RADAR TRANSFER: Memphis Depay, Sayap Cepat Oranje

Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Memphis Depay sudah dipercaya sebagai super-sub timnas Belanda di Piala Dunia 2014.

OLEH AGUNG HARSYA Ikuti @agungharsya di twitter

Seperti kemampuannya dalam berakselarasi, Memphis Depay dengan cepat menjadi pusat perhatian penggemar sepakbola dunia ketika tampil memikat bersama timnas Belanda di Piala Dunia yang baru saja berlalu.

Depay mengukir rekor sebagai pencetak gol termuda serta pemain inti termuda dalam sejarah partisipasi Belanda di Piala Dunia. Depay juga tampil menghentak dengan mencetak dua gol plus satu assist sepanjang turnamen. Tak heran jika pemain 20 tahun ini menjadi salah satu nominator pemain muda terbaik Piala Dunia.

Reputasinya pun melejit. Pemain yang baru tiga musim menjalani karier profesional itu memikat sejumlah pemantau bakat klub-klub top Eropa. Banderolnya pun meningkat hingga diklaim oleh agennya sendiri mencapai €20 juta!
Profil. Pemain kelahiran Moordrecht ini telah bergabung ke akademi PSV Eindhoven sejak 2006. Sebelumnya, dia menekuni sepakbola ketika masih berusia enam tahun dan selama tiga tahun menimba dasar-dasar bermain sepakbola di klub lokal, VV Moordrecht. Depay kecil kemudian pindah ke akademi Sparta Rotterdam hingga akhirnya PSV datang mengetuk pintu.

Debut profesional Depay ditandai musim 2011/12 dengan tampil memperkuat PSV di ajang Piala Belanda dan langsung mencetak gol! Debut Eredivisie ditandai ketika tampil sebagai pemain pengganti ketika mengalahkan Feyenoord Rotterdam 3-2, 26 Februari 2012, dan dua pekan berselang mengemas gol liga perdana ke gawang Heerenveen.

Hingga musim 2012/13, Depay lebih banyak berstatus sebagai pemain pengganti dan digadang-gadang sebagai calon bintang masa depan. Barulah ketika PSV ditangani Philip Cocu musim 2013/14 lalu, Depay menjadi pemain andalan tim yang tampil reguler. Total sebanyak 32 penampilan, seluruhnya sebagai pemain inti, diukirnya plus torehan 12 gol.

Catatan statistiknya pun menggiurkan bagi setiap klub peminat. Depay tercatat paling sering melepaskan tembakan dan dribel, yaitu 5,2 tembakan dan 3,2 dribel per laga, di antara pemain Eredivisie lain. Umpan kunci yang dilakukannya mencapai 87 kali dan hanya kalah dari si raja assist Eropa musim lalu, Dusan Tadic.

Dengan semua atribut itu, Louis van Gaal mempercayakan satu posisi dalam skuat Piala Dunia untuk Depay. Debut internasional di level senior ditandainya pada pertandingan melawan Turki, Oktober tahun lalu. Sebelumnya, Depay berpengalaman membela Oranje di setiap kelompok usia dini.

Sebelum menerima panggilan dari Van Gaal, Depay sebenarnya memiliki pilihan bermain untuk negara kelahiran sang ayah, Ghana.

"Saya sangat bangga berada di timnas Belanda, mendapat sebutan bintang masa depan adalah sesuatu yang bagus didengar dan menjadi dorongan ekstra bagi saya," tukasnya kepada De Telegraaf.

"Saat dikelilingi pemain seperti Robin van Persie dan Arjen Robben," ujar Depay di kesempatan lain, "tidak ada lagi cara lebih baik untuk berkembang sebagai pesepakbola daripada hal seperti itu."
Kemampuan. Gol perdana di ajang internasional yang dilakukan di Piala Dunia menjadi cerminan dari kemampuan Depay.

Gol tersebut tercipta pada babak kedua pertandingan melawan Australia. Berlari menggiring bola dari tengah lapangan, Depay melihat ruang yang terbuka di antara pertahanan lawan. Tanpa ragu dia melepaskan tendangan berjarak sejauh 25 yard. Bola melintir dan bersarang di pojok gawang Mat Ryan sekaligus memberikan Belanda kemenangan 3-2.

Gol itu merupakan hasil kerja keras Depay dalam mengasah kemampuan setiap kali berlatih. Dia tidak memungkiri terinspirasi dengan gaya bermain Cristiano Ronaldo, termasuk cara bintang Real Madrid itu dalam mengeksekusi tendangan bebas. Setiap kali PSV mendapat kesempatan tendangan bebas di area 20-25 yard, hampir bisa dipastikan bakal dieksekusi Depay dengan gaya khas Ronaldo.

Namun, Depay masih belum menemukan konsistensi permainan. Dalam sejumlah kesempatan musim lalu, Depay kerap bimbang dalam menentukan keputusan akhir, apakah memberikan umpan atau melepaskan tembakan.

Depay juga sulit mengatasi tekanan kala berlaga di pertandingan penting dan kompetitif. Contohnya, ketika PSV gagal membendung AC Milan di babak play-off Liga Champions musim lalu. Begitu pula ketika Depay sulit mengembangkan permainan saat menghadapi pertahanan berlapis Kosta Rika di babak delapan besar Piala Dunia.
Prediksi. Mengingat usianya yang masih sangat muda, pilihan terbaik bagi Depay adalah bertahan di PSV hingga dua tahun ke depan.

Kemampuan Depay masih dapat terus berkembang dan perkembangan itu bisa terjadi jika dia memperoleh kesempatan bermain reguler. Saat ini, posisi telah dapat digenggam bersama PSV. Bahkan kecemerlangan Depay dapat membuat fans PSV melupakan nama Zakaria Bakkali, yang juga digadang-gadang memiliki potensi sebagai bintang masa depan.

"Saya membaca berita kalau Manchester United, Manchester City, dan Tottenham Hotspur berminat. Tapi tak lebih dari itu," ujar Depay kepada Algemeen Dagblad.

"Lihat saja nanti. Saya belum meraih gelar juara bersama PSV. Memang saat ini muncul pertanyaan tentang apa yang bakal saya lakukan dan saya memakluminya."

Jika mau mendengarkan nasihat Cocu berikut ini, tentu Depay lebih baik bertahan terus bersama PSV karena tawaran klub top Eropa akan datang dengan sendirinya jika mampu mempertahankan performa.

"Tidak ada yang mengontak kami dan dia terikat kontrak hingga 2017, jadi tidak perlu terburu-buru," ujar sang pelatih dilansir Voetbal International.

"Saya akan bilang kepada Memphis lebih bagus buatnya kalau dia bertahan setahun lagi di sini. Dia baru menjalani satu musim penuh. Perlu ada fondasi yang kuat sebelum membuat langkah berikutnya. Makanya, dia mesti bertahan di PSV setidaknya setahun lagi."

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics