PSIS Semarang Ingin Hapus Catatan Buruk Di Rembang

Mahesa Jenar bertekad meraih poin penuh untuk menghentikan catatan tak pernah menang di Rembang.

PSIS Semarang bertekad memetik kemenangan dalam laga perdana Grup A turnamen Piala Polda Jateng 2015 melawan tuan rumah PSIR Rembang hari ini, sekaligus menghentikan catatan buruk di Stadion Krida.

Tim Mahesa Jenar belum pernah sekalipun memetik kemenangan di kandang PSIR. Pada musim 2011/12, PSIS dibekap Laskar Dampo Awang 1-0, dan di musim berikutnya dipaksa menyerah 2-0. Dalam laga uji coba Maret 2015, PSIS hanya bermain imbang tanpa gol.

“Misi kami ke Rembang meraih kemenangan. Sejenak kami melupakan catatan buruk di kandang PSIR. Kami akan tampil lebih agresif,” tegas pelatih PSIS M Dofir kepada Goal Indonesia.

Di laga ini, PSIS kemungkinan Fauzan Fajri dan Welly Siagian mengalami cedera. Kendati demikian, dengan kekuatan 20 pemain yang dibawa, Dofir tetap optimistis.

“Pemain terpilih murni berdasar kebutuhan, dan strategi tim menghadapi PSIR. Komposisi bisa berubah lagi saat PSIS bertemu tim lainnya,” ungkap Dofir.

Di lain pihak, pelatih caretaker PSIR Rukin bersikap merendah. Ia mengakui persiapan PSIR tidak seperti PSIS dalam menghadapi turnamen ini. Namun, PSIR tidak akan menyerah begitu saja kepada PSIS. Rukin berjanji timnya akan berjuang menyulitkan PSIS di semua lini.

“Dukungan suporter akan menjadi pembeda di laga ini. Kami selalu bersemangat menghadapi PSIS. Kami akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Rembang,” tuturnya.

Sementara itu, dua organisasi suporter PSIS Semarang, Panser Biru dan Snex, menyerbu Kabupaten Rembang untuk mendukung timnya. Ketua Umum Snex Agus Junianto mengatakan, anggotanya yang datang ke Rembang tidak banyak, karena laga digelar pada hari kerja.

“Tidak terlalu banyak menyaksikan PSIS ke Rembang,” katanya.

Sementara Panser Biru memberangkatkan ratusan anggotanya dengan mengendarai sepeda motor. Ketua Umum Panser Kepareng mengemukakan, kendati hanya turnamen, gengsi Piala Polda Jateng 2015 diyakini tetap panas, karena mempertemukan kekuatan tim-tim di Jateng. (gk-18)