PT GTS Ajak Berpikir Jernih Soal Pembatasan Pemain Untuk Timnas

Tiap klub ISC A maksimal menyumbang dua pemain untuk timnas untuk Piala AFF 2016.

Pembatasan pemain dari tiap klub Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 untuk membela tim nasional Indonesia pada Piala AFF 2016 nanti cukup mengundang tanda tanya dan segelintir kontra.

PT Gelora Trisula Semesta selaku operator dari ISC pun memberikan penjelasan terkait kebijakan tiap klub yang hanya memberikan dua pemain untuk tim Merah-Putih. Menurut Joko Driyono selaku direktur utama, keputusan diambil dengan segala pertimbangan terbaik untuk semua pihak.

Keikutsertaan Indonesia di Piala AFF tahun ini memang sempat tanda tanya karena sanksi dari FIFA baru dicabut 13 Mei ketika ISC sudah digulirkan dan terjadwal. Pembatasan pemain dinilai sebagai pilihan logis untuk segala pihak termasuk sponsor dari ISC itu sendiri.

"AFF tidak pernah dipertimbangkan akan berlangsung saat kita dibekukan. Kita merencanakan ISC ini (awalnya) kick-off di bulan Februari sehingga ending-nya di bulan September, sehingga semua bisa berjalan," buka Joko.

"Tapi, apa yang terjadi? Saat kita kick-off di bulan April Indonesia tidak jelas apakah kita (masih) disanksi atau tidak. Kemudian kita bertemu dengan klub dan kita harus balance, antara kepentingan kita di level internasional dan memproteksi bisnis yang kita jalankan (ISC)," imbuhnya.

Joko menerangkan, akan terjadi pembengkakan biaya untuk klub yang harus membayar gaji pemain lebih lama, jika ISC berhenti demi event internasional seperti Piala AFF. "Ending-nya adalah, kita tidak hanya melihat tahun ini, tapi sepakbola harus bisa dilihat dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang," bebernya.

"Ketika berkonsultasi dengan Alfred Riedl, ini (pembatasan pemain) adalah opsi yang paling mungkin dalam situasi yang tidak normal. Sekali lagi, situasi yang tidak normal dan policy apa pun yang akan kita ambil pada November nanti untuk timnas tampil di Piala AFF," pungkas pria asal Ngawi itu.

Topics