. Jumlah yang terbilang cukup baik mengingat ia lebih banyak berperan sebagai pemain pengganti. Performanya di level klub ini turut membantunya meraih satu caps bersama timnas senior Turki ketika ia tampil selama 33 menit saat mengalahkan Luksemberug 2-1, Maret lalu.

Enes Unal saat lakoni debut bersama Bursaspor di Liga Europa pada Agustus 2013. Di negaranya, ia kerap dipandang sebagai pemain muda terbaik Turki saat ini.

Kendati masih belum mampu menjadi pemain reguler bersama Bursaspor, Unal punya ambisi besar untuk berkarier di Eropa Barat. Bak gayung bersambut, beberapa klub seperti Chelsea, Manchester United, City, hingga Internazionale turut memonitori perkembangannya sejak 2013.

Unal akhirnya lebih memilih hijrah ke Inggris bersama City. Keputusan ini tidak dilepaskan dari fakta bahwa keluarga Unal ternyata merupakan penggemar berat City. Ketika Sergio Aguero mencetak gol super-dramatis ke gawang QPR yang memastikan City juara Liga Primer Inggris 2011/12, Unal berkicau di Twitter, “Saya tidak bisa memercayainya! Semua orang di rumah, termasuk ibu saya, adalah fans Man City.”

Kepindahan Unal ini juga menjadi sinyal bagi City mengingat mereka berhasil mendapatkan pemain berprospek cerah di tengah jeratan Financial Fair Play yang membuat klub tak bisa bebas bertransaksi di bursa transfer musim panas ini.

Meski sudah berhasil mengamankan kepindahan ke klub yang diimpikannya, Unal tidak lantas dijamin akan terus masuk ke tim utama City. Cerita dari youngster lain yang direkrut pada musim panas 2014, Bruno Zucilini dan Zacharias Faour, bisa mengindikasikan perjalanan awal karier Unal di Etihad.

Zucilini, yang didatangkan dari Racing Club, dipinjamkan ke Cordoba pada musim lalu kendati gelandang Argentina berusia 22 tahun itu sempat tampil 30 menit dalam Community Shield saat City takluk 3-0 dari Arsenal. Sedangkan Faour, striker Swedia berusia 17 tahun yang direkrut dari Malmo, terus mengasah kemampuannya di tim akademi City.

Dengan banyak pemain berbakat di akademi City, Unal tentu saja tidak akan langsung bisa menggoda Manuel Pellegrini. Ini pun belum termasuk persaingan dengan youngster City lain di posisi yang sama dengan Unal, sebut saja Kelechi Iheanacho (Nigeria, 18 tahun), Jose Angel Pozo (Spanyol, 19), Thierry Ambrose (Prancis, 18), dan Devante Cole (Inggris, 18).

*Statistik di Liga Super Turki 2014/15

Kendati persaingan ke depan bakal sangat berat, Unal diyakini tetap memiliki kualitas sendiri. Performanya di Busaspor sedikit banyak menggambarkan potensi besarnya bersama City. Ia adalah tipikal striker masa kini: punya skill mumpuni, bersedia turun ke belakang untuk menjemput bola, dan merupakan sosok target man yang baik.

Bersama Busaspor, Unal punya statistik apik dengan mampu melepas satu tembakan setiap 15 menit – terbanyak ketimbang pemain Liga Super Turki lainnya di musim lalu. Di saat bersamaan, City adalah klub yang paling banyak melepaskan tembakan di Liga Primer musim lalu. Di sini terdapat kecocokan untuk menggabungkan eksplosivitas Unal dan permainan agresif City.

Seandainya berhasil mengalahkan para pesaingnya di level junior, bukan tidak mungkin Unal akan menjadi opsi ketiga di lini depan City suatu saat nanti untuk menjadi pelapis Sergio Aguero dan Wilfried Bony. Penyerang senior lain, Edin Dzeko dan Stevan Jovetic, diperkirakan sudah menuju pintu keluar Etihad pada bursa transfer musim panas ini.

Terlebih Pellegrini saat ini sedang mendapat tekanan besar dari manajemen klub setelah musim lalu gagal menghadirkan gelar seiring usia rata-rata para pemain reguler City juga semakin tua. Di musim 2015/16, musim ketiganya di Etihad, Pellegrini sangat mungkin memberikan kesempatan lebih bagi pemain muda seperti Unal untuk menunjukkan sinarnya.

 

Topics