PSIS Semarang Bungkam Persis Solo

Mahesa Jenar memuncaki klasemen sementara Grup A Piala Polda Jateng setelah mencatat hasil sempurna.

PSIS Semarang masih belum terkalahkan di turnamen Piala Polda Jateng setelah dalam lanjutan Grup A di Stadion Jatidiri, Rabu (3/6), mengalahkan Persis Solo dengan skor 2-1.

Laga PSIS kontra Persis disaksikan sekitar 10 ribu penonton, dan berjalan ketat. Persis memperlihatkan organisasi permainan antarlini yang apik. Mereka mampu merepotkan jantung pertahanan tuan rumah. Berulangkali kiper Saiful Amar jatuh bangun mengamankan gawangnya dari serbuan Persis.

Sementara, alur serangan tuan rumah terlihat monoton, sehingga mudah dibaca lawan. Ditekan pada babak pertama, M Yunus mengejutkan pertahanan Persis lewat golnya di menit ke-32. Berawal dari sepak pojok Taufik Hidayat, bola disundul Fauzan Fajri, namun masih berhasil ditepis kiper Ghoni Yanuar. Bola liar disambar Yunus, dan menjadi gol. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, pelatih Persis Aris Budi Sulistyo menginstruksikan pemainnya untuk lebih menekan, dan berani menyerang. Empat menit babak kedua dimulai, Saddam berhasil mengkonversi gol setelah memaksimalkan umpan Ferry.

Kedudukan 1-1 ini melecut anak-anak Kota Bengawan tampil lebih agresif. Gol ini sekaligus menodai rekor clean sheet gawang PSIS selama tiga laga. 

PSIS harus berterima kasih pada pergerakan Johan Yoga. Gol Johan Yoga berawal dari tendangan bebas Welly Siagian pada menit ke-65. Umpan Welly berhasil disambar Johan Yoga, dan bersarang ke sudut gawang dari Ghoni. Kedudukan 2-1 bertahan hingga akhir laga.

Pelatih PSIS M Dofir mengapresiasi kerja keras pasukannya dalam setiap laga. Lawan-lawan yang dihadapi dinilai sangat berat secara kualitas. Namun, berkat kesolidan tim, mereka mampu menjinakkan setiap lawannya.

“Turnamen ini kan digelar dari pemain, oleh pemain, dan untuk pemain. Kunci keberhasilan PSIS karena kerja keras pemain, dan didukung manajemen yang solid,” kata Dofir.

Sedangkan pelatih Aris Budi mengakui permainan kedua tim sangat apik. Persis bahkan beberapa kali membuat peluang di babak kedua.

“Saya sudah mengingatkan pemain agar waspada bola-bola mati dari PSIS. Mereka memiliki striker jangkung. Apa yang saya khawatirkan menjadi kenyataan. Dua gol PSIS berawal dari bola mati,” tandas Aris. (gk-18)