Profil Klub Indonesia Super League 2015: Sriwijaya FC

Laskar Wong Kito bertekad menghapus dahaga gelar juara dalam dua musim terakhir.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG

Sriwijaya FC termasuk salah satu klub yang siap lebih dini menyambut kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015, setelah mereka gagal masuk delapan besar pada kompetisi musim 2014. Klub yang bermarkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, ini bertekad meraih gelar juara ISL 2015.

Tak tanggung-tanggung, sederet pemain berlabel tim nasional pun berhasil didaratkan manajemen SFC ke Bumi Sriwijaya. Di antaranya trio timnas Indonesia U-23 SEA Games 2011, Ferdinand Sinaga, Titus Bonai dan Patrich Wanggai yang digadang bakal menjadi bomber menakutkan di barisan depan Laskar Wong Kito dengan permainan cepat mereka.
Kemudian, ada Dian Agus Prasetyo sebagai pengawal di bawah mistar gawang, serta Fachruddin Wahyudi Aryanto sebagai palang pintu bersama legiun asing Abdoulaye Maiga. Begitu pula Raphael Maitimo yang diharapkan bisa menambah solid lini tengah Laskar Wong Kito.

Berdasarkan evaluasi manajemen, kegagalan SFC musim lalu disebabkan banyak pemain berjatuhan akibat cedera yang membuat pelatih kesulitan untuk mengatur skema permainan. Sementara Laskar Wong Kito tidak memiliki pemain yang cukup untuk menutup setiap lobang yang kosong tersebut.

Selain itu, faktor tidak adanya sosok striker murni pun turut menjadi evaluasi manajemen atas minimnya gol yang berhasil disarangkan musim lalu. Pada musim lalu, gelandang serang Lancine Kone terpaksa harus berperan ganda menjadi striker di bawah asuhan Subangkit.

Kini, SFC semakin matang dengan hadirnya striker anyar Goran Ljubojevic. Striker asal Kroasia ini tercatat punya jejak rekam yang bagus saat bermain di Liga Utama Singapura (S-League), Balestier Khalsa FC. Dia, berhaasil mencetak 20 gol dari 27 partai. Dan menurut pelatih kepala SFC, Benny Dolo, torehan tersebut sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa dia adalah seorang striker murni yang mumpuni.

"Kita selalu memasang target juara di setiap musim. Dengan skuat musim ini, kami yakin SFC jadi juara," kata Robert Heri, manajer SFC.

Selain banyak mendatangkan pemain muka baru, musim ini Laskar Wong Kito akan mengenakan jersey anyar dengan motif berbeda dari musim sebelumnya. Lima sampai enam logo sponsor akan melekat di jersey dengan ciri khas motif songket di bagian depan.

Tak puas dengan racikan Subangkit yang hanya mengantarkan tim sebagai klub papan tengah musim 2014, Sriwijaya FC mendatangkan pelatih sarat pengalaman Benny Dolo untuk menangani skuat musim 2015.

SFC berharap, di bawah kepemimpinan Benny Dolo, Laskar Wong Kito bisa kembali merengkuh gelar juara yang selama dua musim ini harus terlempar dari jalur juara.

Meskipun pelatih yang akrab disapa Bendol itu dinilai gagal menukangi Persija Jakarta musim lalu, namun sikap tegas, disiplin, serta pengalaman selama dua periode menukangi timnas Indonesia menjadi referensi manajemen SFC mendatangkan pelatih berusia 64 tahun ini ke Palembang.

Manajemen SFC tak menutup mata, sejarah mencatat jika pelatih asal Manado ini pernah membawa Arema Malang menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia tahun 2004. Kemudian secara berturut-turut, Arema Malang merajai Piala Indonesia pada 2005 dan 2006.

Sebelumnya, Bendol sukses bersama Persita Tangerang walau cuma menjadi runner up Liga Indonesia 2002. Yang paling mengesankan, Bendol terbilang sukses bersama Pelita Jaya di era Galatama dengan torehan prestasi tiga kali juara dan tiga runner-up.

"Sesuai target dari manajemen (SFC), saya ingin membawa SFC juara musim ini. Dan di dalam kompetisi itu, tidak ada juara dua ataupun juara tiga," kata Bendol, kepada Goal Indonesia.

Bendol termasuk salah satu pelatih yang disegani para pemain karena sikap tegas dan kedisiplinannya dalam memimpin sebuah tim. Dengan begitu, para pemain semakin termotivasi untuk lebih disiplin dalam berlatih dan kompetitif untuk bersaing demi mendapat menit bermain secara reguler. Menyusul, Bendol punya prinsip tak memandang bulu dalam menurunkan pemain. Pemain junior dan senior punya kesempatan yang sama untuk turun sebagai starting eleven.

"Dia pelatih berpengalaman, tegas dan disiplin," kata Asri Akbar, gelandang SFC.

Ferdinand Sinaga diprediksi bakal punya andil besar mewujudkan mimpi Sriwijaya FC untuk mengangkat trofi Indonesia Super League (ISL) 2015. Rekrutan anyar SFC ini termasuk bursa transfer pemain paling mengejutkan musim ini, dan sempat menimbulkan banyak pertanyaan para pecinta sepakbola nasional.

Kepergiannya dari Persib Bandung yang sebelumnya ngotot ingin mempertahankannya diduga karena kecewa terhadap salah satu elemen yang ada di kepengurusan Maung Bandung. Adapula anggapan Ferdinand kalau Persib tidak memberikan kepastian tentang kelanjutan kontraknya, sehingga ia memutuskan berlabuh ke SFC.

"Saya menghargai keseriusan manajemen SFC pada saya. Saya bangga bisa bergabung dengan klub besar seperti SFC. Saya berharap bisa memberikan kontribusi maksimal untuk membawa SFC juara musim ini," kata Ferdinand.

Ferdinand merupakan sosok pemain yang punya kecepatan dan tendangan keras yang terarah. Ketajamannya sebagai penyerang sudah dibuktikan bersama SFC dengan mencetak empat gol saat turnamen pra musim Piala SCM 2015, sekaligus mengantarkannya menjadi top skor.

"Sejak di SFC, sikap (temperamental) Ferdinand sudah jauh berubah dibandingkan saat bersama Persib. Dia sudah tidak seperti dulu lagi," kata Benny Dolo, pelatih SFC.(gk-55)

//

>

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.