RADAR TRANSFER: Daley Blind, Melejit Di Brasil

Daley Blind menjadi salah satu pemain Belanda yang bersinar di Piala Dunia 2014.

OLEH AGUNG HARSYA Ikuti @agungharsya di twitter

Kini, nama Daley Blind mudah dikenal sebagai pemberi tiga assist saat memperkuat timnas Belanda di Piala Dunia 2014. Salah satu assist tersebut membuahkan gol indah Robin van Persie yang dicetak melalui sundulan sambil menjatuhkan diri pada pertandingan melawan Spanyol. Dua assist lain diberikan sehingga memudahkan Arjen Robben mencetak dua dari tiga gol yang dilesakkannya sepanjang turnamen.

Sebelumnya, Blind hanya diingat karena nama belakangnya. Daley adalah putra dari mantan kapten Ajax Amsterdam dan penggawa timnas Belanda, Danny Blind, yang pernah merajai kompetisi domestik dan Eropa pada awal hingga medio 1990-an. Perkembangan pesat ditunjukkan Blind junior tidak hanya saat tampil di Brasil, tetapi juga dalam dua musim terakhir bersama Ajax.

Tidak heran jika kini klub sekelas Manchester United pun meminati jasanya. Seperti apa sosok Blind sebagai pesepakbola? Apakah dia sudah layak mendapat tantangan lebih tinggi daripada berkiprah di Eredivisie?
Profil. Blind merupakan produk akademi Ajax yang terkenal, De Toekomst, dan sempat dinobatkan sebagai bakat terbaik tahunan. Namun, selain nama besar sang ayah, Blind tidak terlalu mengesankan. Dia kerap tampil inkonsisten dan dianggap tak mampu mengerahkan potensi terbaiknya sebagai bek tengah. Debutnya dimulai musim 2008/09 dan musim berikutnya dia dipinjamkan ke FC Groningen.

Kehadiran Blind di dalam skuat Ajax kerap dipandang sinis karena dinilai memiliki unsur nepotisme. Kemunculan Blind saat bertanding di atas lapangan bahkan pernah mengundang cibiran dari fans sendiri. Perkembangan sekaligus pembuktian diri mulai ditunjukkan ketika Frank de Boer menangani Ajax musim 2010/11. Pelan-pelan kepercayaan diri Blind tumbuh. Apalagi De Boer mengubah posisinya menjadi bek kiri. "Saya berutang pada De Boer," aku Blind suatu ketika.

Di posisi baru itu, Blind mampu menunjukkan performa terbaik. Bahkan penampilan di Ajax mengundang panggilan debut dari timnas Belanda saat beruji coba melawan Italia, Februari 2013. Kala itu Blind telah mencatat penampilan lebih dari 75 pertandingan untuk Ajax di segala ajang.

Blind kian bersinar setelah kemampuan serbabisanya dilihat dengan jeli oleh De Boer maupun Louis van Gaal. Dia dianggap cakap memainkan peran sebagai gelandang pengendali, atau di posisi No.6. Posisi tersebut beberapa kali dimainkannya baik di level klub maupun bersama Oranje.

Dengan memperoleh gelar sebagai Pemain Terbaik Ajax musim 2012/13 pilihan fans serta menjadi Pemain Terbaik Belanda 2014, Blind kini tak lagi diingat hanya karena nama besar sang ayah, melainkan menjadi bukti kalau reputasinya sebagai pemain berkualitas kian diakui.
Kemampuan. Kelebihan utama Blind yang diakui banyak pengamat adalah kemampuannya dalam memberikan umpan. Operan panjang nan akurat kepada Van Persie dan Robben di Piala Dunia menjadi salah satu contohnya. Di ajang Eredivisie, Blind mencatat akurasi umpan sebesar 88,1 persen dan rata-rata melepas 72,1 operan per pertandingan.

Kemampuan memberikan operan itu juga ditunjang dengan kelebihan Blind dalam melakukan pengawalan terhadap lawan. Seperti yang ditunjukkannya dalam pertandingan melawan Cili, Blind tak pernah lepas memantau pergerakan Alexis Sanchez. Di Piala Dunia, pemain 24 tahun ini tercatat melakukan total 22 kali tekel atau terbanyak kedua di timnas Belanda.

Kemampuan lain yang diakui dan belum begitu terasah adalah peran Blind sebagai gelandang bertahan. Blind dianggap mampu menjalankan peran gelandang bertahan modern selayaknya mantan andalan Oranje Frank Rijkaard. Mungkin tidak bisa dibandingkan dari segi kekuatan fisik, tapi dari aspek kecerdasan mengambil posisi, mengalirkan bola, serta melancarkan tekanan saat tim tidak menguasai bola.

Pendeknya, kemampuan serbabisa Blind bermain sebagai bek kiri, bek tengah, serta gelandang bertahan dapat disebandingkan dengan atribut yang dimiliki Philipp Lahm.
Prediksi. Pertanyaannya, apakah dengan kemampuan yang dimilikinya sekarang membuat Blind pantas berkiprah di luar Belanda?

Blind tidak memiliki kecepatan sehingga dirasa sulit menghadapi gaya sepakbola eksplosif seperti Liga Primer Inggris. Belum lagi dengan tuntutan untuk bermain bertahan maupun menyerang sama baiknya dan tetap konsisten. Di Piala Dunia, kebebasan Blind dalam membantu serangan seperti dibatasi sehingga sulit menakar kesiapannya mengatasi tantangan Liga Primer.

Barangkali bertahan semusim lagi di Eredivisie menjadi pilihan paling logis bagi Blind. Lagipula Ajax membutuhkan kontribusi pemain berpengalaman setelah kapten Siem de Jong memutuskan bergabung ke Newcastle United pada bursa transfer musim panas ini.

Skuat Ajax diperkuat mayoritas pemain muda dengan bek Niklas Moisander menjadi pemain tertua saat ini dengan usia 28 tahun. Besar kemungkinan kepemimpinan Blind bakal dibutuhkan De Boer untuk Ajax di musim yang baru.

Tantangan Ajax musim ini adalah tampil gemilang di kompetisi antarklub Eropa setelah sukses empat kali berturut-turut merajai Eredivisie. Satu musim Eropa yang gemilang dapat menjadi bukti kepantasan Blind untuk bergabung ke salah satu klub top pada musim berikutnya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics