Profil Klub Indonesia Soccer Championship A 2016: Persela Lamongan

Persela kembali bertekad menjadi tim "kuda hitam" di ISC A 2016.

Menghadapi Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, yang bakal dimulai 29 April mendatang, Persela Lamongan sudah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari mendatangkan pelatih baru Stefan Hansson sampai mengganti beberapa pemain, untuk menambah kekuatan dan kualitas tim.

Namun usaha tersebut terlihat belum membuahkan hasil maksimal, karena duet Hansson dan Didik Ludianto belum bisa membuat permainan tim optimal. Sebab kala berpartisipasi di turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), tim Laskar Joko Tingkir hanya mampu berlaga sebatas babak penyisihan grup.

Sementara dalam beberapa uji coba yang digagas jelang pelaksanaan ISC A, Persela juga belum membukukan hasil maksimal. Saat melakoni laga tandang, Persela harus mengakui keunggulan tuan rumah PSM Makassar dan PSS Sleman. Sementara saat menjalani laga kandang, tim Laskar Joko Tingkir hanya mampu mengemas hasil imbang dengan Perseru Serui dan Gresik United.

"Kami sadar dengan kekuatan tim yang ada, yang jelas berbeda dengan Arema (Cronus), Persib (Bandung), dan juga Sriwijaya FC. Mungkin target realistisnya ada di papan tengah, tapi kami akan coba berusaha untuk dapat berada di papan atas dalam klasemen akhir nantinya," ujar manajer Persela, Yunan Achmadi.

Untuk bersaing di pentas ISC A, selain mempertahankan beberapa pemain lokal bintangnya, Persela juga mendatangkan para penggawa asing baru. Tidak tanggung-tanggung, empat kuota yang diperbolehkan oleh pihak penyelenggara, dimaksimalkan oleh tim Laskar Joko Tingkirdengan mengontrak Herman Dzumafo Epandi, Kristian Adelmund, serta Jose Antonio Galan Pedrosa. Sedangkan slot asing Asia, diberikan kepada Muhammad Kdouh dari Lebanon.

"Kolaborasi pemain lokal dan para penggawa asing, saya harap akan mampu mengatrol permainan tim, sehingga bisa bersaing dan berbuat banyak di ISC A mendatang. Terlebih, kami juga punya coach Hansson yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, lantaran sudah pernah menjadi pelatih Mitra Kukar," terangnya.

Dari musim ke musim, Persela memang sempat diacungi jempol oleh insan pecinta sepakbola Indonesia, karena mampu melahirkan bintang baru dalam setiap edisi kompetisi sebelumnya. Mulai dari sosok Fabiano Beltrame, Gustavo Lopez, Samsul Arif, sampai Srdan Lopicic dan Addison Alves.

Kini, tumpuan itu tersemat pada sosok Jose Antonio Galan Pedrosa dan Muhammad Kdouh, yang diprediksi menjadi ikon dan pemain asing pujaan baru di pentas sepakbola nasional. Selain juga, untuk meneruskan kiprah apik Gustavo dan Lopicic menjadi playmaker andal Persela.

Bukan hanya itu, tim berkostum biru langit ini juga selalu mampu menjadi tim "kuda hitam" di setiap musim. Padahal, bisa dibilang materi pemain mereka tak begitu mentereng. Hal itu pula yang ingin diulangi mereka di ISC A nanti.

"Kami memang mungkin belum begitu bagus dalam beberapa pertandingan uji coba kemarin. Tapi saya yakin, tim akan mampu bersaing dan berbicara banyak di ISC A mendatang. Dan itu sudah menjadi tekad kuat seluruh pemain dan tim pelatih," pungkasnya.

Pelatih: Stevan Hansson

Setelah hanya ditangani asisten pelatih Didik Ludianto di dua turnamen, yakni Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, Persela akhirnya mendatangkan sosok Stefan Hansson. Di mana uji coba perdana pelatih berkebangsaan Swedia ini, sudah dilakukan pada saat berpartisipasi di Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).

Namun tidak jauh berbeda dengan performa tim saat dibesut Didik, yang kini dikembalikan menjadi asisten pelatih, di tangan Hansson skuat Persela juga hanya mampu menggebrak di partai perdana Piala Gubernur Kaltim.

Usai sempat menggilas Gresik United dengan skor 4-1 di laga perdana Piala Gubernur Kaltim, secara berturut-turut tim Laskar Joko Tingkir hanya mampu bermain imbang 0-0 lawan Pusamania Borneo FC (PBFC) dan kalah 3-1 dari Sriwijaya FC di partai terakhir yang menentukan.

Imbasnya, Persela pun gagal lolos ke babak selanjutnya. Meski demikian, jajaran manajemen tetap mempercayai Hansson untuk menangani tim di ISC A 2016. Manajemen berharap, ‘sihir’ pelatih berusia 58 tahun ini akan dapat membuat Persela bersaing di turnamen jangka panjang tersebut.

"Persela menunjuk Hansson sebagai head coach, dengan tujuan ingin memperbaiki kinerja tim. Kami ingin prestasi Persela Lamongan ke depan dapat lebih baik lagi dari sebelumnya," ujar manajer Persela, Yunan Achmadi.

Sementara itu, Hansson yang sebelumnya pernah melatih Mitra Kukar mengaku senang mendapat kesempatan menangani Persela di ISC A. Ia pun menyatakan, senang bisa melatih tim Laskar Joko Tingkir, karena selain akan berpartisipasi dalam ISC A yang merupakan turnamen jangka panjang, juga didukung oleh suporter yang fanatik.

"Atmosfer sepakbola Lamongan sangat mendukung, meski masih ada beberapa hal yang harus segera dibenahi dari tim ini sebelum turun berlaga di ISC," tutur Hansson.

Pemain Andalan: Choirul Huda

Terlahir sebagai pemain asli Lamongan, membuat nama Choirul Huda tak bisa dipisahkan dengan Persela. Bermain bersama Laskar Joko Tingkir sejak 1999, Huda sangat dicintai kelompok suporter LA Mania.

Sejak era almarhum Miroslav Janu hingga sekarang, Huda tetap menjadi andalan di bawah mistar gawang Persela. Meski Persela juga sempat memiliki kiper berkelas seperti Fauzal Mubaroq, Syaifudin, Dedi Iman, dan beberapa sosok lainnya. Tidak hanya sekadar kiper, namun Huda saat ini juga didapuk menjadi kapten tim.

Dalam mengarungi ISC A yang bakal dihelat mulai akhir bulan ini, Huda bakal dilapisi Dwi Kuswanto dan Andi Setiawan, dalam mengamankan gawang Persela. Ia pun berharap, akan mampu menampilkan performa terbaiknya, untuk membantu Persela bersaing di turnamen jangka panjang tersebut.

Huda juga mengungkapkan, alasan timnya gagal melangkah jauh di Piala Gubernur Kaltim. Di mana menurutnya, Persela gagal bersaing lantaran kedatangan pelatih baru saat itu, Stefan Hansson. Sehingga membuat para pemain cukup kesulitan, dalam menyesuaikan pola permainan yang diinginkan oleh Hansson.

"Kami kedatangan pelatih baru hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai. Hal ini mempengaruhi strategi tim secara keseluruhan. Tapi kalau sekarang, kami lebih paham apa yang diharapkan pelatih kepala, dan optimistis bisa lebih baik di ISC," papar Huda.

Alasan Huda memang cukup relevan. Karena Hansson menangani anak-anak Laskar Joko Tingkir mulai, 16 Februari 2016. Dan hanya 11 hari setelahnya, yakni tanggal 27 Februari 2016 turnamen Piala Gubernur Kaltim dihelat, yang membuat Persela gagal lolos ke babak semi-final.