RADAR TRANSFER: Joel Campbell, Striker Muda Yang Siap Meledak

Joel Campbell menjadi sorotan setelah membantu Kosta Rika menjadi kejutan terbesar di Piala Dunia 2014 dengan menjadi pemuncak klasemen di grup D.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Kosta Rika menjadi kejutan terbesar di Piala Dunia 2014 setelah keluar sebagai juara grup D, yang berisi tim-tim besar sepakbola, yaitu Inggris, Italia dan Uruguay, dengan mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan.

Joel Campbell menjadi salah satu pemain kunci dalam keberhasilan Kosta Rika menciptakan sejarah dengan menembus babak perempat-final untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebelum ditumbangkan oleh Belanda melalui adu penalti.

Penampilan terbaik Campbell untuk Tacos terjadi pada pertandingan pertama ketika menghadapi Uruguay. Saat itu, Edinson Cavani membawa timnya unggul terlebih dahulu melalui tendangan penalti di menit ke-24. Namun, Kosta Rika bangkit pada babak kedua.

Campbell sukses menyamakan kedudukan ketika paruh kedua berjalan sembilan menit memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti. Ia kemudian menciptakan assist kepada Marco Urena di menit ke-85 untuk menciptakan gol yang memastikan kemenangan tim.

Ia akhirnya terus dipercaya menjadi starter pada seluruh pertandingan Kosta Rika di Piala Dunia, meski strategi negatif timnya membuat ia gagal menambah jumlah gol dan juga jumlah assist.

Profil

Joel Campbell merupakan lulusan dari tim akademi Deportivo Saprissa, sebuah klub sepakbola di Kosta Rika, dan kemudian menghabiskan dua tahun karir profesional pertamanya bersama skuat senior di sana, meski sempat dipinjamkan ke Puntaneras pada 2011.

Di usianya yang ke 19 tahun, ia sudah menampilkan bakat impresif yang membuat beberapa klub Eropa tertarik untuk meminangnya. Campbell akhirnya memutuskan untuk menandatangani kontrak dengan durasi lima tahun bersama klub raksasa Liga Primer Inggris, Arsenal, setelah menolak tawaran dari Sevilla dan Fiorentina.

Namun, karirnya ternyata tidak berjalan mulus. Setelah resmi bergabung dengan The Gunners, Campbell gagal mendapatkan izin kerja sehingga ia tidak bisa bermain sepakbola di Inggris. Alhasil, ia langsung dipinjamkan ke klub Ligue 1 Prancis, FC Lorient. Satu tahun berlalu, izin kerjanya masih belum turun sehingga ia terpaksa kembali dipinjamkan ke klub lain, dan pada musim 2012/13 ia mencicipi persaingan Primera Liga Spanyol bersama Real Betis, di mana ia tampil 28 kali dengan menyumbang dua gol.

Pada musim panas 2013, izin kerjanya akhirnya turun, tetapi ia masih harus menunda keinginan untuk mengenakan jersey Arsenal karena klub kembali melepasnya dengan status pinjaman. Dan kali ini ia bertualang di Yunani bersama Olympiakos, di sanalah ia menemukan performa terbaik sejauh ini.

Campbell mengantarkan Olympiakos meraih juara Superliga Yunani usai mencetak delapan gol dari 32 pertandingan. Selain itu, ia juga mampu mencetak gol kedua ke gawang Manchester United ketika timnya sukses menekuk raksasa Inggris itu dengan skor 2-0 di Yunani pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions (di leg kedua, United membalikkan agregat dengan kemenangan 3-0).

Kematangan performa Campbell semakin tampak ketika ia memperkuat timnas Kosta Rika di Piala Dunia 2014. Ia menjadi salah satu pemain kunci keberhasilan Tacos menembus babak perempat-final di pentas akbar sepakbola empat tahunan tersebut dengan koleksi satu gol dan satu assist dalam lima pertandingan.

Kemampuan

Joel Campbell adalah penyerang muda bertalenta yang mampu tampil baik ketika dipercaya sebagai ujung tombak ataupun ketika berperan melebar.

Insting mencetak gol dan visinya dalam membaca permainan sudah terlihat dalam pertandingan pertama Kosta Rika di Piala Dunia 2014, saat itu Campbell menyambar bola muntah di dalam kotak penalti Uruguay untuk menyamakan kedudukan dan memberi timnya momentum bangkit. Selain itu, ia juga menciptakan assist krusial yang berbuah gol ketiga ke gawang Uruguay di menit akhir, sehingga timnya bisa memastikan kemenangan.

Bahkan, pemain legendaris Arsenal, Thierry Henry mengakui kualitas Campbell sebagai seorang striker yang mampu mencetak gol dan juga menciptakan assist. Pemain asal Prancis itu juga berharap Campbell bisa segera mengenakan jersey Arsenal setelah Piala Dunia.

"Joel Campbell adalah pemain luar biasa. Dia bisa mengumpan bola dengan baik dan juga mampu mencium bau gol," puji Henry seperti yang dilansir BBC Sport.

"Kami semua menunggu untuk melihat dia mengenakan jersey Arsenal. Saya harap dia akan menjadi pemain yang disukai Arsene Wenger, karena akan senang melihatnya bermain untuk Arsenal."

Prediksi

Tiga musim bersama Arsenal tetapi sama sekali belum pernah mengenakan jersey kebanggan klub tentu membuat Joel Campbell sangat ingin tetap bertahan bersama The Gunners musim depan, terutama menyusul performa impresifnya bersama Kosta Rika di Piala Dunia 2014.

Pelatih Arsene Wenger sebenarnya tampak menyambut baik hal tersebut, mengingat kini barisan depan timnya menyisakan Olivier Giroud, Lukas Podolski dan Yaya Sanogo. Kehadiran Campbell tentu akan menjadi hal positif.

Namun, kabar terbaru mengatakan Wenger akan lebih memilih untuk mencari striker baru di bursa transfer, dengan nama-nama tenar seperti Mario Balotelli dan Klaas Jan-Huntelaar, mencuat di Emirates Stadium.

Oleh karena itu, Campbell tampaknya akan kembali dipinjamkan ke klub lain pada musim 2013/14, tetapi Wenger kali ini akan mencari klub Liga Primer Inggris agar musim depan pemain berusia 22 tahun itu tidak kesulitan beradaptasi.

Newcastle United menjadi klub terdepan yang diperkirakan akan mendapatkan jasa Campbell dengan status pinjaman, disusul dengan Everton, West Ham United dan Southampton, yang telah melepas striker andalan tim, Rickie Lambert, ke Liverpool.

Meski demikian, tidak menampik kemungkinan Campbell akan kembali berkarir di luar Inggris, setelah agen sang pemain mengungkapkan adanya ketertarikan dari klub Italia, terlebih lagi klub itu bukan klub kecil, yaitu AC Milan.

"Apakah klub Italia meminati Campbell? Benar, ada beberapa klub elit tertarik padanya. Namun saya membantah bahwa sudah ada pembicaraan formal dengan Milan," ungkap Roger Lacey.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics