PROFIL Pemain Terbaik Indonesia Super League 2014: Makan Konate

Makan Konate memborong tiga penghargaan dari Goal Indonesia.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitterGelandang Persib Bandung Makan Konate menyabet penghargaan bergengsi sebagai Pemain Terbaik Indonesia Super League 2014 pilihan Goal Indonesia. Bukan hanya itu, penampilan dari penggawa asal Mali itu juga membuat dirinya menyabet gelar sebagai Gelandang Terbaik ISL musim 2014. Performa Konate memang sensasional, pemain berusia 23 tahun tersebut tak butuh waktu lama untuk nyetel dengan Persib arahan pelatih Djadjang Nurdjaman. Perannya bukan hanya menghidupkan lini tengah, tapi juga sosoknya kerap membantu pertahanan Maung Bandung. Konate memulai karier sepakbolanya di Indonesia bersama PSPS Pekanbaru. Kala itu, musim ISL 2013, Mundari Karya menemukan Konate tengah bermain bola di lapangan Senayan bersama para pemain Benua Afrika lainnya yang tak memiliki klub. Mundari tanpa ragu mengajaknya gabung PSPS, dan ternyata insting Mundari pun tak salah. "Saya waktu itu melihat Konate bermain di lapangan Senayan sore hari. Di sana memang suka banyak pemain-pemain Afrika yang belum punya klub dan mejalani latihan tiap sore, di lapangan yang tanah," papar Mundari kepada Goal Indonesia beberapa waktu lalu. Bersama PSPS setengah musim, sebelum hijrah ke Barito Putera, Konate mencetak enam gol dari 16 penampilannya. Laskar Antasari membawanya di paruh musim, dan bersama klub penghuni Stadion Demang Lehman itu Konate terus menunjukkan performa menawan, tampil sebanyak 1171 menit dan menorehkan enam gol. Bersama Persib Bandung Persib yang memiliki ambisi mengakhiri puasa gelar selama hampir 20 tahun kepincut dan membajak Konate, yang sebenarnya masih ingin dipertahankan Barito bersama Djibril Coulibaly. Namun daya pikat Persib tak tertahankan oleh Konate. "Saya punya impian ingin juara bersama Persib Insha Allah," tuturnya sebelum ISL 2014 digelar. Dan benar saja, Konate begitu krusial untuk Djanur, sebutan Djadjang, ia selalu dimainkan dalam semua laga dan selalu

menjadi sebelas awal. Bahkan dalam seluruh laga Persib, ia hanya sekali ditarik keluar, yakni saat pertandingan kontra mantan klubnya Barito. Persib pun menang 3-1 kala itu dan Konate mencetak gol. Konate pun meraih debut impian bersama Pangeran Biru, ia mencetak gol semata wayang di partai perdana Persib menjamu Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat. Sejak saat itu, Bobotoh (pendukung Persib) tak pernah ragu akan kualitasnya, terlebih ia pun seudah menunjukkan performa apik di turnamen pramusim Inter Island Cup, yang mana Persib mampu mencapai partai final dan akan menghadapi Arema Cronus. Di partai semi-final ISL 2014, Konate jadi sosok yang tak kenal lelah menjangkau setiap inci lapangan untuk membantu timnya membalikkan keadaan. Usaha kerasnya pun berbuah gol yang memang layak didapatkannya, ia jeli melihat kecerobohan Johan Alfarizi dan merampas bola untuk kemudian mengelabui kiper lawan serta memastikan skor penutup dalam laga yang berakhir dengan skor 3-1 untuk Persib. Sebelum laga final kontra Persipura Jayapura, Mundari menyebut Konate adalah pemain lengkap disertai dengan perangai yang santun. Ia tak sulit diatur, taat beribadah dan tak ceroboh meski masih belia. Konate bahkan disebut layak menjadi Pemain Terbaik ISL 2014. Namun akhirnya penghargaan tersebut jatuh kepada striker Persib, Ferdinand Sinaga. "Ferdinand juga salah satu striker terbaik di ISL tapi saya pikir Konate layak jadi pemain terbaik," papar Mundari. Dan Goal pun menobatkan pemain kelahiran 10 November 1991 itu sebagai Pemain Terbaik, Gelandang Terbaik dan Pemain Asing Terbaik.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.