PSSI Gunakan Media Sebagai Cermin

PSSI juga siap menampung suara dari masyarakat.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter

PSSI yang kini tengah dalam sorotan dari berbagai pihak karena prestasi tim nasional Indonesia yang kurang memuaskan di berbagai level coba berbenah dan membuka diri untuk menampung aspirasi dari masyarakat.

Namun hal tersebut dinyatakan oleh komite eksekutif media Djamal Aziz butuh proses, karena regim PSSI saat ini pun baru terbentuk pada Maret 2013. Itu setelah melalui berbagai proses pasca konflik dualisme.

"PSSI baru mulai bekerja Maret 2013. Semua butuh proses. PSSI sekarang lebih terbuka, tidak ada yang tertutup. Informasi-informasi terkini sudah mulai kami update secepatnya," ungkap Djamal pada acara Workshop PSSI Pers dengan tajuk Penguatan Peran Media terhadap Kemajuan Sepak Bola Indonesia, Minggu (28/12).

Joko Driyono selaku sekretaris jenderal PSSI mengakui, bahwa selama ini PSSI melihat pandangan masyarakat dan bercermin melalui media. "PSSI menganggap media sebagai cermin untuk melihat kondisi sepakbola di indonesia. Sehingga kami bisa melihat apa saja yang perlu diperbaiki. Kami juga menganggap media sebagai nutrisi untuk menunjang kerja kami," katanya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, mantan wartawan senior yang sekarang menjadi anggota Komite Banding PSSI Mahfudin Nigara, menegaskan bahwa media harus menjaga independensi mereka dan menjadi pengawas kinerja dari PSSI itu sendiri.

"Media harus bisa memposisikan diri menjadi pengawas organisasi, pelatih, dan pemain. Akan tetapi independensi pemberitaan harus tetap dijaga," bebernya.

addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.