RADAR TRANSFER: James Rodriguez, Si Kidal Istimewa Dari Kolombia

Topics

Barcelona dan Real Madrid terus berupaya mengejar playmaker sensasional yang satu ini. Ke mana "King James" akan berlabuh?

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Memanggilnya dengan sebutan "James" menggunakan pelafalan Inggris bisa dipastikan Anda tidak akan mendapat respon darinya. Tapi, panggillah dirinya dengan "James" dalam pelafalan Spanyol (baca: hahm-ez) dan berikan ia bola, maka Anda akan tahu mengapa publik Kolombia saat ini sudah melupakan sosok Radamel Falcao di Piala Dunia 2014.
Bagaimana tidak, berkat kepiawaian seorang James Rodriguez, Kolombia berhasil masuk ke babak perempat-final Piala Dunia untuk kali pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di turnamen empat tahunan tersebut. James memborong dua gol kemenangan atas Uruguay di babak 16 besar tersebut, salah satunya tercipta lewat voli spektakuler dari luar kotak penalti yang bisa menjadi kandidat gol terbaik Piala Dunia 2014.
Performa menawannya kontra Uruguay tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan mengingat di fase grup ia tampil begitu konsisten. James mengukir tiga gol dan dua assists di Grup C untuk membantu Los Cafeteros meraih hasil sempurna dengan melumat Yunani 3-0, menumbangkan Pantai Gading 2-1 dan membantai Jepang 4-1.
Lima gol kini sudah ia kemas di Brasil dan menempatkannya di puncak daftar topskor sementara, unggul satu gol dari Lionel Messi (Argentina), Neymar (Brasil), dan Thomas Muller (Jerman). "King James", begitu ia dijuluki saat ini, membuat sorotan dan pujian kini semakin intens tertuju kepada James seiring Kolombia sedang bersiap-siapmenghadapi sang tuan rumah Brasil di babak perempat-final pada Jumat (4/7) mendatang.
James gemilang, James pun mulai diburu. Beberapa klub besar, terutama Barcelona dan Real Madrid, kini mulai menunjukkan minat untuk menggaet James yang baru semusim di AS Monaco setelah ditebus dengan mahar tinggi dari Porto musim panas lalu. Akankah ia kembali berpindah klub pada jendela transfer musim panas ini?

Profil
"Telah sekian lama publik Kolombia mencari penerus Carlos Valderrama. Akhirnya, mereka menemukan satu orang ini. James Rodriguez akan jadi bintang besar. Ia punya potensi untuk jadi pemain terbaik Kolombia sepanjang masa,” demikian penuturan langsung dari Valderrama sendiri, sang legenda Kolombia, mengenai James.
Keyakinan Valderrama bahwa James adalah ahli warisnya ini memang berdasar. "Ia telah membuktikannya di klub Argentina, Portugal, dan Prancis,” ujarnya. Ya, James sudah melanglang-buana ke negeri orang untuk belajar sepakbola dan ia mulai memetik buah kerja kerasnya di Brasil 2014.
James lahir di Cucuta, wilayah perbatasan Kolombia-Venezuela. Sedari usia empat tahun, ia sudah dimasukkan oleh orang tuanya ke akademi Envigado dan berhasil menembus skuat senior klub divisi dua Kolombia itu saat usianya masih 15 tahun. Bakatnya langsung membuat Banfield terkesan dan James remaja pindah ke klub Argentina itu pada 2008.
Di Banfield, performanya semakin menyengat. Ia menjadi pilihan utama di skuat Banfield pada usia 17 tahun dan mampu menjadi pemain asing termuda yang sanggup mencetak gol di Argentina ketika klubnya menang 2-1 atas Newell’s Old Boys. Kemenangan ini berperan besar dalam mengantar Banfield meraih gelar liga pertama mereka pada 2009.
Reputasinya terus melesat di tahun berikutnya. Beberapa klub Eropa seperti Udinese hingga Manchester United mulai mengendus talentanya. Namun pada akhirnya, Porto yang beruntung mendapatkannya lewat kesepakatan senilai €5,1 juta pada musim panas 2010. Di Portugal, James langsung tampil nyetel dengan sanggup mencetak total 32 gol dan 21 assist dalam tiga musim.
Status bintang yang ia raih bersama Porto membuat klub kaya Prancis AS Monaco kepincut memboyongnya pada musim panas 2013. Tak tanggung-tanggung, klub yang tengah promosi ke Ligue 1 itu menebus James dengan harga €45 juta, menjadikannya sebagai salah satu pemain termahal di Portugal dan Prancis (Simak kisah transfer James ke Monaco di sini). Performanya di Monaco terbilang baik sebagaimana ia mengantar Les Rouges et Blancs menduduki posisi runner-up dan menjadi pencatat assist terbanyak di musim debutnya di Prancis.
Di level timnas, perfomanya tak kalah mentereng. Setelah melewati jenjang timnas U-17 dan U-20 secara mengesankan, James langsung diberi lampu hijau untuk memperkuat timnas senior Kolombia pada 2011. Sejak saat itu, posisinya sebagai si No.10 di bawah arahan pelatih Jose Pekerman kian tak terbantahkan.
James Rodriguez menginspirasi catatan mengesankan Kolombia di Piala Dunia 2014
Kemampuan
Oleh banyak pihak, James disebut-sebut sebagai talenta muda terbaik di dunia. Di usia yang masih menginjak 22 tahun, kemampuan bermainnya sebagai seorang playmaker sudah matang. Tak hanya piawai sebagai pengatur serangan, James yang dianugerahi kemampuan teknik di atas rata-rata juga bisa diplot sebagai sayap, gelandang tengah, hingga seorang striker.
Visi James sebagai pemain kreatif membuatnya mampu mengkreasikan umpan-umpan kunci yang berujung gol. Mengandalkan kaki kiri sebagai kekuatan utamanya, ia juga kerap muncul sebagai pemecah kebuntuan lewat pergerakannya menusuk pertahanan lawan dari lini kedua. Tak jarang, gol-gol berkelas dan tembakan jarak jauh menghiasi catatan golnya selama ini.
Atas kemampuan menawannya ini berbagai julukan pun ia terima. Ia kerap dianggap sebagai jelmaan sang legenda Kolombia, Carlos Valderrama, sehingga “El Pibe” atau “Si Bocah” sebagai julukan Valderrama juga kerap mengiringi James. Kini, dengan semakin matangnya permainan James, julukan anyar “King James” mulai populer terdengar.
Pujian demi pujian tak kalah deras mengalir kepadanya, terlebih melihat performa gemilangnya di Brasil 2014. "Yang paling mengejutkan, di usianya yang masih muda dia tidak memiliki beban sama sekali. Saya sungguh bangga dengan apa yang sudah dia lakukan, dan saya tidak pernah ragu jika ini akan menjadi Piala Dunia-nya James Rodriguez,” ujar Pekerman, pelatihnya di Kolombia.
Performa menawan di Brasil bisa membuat harga James Rodriguez melonjak tajam.
Prediksi
Properti panas bernama James Rodriguez akan terus panas selama beberapa musim ke depan. Memang akan sulit untuk menggaetnya pada bursa transfer musim panas ini mengingat ia baru saja meneken kontrak mahal berdurasi lima tahun dengan Monaco pada Mei 2013 lalu. Namun tetap saja ia sangat berpotensi untuk pindah, setidaknya dua atau tiga tahun ke depan.
Dilansir media-media Spanyol, Real Madrid dan Barcelona mulai tertarik untuk mendatangkan sang pemain. Bahkan menurut AS, Madrid dikabarkan siap memulai proses negosiasi dengan Monaco dengan tawaran awal berkisar €50 juta alias 'hanya' €5 juta lebih mahal dari harga yang dibayarkan Monaco kepada Porto.
James sendiri mengaku senang jika ia mendapat kesempatan bisa bermain di La Liga Spanyol dan bahkan sudah menyatakan preferensinya kepada Los Blancos. "Akan menjadi impian untuk bermain di sana [La Liga] yang merupakan liga terbaik di dunia. Saya lebih memilih Madrid daripada Barcelona," ujarnya.
Namun, kecil kemungkinan bagi James untuk langsung hijrah ke Madrid pada musim panas ini mengingat saat ini ia sudah menyatakan komitmennya bersama klubnya dan Monaco juga ingin berinvestasi lewat pemain terbaiknya ini. Mungkin saja, ketika James sudah semakin matang dalam dua atau tiga tahun ke depan, Madrid akan kembali datang dengan tawaran selangit, yang bahkan bisa menyamai banderol Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale, sehingga sanggup meluluhkan hati si pemilik kaki kidal istimewa ini.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics