RADAR TRANSFER: Antoine Griezmann, Prancis Rasa Spanyol

Sukses membawa Sociedad dari kasta bawah hingga melaju ke Liga Champions, Griezmann kini menjadi rebutan tim elite Eropa.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter

Antoine Griezmann disebut-sebut sebagai pemain masa depan Prancis, negara yang tengah membangun kembali kejayaan setelah terpuruk di Piala Dunia Afrika Selatan empat tahun silam. Dan, ketika penampilan Les Bleus di Brasil menuai pujian, Griezmann termasuk yang ikut andil dalam perbaikan tim besutan Didier Deschamps.

Bakat yang dimiliki Griezmann sebenarnya sudah tercium sejak masih bermain di level klub bersama Real Sociedad. Dia termasuk salah satu pemain yang berperan besar membawa Sociedad berjuang dari kasta bawah, hingga akhirnya meraih tiket promosi ke La Liga untuk musim 2010/11. Di sanalah penampilan impresif Griezmann makin dikenal luas, sehingga namanya santer dikaitkan dengan sejumlah klub papan atas Eropa.

Pada jendela transfer musim panas ini, tak kurang dari enam klub mengejar tanda tangan pemain kelahiran 21 Maret 1991, termasuk Manchester United, Chelsea, Liverpool, Arsenal dan duo Ligue 1 AS Monaco serta Paris Saint-Germain.

Bagaimana perjalanan karier Griezmann sampai namanya masuk “daftar pencarian” di bursa transfer musim panas ini? Memasuki usia emasnya, sudah siapkah Griezmann mengemban tanggung jawab lebih besar?

Profil. Kariernya dimulai di UF Maconnais, di mana ayahnya berperan sebagai pelatih. Setelah melakukan trial di beberapa klub profesional, Griezmann menarik perhatian Real Sociedad saat bermain dalam turnamen yang diselenggarakan Paris Saint-Germain. Orang tua Griezmann sempat menentang rencana mengirim putranya ke Spanyol di usia yang baru 14, tapi demi karier sang pemain mereka akhirnya merelakan Griezmann.

Setelah empat tahun di tim junior, dia mendapat kesempatan dipanggil Martin Lasarte untuk tampil dalam kampanye pramusim Sociedad musim 2009/10, di mana dia mencetak lima gol dari empat penampilan, yang membantunya masuk tim utama di awal musim Segunda. Enam gol dari 40 penampilannya membantu The Royals mengamankan tiket promosi La Liga untuk musim 2010/11.

Kerja kerasnya membuahkan hasil karena pada 8 April 2010 Griezmann menandatangani kontrak profesional pertama yang mengikatnya selama lima tahun dengan klausul pelepasan sebesar €30 juta. Padahal sebelum menyepakti kontrak, dia dihubungkan dengan Lyon, Saint-Etienne, United dan Arsenal.

Usai diganjar kontrak baru, Griezmann masuk dalam 18 pemain yang dipanggil pelatih Francis Smerckhi untuk berpartisipasi di Piala Eropa U-19 2010. Di turnamen tersebut, dia mencetak dua gol dan menyumbang assist untuk membawa negaranya menjadi kampiun di rumah sendiri.

Di level klub, kehadiran pelatih asal Prancis, Philippe Montainer, di awal musim 2011/12 membuat bakat Griezmann kian terasah. Posisinya sebagai sayap kiri di klub Basque seolah tak tergantikan. Gol tunggalnya di akhir musim 2012/13 melawan Deportivo La Coruna memberikan tempat ke Liga Champions untuk kali pertama sejak 2003/04, sekaligus memaksa Deportivo degradasi. Torehan golnya pun terus meningkat sejak pertama kali berseragam Sociedad pada 2009 hingga akhirnya dia mencatat 16 gol di La Liga musim lalu.

Tapi, tak selamanya perjalanan Griezmann manis. Dia termasuk satu di antara empat pemain Prancis U-21 yang disanksi negaranya sendiri selama setahun setelah ketahuan kabur ke klub malam jelang play-off kualifikasi Euro 2013. Ini kesalahan fatal yang dilakuan Griezmann muda, tapi di sinilah dia menunjukkan kedewasaan dengan caranya mengatasi situasi.

Griezmann berbenah, termasuk memecat agen lamanya dan meningkatkan permainan. Hal inilah yang mendorong Didier Deschamps memanggil Griezmann ikut serta dalam rombongan tim senior Prancis yang berjuang di Piala Dunia Brasil.

Kemampuan. Perpaduan gaya Prancis dan Spanyol menjadi ciri khas Griezmann. Gaya bermainnya kental dengan unsur Spanyol, ini tidak lain karena sejak lama bermain di akademi Spanyol, di mana sentuhan dan teknik menjadi andalan, ditambah kekuatan kaki kirinya.

Griezmann mengaku mengagumi permainan David Silva dan David Beckham, dan kita bisa melihat dengan jelas elemen kedua bintang Manchester ini tumbuh dalam diri pria asal Prancis.

Tak perlu meragukan kualitas teknik Griezmann, dia juga kerap tampil penuh percaya diri di pertandingan. Sebagai seorang sayap, dia memiliki kecepatan mumpuni dan selain mampu mengancam dari sisi lapangan, Griezmann juga tajam di depan gawang. Itulah alasan dia mampu mencetak 16 gol di La Liga musim lalu. Kaki kirinya sangat mematikan - sembilan golnya diciptakan dari kaki bagian ini - dan dapat diandalkan dalam duel udara, itu terbukti dari lima gol sundulan dari Griezmann.

Jika ada perlu yang diperbaiki dari Griezmann, kemampuannya memberikan assist masih dipertanyakan. Musim ini, dia hanya menyuplai tiga assist di La Liga.
Prediksi. Di usia yang baru 23 tahun dan dibekali bakat luar biasa, Griezmann memiliki masa depan cerah. Tapi, apakah dia sudah siap “naik kelas” ke klub papan atas?

Untuk menjadi pemain kelas dunia, satu tantangan yang harus dihadapi Griezmann saat ini adalah meningkatkan konsistensi dalam permainannya. Belakangan, Griezmann seperti kehilangan sentuhan dan harus puasa gol selama hampir dua bulan.

Saat membela Prancis dalam debut internasional melawan Belanda misalnya dia melakukan beberapa sentuhan apik, tapi gagal memberikan kontribusi nyata kepada tim. Hal ini membuat tanda tanya besar soal kesiapannya tampil di liga yang lebih kompetitif.

Performa kurang meyakinkan dan tanpa gol di enam pertandingan Liga Champions seolah mempertegas anggapan ini, meski di kompetisi La Liga dia mencatat rekor pribadi dengan torehan 16 gol-nya. Gaya bermain Griezmann yang kental dengan Spanyol juga kemungkinan akan membuat Griezmann sedikit kesulitan beradaptasi di Liga Primer, yang lebih mengedepankan kecepatan.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics