RADAR TRANSFER: Toni Kroos, Pelayan Yang Terus Jadi Rebutan

Manchester United, Real Madrid, dan Barcelona kini tengah berlomba-lomba untuk mendapatkan tanda tangan dari gelandang pengumpan jitu ini.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Mendiskusikan Toni Kroos berarti kita sedang membicarakan seorang pemain kelas atas namun dengan masa depan yang masih buram. Buram bukan berarti kariernya tengah menurun mengingat Kroos saat ini terus menunjukkan kematangannya di usianya yang masih menginjak 24 tahun. Buram yang dimaksud adalah, masih belum jelas di manakah Kroos akan bermain di musim 2014/15.

Kontrak Kroos di Bayern Munich sejatinya masih berlangsung hingga musim panas 2015, namun masalah muncul ketika sang gelandang enggan menyetujui perpanjangan kontrak yang diajukan klub pada awal tahun ini. Menurut Sport Bild, alasan utama Kroos menampik ekstensi kontrak ini adalah karena tuntutan gaji yang ia inginkan tidak dikabulkan oleh Bayern. Kroos menuntut gaji €7-10 juta per tahun atau sekitar €150-200 ribu per pekan.

Saat ini, Kroos diyakini 'hanya' bergaji €4,5 juta per tahun di Bayern yang dilaporkan kurang dari setengah dari gaji tahunan milik Bastian Schweinsteiger dan Philipp Lahm sebesar €10 juta. Gaji Kroos ini juga dilaporkan tak lebih banyak dengan penyerang veteran Claudio Pizarro. Di satu sisi, Kroos sendiri terus semakin mengukuhkan diri punya peranan penting di skuat Pep Guardiola, tentu dia meyakini pengaruh besarnya tersebut pantas mendapat bayaran setimpal.

Bayern masih mencoba membujuk Kroos untuk tetap bertahan, namun di saat bersamaan Manchester United sudah siap menampung andai permintaan sang bintang tak kunjung dipenuhi. Dan pada bursa transfer musim panas ini, Real Madrid dan Barcelona juga dilaporkan terus mengikuti saga transfer Kroos ini dan siap bernegosiasi setelah Piala Dunia 2014 rampung di mana sang pemain sejauh ini selalu tampil starter bagi Jerman dan berkontribusi dalam mengantar negaranya itu ke babak semi-final.

Apakah Kroos terkesan terlalu ambisius? Pihak yang kontra dengan kepindahan Kroos tentu menyayangkan tindakannya ini mengingat ia sudah mendapatkan segala fasilitas yang diimpikan banyak pemain dengan berkarier bersama Die Roten. Simak pernyataan Mehmet Scholl, salah seorang mantan bintang Bayern di era pergantian milenium. “Bukan pilihan bijak bagi Toni untuk bermain kartu dengan Bayern. Saya rasa gajinya saat ini sudah cukup untuk menghadirkan makanan hangat di meja makannya setiap harinya,” tutur School kepada TZ.

Sependapat dengan Scholl, Owen Hargraves juga lantang berbicara dengan menuduh Kroos seperti seorang 'mata duitan'. Katanya kepada Goal, "Tak banyak pemain yang ingin meninggalkan Bayern Munich. Saya pergi [dari Bayern ke Manchester United] karena saya sudah sepuluh tahun berkarier di sana dan ingin mendapat tantangan baru, jadi bukan soal uang. Namun, beda halnya ketika kita membicarakan situasi Kroos. Rumput tetangga tak selalu lebih hijau. Dia mungkin bisa pergi ke tempat lain, tetapi kebutuhan apapun yang dia inginkan sudah tersedia semuanya di Bayern.”

Profil

Lahir di Greifswald pada 4 Januari 1990, Kroos muda langsung mengawali karier sepakbolanya sejak usia tujuh tahun bersama klub di kota kelahiranya yang terletak di area Jerman utara tersebut: Greifswalder SV. Bakatnya yang menonjol lalu membuatnya pindah ke Hansa Rostock sebelum masuk ke akademi Bayern Munich pada 2006, yakni saat usianya masih 16 tahun.

Progres cepat Kroos berujung pada promosinya ke tim utama pada 2007/08. Cerita indahnya bersama Bayern pun dimulai. Ia melakukan debut pada 26 September 2007 ketika tampil sebagai pemain pengganti saat Bayern menggebuk Energie Cottbus 5-0. Dalam penampilannya selama 18 menit tersebut, Kroos langsung menelurkan dua assist kepada Mirosalv Klose.

Itulah debut Kroos dalam 17 tahun usianya dan tercatat sebagai pemain termuda yang pernah tampil sepanjang sejarah klub di laga kompetitif. Rekor ini bertahan tiga tahun sebelum David Alaba mampu melakukan hal serupa pada 2010. Selain tampil di tim senior, Kroos juga kerap main bagi tim reserve Bayern Munich II yang tampil di divisi Regionalliga Süd.

Musim berikutnya, Kroos dipinjamkan ke Bayer Leverkusen selama 18 bulan pada Februari 2009. Di sinilah kematangan Kroos mulai terlihat dan menahbiskan dirinya sebagai pemain reguler Werkself di musim 2009/10. Sekembali ke Bayern, Kroos mulai mendapat tempat di skuat utama dan berpuncak pada era Jupp Heynckes, mantan pelatihnya di Leverkusen, yang menukangi Bayern selama dua musim.

Raihan treble di musim 2012/13 menjadi pencapaian terbaiknya di level klub. Musim lalu, meski tetap dipasang sebagai starter oleh Pep Guardiola, isu ekstensi kontrak yang ia tolak lebih menghiasi performanya. Sementara di level timnas, Kroos praktis tidak mengalami hambatan berarti mengingat ia terus berkembang secara berjenjang di Jerman U-17, U-21, hingga mampu tampil sebagai pemain reguler di Brasil 2014.

Kemampuan

Sebagai pemain yang lebih banyak diposisikan sebagai gelandang sentral, Kroos juga bisa digeser sebagai gelandang serang atau gelandang sayap. Inilah yang membuat banyak pihak menilai Kroos merupakan seorang gelandang komplet. Ia begitu setia menjadi pelayan para penyerang di lini depan yang siap menyambut umpan terukurnya.

Akurasi umpan menjadi faktor utama mengapa Kroos kini terus berkembang menjadi gelandang papan atas. Statistik mencatat, pada musim lalu Kroos adalah pemain dengan akurasi umpan tertinggi di Bundesliga Jerman, yakni mencapai 91,9 persen! Visi bermainnya yang mengedepankan penguasaan bola dan umpan-umpan pendek membuatnya cocok dengan sistem tiki-taka yang dikembangkan Guardiola. Tak heran, mantan pelatih Barcelona itu terus memasang Kroos dalam 51 laga di semua ajang musim lalu.

Namun, jangan lupakan pula Kroos juga piawai dalam mengeksekusi bola mati. Dua assist-nya kepada Mats Hummles saat Jerman melawan Portugal dan Prancis di Piala Dunia 2014 tercipta melalui sepak pojok dan tendangan bebas Kroos. Kaki kiri dan kanan yang sama hidupnya juga memudahkan Kroos melepas tembakan spekulasi dari luar kotak penalti yang menjadi favoritnya selama ini.

Paul Scholes, mantan gelandang elegan Manchester United mendeskripsikan kemampuan Kroos ini. "Saya senang melihat Toni Kroos. Dia brilian. Saya juga senang dengan bagaimana dia mengontrol bola dan pertandingan. Dia benar-benar bisa melakukan umpan dan memiliki visi super. Kroos juga mampu mencetak gol dari luar kotak dengan kedua kaki," ujarnya kepada Paddy Power.

Prediksi

Seiring waktu berlalu, spekulasi kepindahan Kroos kian berembus kencang. Selain lantaran tak jua memperpanjang kontraknya bersama Bayern yang berakhir tahun depan, hingga saat ini tercatat sudah ada tiga klub besar yang mencoba memanfaatkan situasi ini. Manchester United, Real Madrid, dan Barcelona dikabarkan sudah siap memberikan besaran gaji sesuai keinginan Kroos yang selama ini menjadi penghambat ekstensi kontraknya di Allianz Arena.

Paul Scholes sangat menyarankan Louis van Gaal dan United untuk segera memboyongnya, "Saya hanya berharap United merekrut dia. Ya, sungguh bagus melihat United membeli pemain baru, tetapi mereka belum merekrut pemain dengan kualitas seperti Kroos," katanya.

Sementara Owen Hargreaves, yang pernah menyeberang dari Bayern ke United, ragu jika gaya permainan Kroos bakal cocok di Inggris. “Dia sudah di Bayern Munich untuk waktu yang lama sejak usia muda dari Hansa Rostock. Saya lebih melihat ini berkaitan dengan isu uang ketimbang isu lainnya. Maka pertanyaan terbesarnya adalah, ‘Apakah ia akan cocok di Liga Primer dengan formasi 4-4-2?’ Saya tetap berpikiran bahwa tempat terbaiknya saat ini adalah di Bayern.”

United sendiri masih bersikeras dengan tawaran €25 juta, meski harga pasar Kroos menurut Transfermarkt menunjukkan angka jauh lebih tinggi, yakni sekitar €44 juta. Apalagi, Setan Merah baru saja memboyong Ander Herrera, gelandang dari Athletic Bilbao, dengan harga yang tak murah. Jika United mulai menunjukkan tanda-tanda angkat tangan, situasi inilah yang bisa dimaksimalkan Real Madrid dan Barcelona.

Terkhusus Barca, mereka tentu butuh seorang gelandang elegan seperti Kroos setelah kepergian Cesc Fabregas dan kemungkinan besar akan disusul Xavi Hernandez. Namun, dalam beberapa hari terakhir Madrid dilaporkan sudah mencapai kata mufakat dengan Kroos yang langsung dibantah sendiri olehnya. “Segera setelah turnamen [Piala Dunia 2014] berakhir, saya akan buat keputusan dan sesuatu akan diumumkan. Tapi ini tidak akan terjadi selama saya di sini dan saya belum menandatangani apa pun,” tegasnya.

Dengan peran pentingnya sebagai seorang pelayan di lini tengah, kreator serangan, dan pengatur irama permainan tim, Pep Guardiola tentu tak ingin kehilangan Kroos, tapi keputusan akhir terletak di tangan si pemain sendiri. "Saya ingin Toni bertahan. Kalle [Karl-Heinz Rummenigge] dan Matthias [Sammer] juga menginginkannya bertahan. Dia pemain super dan bisa mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Ini tergantung kepadanya," ucap Guardiola.

Jadi, tetap di Bayern Munich atau pindah, Toni?

Peluang pindah Toni Kroos di musim panas ini sangat besar.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics