Profil Klub Indonesia Super League 2015: Persiram Raja Ampat

Tim Dewa Laut menargetkan tembus papan atas.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter

Persiram Raja Ampat terus berbenah guna memperbaiki prestasi musim lalu. Seperti diketahui, pada Indonesia Super League (ISL) 2014 mereka nyaris terdegradasi lantaran hanya menduduki posisi kesembilan wilayah timur. Padahal, saat pramusim tim Dewa Laut tampil cukup menjanjikan dan diperkirakan bakal menjadi tim "kuda hitam".

Beberapa evaluasi pun dilakukan, dengan diawali mendatangkan pelatih anyar Eduard Tjong. Edu adalah pelatih yang membawa Persela Lamongan berhasil menembus babak delapan besar ISL 2014.

Komposisi pemain pun kembali memadukan antara pemain muda dan pemain berpengalaman. "Musim ini gabaungan pemain baru, pemain lama, serta pemain Persiram U-21 menjadikan kombinasi yang bagus. Saya ingin tim masuk papan atas ISL 2015," kata Henry Wairara, manajer Persiram.

Henry menambahkan, pada musim ini pihaknya menganggarkan biaya Rp15-20 miliar semusim. Dia pun setuju dengan penerapan satu wilayah untuk ISL nanti. "Saya yakin tim kami bisa berbicara banyak di ISL nanti," tuturnya.

Sementara itu, Edu menyebut empat tim bakal bersaing ketat untuk memperebutkan gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2015, dan bertekad membawa tim Dewa Laut melampaui target yang diberikan manajemen.

Meski begitu, dia mengakui kompetisi musim ini bakal lebih berat dibandingkan sebelumnya, mengingat sistem yang dipakai tidak lagi dua wilayah.

"Kompetisi tahun ini lebih berat, tapi kami tetap optimistis dengan kemampuan kami. Manajemen menargetkan masuk sepuluh besar, tapi saya ingin lebih dari itu," tegasnya.

Eduard Tjong memang dikenal sebagai pelatih yang kerap menangani tim-tim medioker. Dengan polesannya, tim medioker disulapnya menjadi tim "kuda hitam" menakutkan. Hal itu dibuktikannya saat membawa Persela Lamongan hingga menembus babak delapan besar Indonesia Super League (ISL) 2014.

Hal itu pula yang mendasari manajemen Persiram untuk merekrut pelatih kelahiran 5 Januari 1963 itu. Berbagai hal pun disiapkan mantan pelatih Persikabo Bogor ini bersama Persiram guna menyongsong ISL 2015.

"Dalam kompetisi satu wilayah ada dua hal yang mesti kami siapkan. Pertama, dari segi fisik karena pasti akan bermain 34 kali karena ada 18 tim rencananya. Artinya, dalam sepekan bisa main dua hingga tiga laga. Yang kedua, masalah mental pemain," ucap pelatih yang akrab disapa Edu itu.

Lebih lanjut, Edu menuturkan pihaknya tak memasang target muluk di ISL nanti. Terlebih, manajemen Persiram hanya menargetkannya minimal harus masuk sepuluh besar.
"Tapi, saya pribadi paling tidak putaran pertama kami ada di enam besar. Apa yang saya terapkan di sini sama dengan ketika saya menangani Persela. Yang pertama saya ingin tim ini punya kebersamaan, dan saya tak mau lihat pemain dari nama besar. Kalaupun dia punya nama tetap harus kerja keras," tegasnya.

Mbida Messi mengawali kariernya di sepakbola Indonesia dengan memperkuat Persib Bandung pada 2012/13. Bersama Persib, ia hanya bermain selama satu musim dan tak begitu impresif.

Hijrah ke Persiram Raja Ampat musim 2014 membuat Messi lebih banyak mendapat kesempatan. Bersama tim Dewa Laut, Messi menorehkan menit sebanyak 1601 dan mencetak delapan gol, atau lebih banyak enam gol dari saatnya bersama Persib.

Ia pun membeberkan Persiram memberinya kenyamanan dan membebaskannya untuk berkreasi.

"Saya suka Persiram. Mereka membuat saya merasa sangat senang, saya merasa dihormati. Di sini seperti rumah saya sendiri," ucap Messi.

"Di sini saya bisa menikmati permainan saya sendiri. Semua orang percaya sama saya dan saya jadi bisa memberikan yang terbaik," tambahnya.

Messi pun yakin dengan kekuatan timnya musim ini di bawah arahan Eduard Tjong. "Saya rasa musim depan kami ingin meraih hasil yang bagus. Musim kemarin sebenarnya kami tampil bagus, tapi ada sedikit masalah," pungkasnya.

//

>

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.