RADAR TRANSFER: Enner Valencia, Superman Amerika Selatan Siap Rambah Eropa

Performa impresifnya di liga Meksiko dan di Piala Dunia, membuat Enner Valencia yakin siap mencicipi kerasnya kompetisi Eropa.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Enner Valencia menjelma menjadi salah satu pemain yang paling banyak disorot di Piala Dunia 2014 setelah ia mampu memamerkan ketajamannya bersama tim nasional Ekuador.

Di pertandingan pertama, ia sukses membawa Ekuador unggul terlebih dahulu atas Swiss melalui golnya di menit ke-22, namun sayang timnya gagal mempertahankan keunggulan dan menyerah dengan skor 2-1 di akhir laga. Pada pertandingan berikutnya melawan Honduras, Ekuador tidak melakukan kesalahan yang sama, Valencia menjadi bintang dengan mencetak dua gol kemenangan 2-1 yang diraih timnya.

Sayang, di pertandingan terakhir, Enner Valencia gagal membongkar pertahanan rapat Prancis sehingga skor berakhir imbang tanpa gol dan Ekuador gagal melaju ke babak gugur setelah hanya menempati posisi tiga.

Kegagalan Ekuador membuat performa gemilang Enner Valencia juga terhenti, tetapi bisa dipastikan performa impresifnya sudah menarik perhatian dunia.

Profil

Lahir pada 4 November 1989, Enner Valencia datang ke klub Ekuador Emelec, untuk menjalani seleksi pada 2008. Ia langsung mendapatkan sambutan positif di sana dan ditransfer dengan gratis dari tim akademi Caribe Junior, yang juga pernah diperkuat oleh pemain Manchester United Antonio Valencia.

Namun, dua tahun bersama Emelec, Valencia tidak pernah mendapatkan kesempatan bermain di tim utama. Keberuntungannya baru berubah ketika Jorge Sampaoli datang ke klub pada 2010. Ia mulai mendapatkan kesempatan bermain di bawah asuhan pelatih asal Argentina itu.

Di tahun berikutnya, ia mulai tampil sebagai pemain reguler dan berhasil mengantarkan Emelec menjadi runner-up liga pada 2011 dan 2012. Baru pada musim 2013, ia sukses membawa Emelec menjadi juara liga untuk pertama kalinya sejak 2002. Di tahun yang sama, ia juga menjadi top skor Copa Sudamericana.

Performa impresifnya menarik minat klub Meksiko, Pachucha, yang akhirnya menggaetnya dengan banderol sebesar €1,6 juta.

Di Meksiko, Valencia tampil semakin moncer. Ia dengan cepat mampu beradaptasi dengan klub barunya tersebut dan mengakhiri musim pertamanya dengan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di liga, dengan 18 gol dari 23 pertandingan.

Ketajaman yang ia miliki tetap ia pertahankan di level internasional. Sebenarnya ia dipasang sebagai pemain sayap di timnas Ekuador, namun meninggalnya Christian Benitez membuat pelatih Reinaldo Rueda memasangnya sebagai striker.

Alhasil, ia semakin terbiasa dengan peran barunya dan menampilkan ketajaman di akhir 2013. Ia mencetak empat gol sejak November 2013 hingga Piala Dunia 2014 digelar, termasuk ketiga menjebol gawang Inggris pada laga uji coba Sun Life Stadium, Miami, pada 4 Juni.

Di pentas Piala Dunia, ia kembali membuktikan kehebatannya dengan mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan babak grup, meski itu masih belum bisa membawa Ekuador lolos ke babak 16 Besar.

Kemampuan

Enner Valencia sudah tenar dengan kemampuannya dalam yang impresif di Ekuador. Ia memiliki posisi asli sebagai penyerang sayap, dengan kecepatan dan teknik menggiring bola yang sangat baik, hingga ia mendapatkan julukan 'Superman'.

Pada beberapa tahun terakhir, posisinya kerap digeser menjadi seorang striker, dan ia bisa beradaptasi dengan baik pada posisi tersebut dengan membuktikan insting golnya baik di level klub ataupun di level tim nasional.

Enner Valencia mampu mencetak 18 gol dari 23 pertandingan setelah bergabung dengan klub Meksiko, Pachucha. Di level internasional, ia sudah mengemas tujuh gol dalam 13 pertandingan yang dijalani bersama La Tri.

Kemampuannya yang serba bisa di lini depan, dipastikan akan menjadi kekuatan yang positif bagi tim yang dia perkuat.

Prediksi

Performa impresif Enner Valencia bersama Pachucha musim lalu dan kemudian dipertegas ketika membela tim nasional Ekuador pada laga uji coba jelang Piala Dunia dan juga saat turnamen empat tahunan itu berlangsung, dipastikan membuat banyak klub Eropa berminat terhadap jasanya.

Sang pemain sendiri mengaku ingin melanjutkan karir di Serie A Italia, meski ia tidak menutup peluang untuk hengkang ke liga lainnya di Eropa.

"Ini akan menjadi momen bagus untuk hengkang ke Eropa, setelah apa yang saya lakukan di Meksiko dan di Piala Dunia," ungkap Valencia.

"Saya benar-benar menyukai sepakbola Italia, tetapi jika lompatan ke Eropa ini terjadi, saya akan berusaha menyambutnya dan akan berusaha yang terbaik ke manapun saya pergi."

Beberapa klub Liga Primer Inggris seperti West Ham United, Everton dan Newcastle United diyakini sedang memantau pemain berusia 24 tahun tersebut. Dari La Liga, Espanyol dikabarkan menjadi klub yang tertarik pada Valencia.

Mengenai keinginan Valencia untuk merumput di Italia, tampaknya ia harus menunda impiannya tersebut karena masih belum ada klub Italia yang dikabarkan tertarik untuk mendatangkannya musim depan.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics