RADAR TRANSFER: Roberto Firmino, Tumpuan Brasil Pemikat Duo Raksasa North-West

Kegemilangan pemuda 23 tahun ini dengan Hoffenheim, dan kini juga bersama Brasil, membuatnya jadi rebutan Manchester United dan Liverpool.

Sanksi berat empat laga untuk Neymar menjadi pukulan telak untuk Brasil di Copa America 2015. Hukuman berat itu menyudahi lebih dini partisipasi sang bintang utama sekaligus kapten tim dalam pagelaran internasional di Cile.

Tantangan yang dihadapi pasukan Carlos Dunga untuk kembali merajai kawasan CONMEBOL dan mengobati kekecewaan Piala Dunia 2014 di rumah sendiri terasa makin besar.

Maklum, terlepas dari sejarah mengilap Selecao sebagai penghasil talenta-talenta nomor satu, tak sedikit pengamat yang menyebut Neymar adalah satu-satunya bintang tulen dalam skuat saat ini. Matikan Neymar, maka Brasil habis sudah. Begitu asumsi yang muncul usai kekalahan Tim Samba dari Kolombia pada partai kedua Grup C, partai yang berakhir dengan kartu merah Neymar karena menyulut keributan selepas peluit panjang.

Namun, bersama kesulitan ada kemudahan.

Absensi Neymar jadi kesempatan Brasil untuk lebih menonjolkan kekuatan kolektivitas tim, yang menjadi dasar dari skema Dunga yang terkenal sebagai sosok pragmatis. Lagi pula, walaupun level penggawa lain mungkin memang masih di bawah Neymar, bukan berarti Selecao nihil tumpuan.

Untuk lini ofensif, di samping Willian dan Philippe Coutinho, Dunga juga menggantungkan asa pada Roberto Firmino Barbosa de Oliveira, yang banyak dimainkannya sebagai false nine alias striker palsu.

Firmino akan makin penting untuk Brasil menyusul suspensi Neymar

Nama terakhir ini tergolong muka fresh untuk timnas Brasil, tapi dalam kiprahnya yang relatif masih hijau di kancah internasional Firmino telah membuktikan kualitasnya tidak sembarangan. Pada laga pamungkas ronde penyisihan Copa, pilar TSG Hoffenheim ini membuat satu gol untuk membantu Brasil menyegel kemenangan 2-1 kontra Venezuela dan melangkah ke fase knock-out sebagai jawara grup.

Itu adalah gol keempat Firmino dalam cap kesembilan untuk La Verde-Amarela alias Si Hijau-Kuning. Impresif untuk seorang pemuda 23 tahun yang baru merambah sepakbola antarnegara pada Oktober silam.

Terlepas dari itu, pemanggilan Firmino untuk melakoni tugas internasional sesungguhnya terbilang telat. Setidaknya sudah dalam tiga musim terakhir ia meraih predikat bintang di Bundesliga Jerman.

Performa moncer Firmino sempat menggoda Luiz Felipe Scolari untuk datang mengunjungi Kraichgau, region basis Hoffenheim, tapi pada akhirnya Felipao tidak memberikan tempat kepada sosok kelahiran 2 Oktober 1991 itu.

Adalah Dunga, suksesor Scolari usai Brasil hancur lebur di PD 2014, yang menyerahkan kesempatan debut timnas buat Firmino pada laga eksebisi melawan Turki, 23 Oktober tahun lalu. Firmino, yang turun dalam 17 menit terakhir sebagai pengganti Luiz Adriano, jadi langganan Selecao sejak saat itu.

Merintis karier sepakbola di Clube de Regatas Brasil di kampung halamannya, Maceio, Firmino menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Tonbense FC, untuk langsung dipinjamkan ke Figueirense FC di Serie B Brasil.

Di sanalah sinarnya melesat. Firmino beraksi gemilang dan mengemas tujuh gol dalam 36 laga untuk merebut gelar Pemain Terbaik Musim 2009/10. Peluang untuk hijrah ke Eropa, destinasi dambaan nyaris seluruh pesepakbola, pun terbuka. Firmino dipinang Hoffenheim pada jendela transfer Januari 2011 dan mampu cepat nyetel di Rhein-Neckar Arena.

Cepat, berpostur ideal (181 cm), punya skill dribel ciamik, dan multifungsi, penggemar tato ini segera dikenal sebagai salah satu rising star di Bundesliga. Setelah berperan sentral menyelamatkan Hoffe dari ancaman turun kasta pada 2012/13 dengan menyumbang satu gol dalam dua leg laga play-off degradasi versus Kaiserslautern, nama Firmino benar-benar menjulang di musim berikutnya.

Gelontoran 16 gol plus suplai 12 assist dalam 33 pertandingan melahirkan anugerah Bundesliga Breaktrough Player of the Season 2013/14 untuk Firmino. Konsistensi penampilannya terus terjaga musim lalu dengan tujuh kali menjebol gawang lawan dan membukukan sepuluh assist dalam 33 aksi liga untuk mengantar Hoffenheim finis kedelapan, posisi tertinggi kedua klub sepanjang sejarah keikutsertaan di Bundesliga.

*) Statistik di Bundesliga 2014/15

Kekuatan mental dan keinginan untuk terus memperbaiki diri juga jadi nilai plus Firmino. Sebagai youngster, Firmino juga sempat dikalahkan oleh sisi badungnya. Ia pernah mendapat suspensi dari Hoffenheim lantaran berulang kali datang terlambat ke sesi latihan. Masalah indisipliner ini tak ditolerir meski sang pemain punya peran penting dalam tim. Hukuman itu disikapi positif oleh Firmino dan dijadikannya cambuk guna kembali merebut posisi regular.

Sementara ketangguhan karakternya berbicara setelah menderita cedera serius berupa kerusakan ligamen engkel jelang akhir kampanye 2011/12. Mimpi buruk itu dilalui dengan cepat oleh Firmino dan ia sudah kembali merumput hanya dalam rentang empat bulan.

Jadi tidaklah mengherankan apabila servisnya kini dilirik klub-klub papan atas.

Skill tinggi dan kecakapan Firmino memainkan berbagai posisi lini ofensif, dari kedua sayap, gelandang serang, penyerang lubang, bahkan hingga pemimpin garis depan, menjadikannya komoditi yang laris-manis di bursa transfer. Setidaknya duo raksasa Inggris penghuni kawasan North-West, Manchester United dan Liverpool, telah santer dikabarkan berebut tanda tangannya.

The Reds masih punya masalah dalam urusan menggedor pertahanan musuh selepas kepergian Luis Suarez ke Barcelona tahun lalu. Daniel Sturridge yang diharapkan jadi pengganti mumpuni justru akrab dengan cedera dan Mario Balotelli – seperti biasanya – lebih sering menghiasi headline dengan tingkah laku ekstrentrik dan kontroversial. Menggaet Firmino juga akan menjadi langkah antisipatif bagi Brendan Rodgers andai ia pada akhirnya terpaksa menjual Raheem Sterling.

Sementara itu, terlepas dari kedatangan Memphis Depay, Louis van Gaal masih mencari tambahan amunisi ofensif anyar di Old Trafford. Radamel Falcao, yang sudah dipulangkan, dan Robin van Persie bermain di bawah standar musim lalu.

Kedatangan Firmino bisa mengurangi beban Wayne Rooney sebagai goal-getter dan yang tidak kalah penting, ia bisa berperan sebagai pendukung Roo dari belakang maupun sebagai pendampingnya langsung di sektor depan. Fleksibilitas posisi Firmino juga akan krusial untuk mengakomodasi mulusnya penerapan skema 4-3-3 usungan Van Gaal.

Tidak dibutuhkan dana terlalu besar untuk menggamit Firmino. Bujet €25 juta memadai untuk membujuk Hoffe melego si No 10 yang sejatinya masih terikat dengan klub hingga dua musim mendatang. Siapa bakal dapat?

ROBERTO FIRMINO

Nama lengkap: Roberto Firmino Barbosa de Oliveira

Tempat, tanggal lahir: Maceio, Brasil, 2 Oktober 1991
Koleksi Gelar (Individu):

Bundesliga Breakthrough Player of the Season 2013/14

Karier pemain:
2009-2010: Figueirense    
2011-sekarang: Hoffenheim 
 
Karier timnas:

2014-sekarang: Brasil
 
 

38 laga (8 gol)
140 (35)

9 (4)