Raheem Sterling, Berkah Melimpah Untuk Manchester City

Kehadiran Sterling di Etihad ternyata menjadi solusi multi-dimensi untuk berbagai masalah City, dimulai dari masalah administrasi hingga formasi.

Tirai drama transfer Raheem Sterling akhirnya ditutup. Alurnya berakhir dengan bahagia bagi sang protagonis karena ia mendapatkan apa yang ia inginkan, yakni kepindahan ke Manchester City.

Transfer ini sekaligus meninggalkan luka bagi Liverpool walau mendapatkan £49 juta dari kesepakatan. Pasalnya, selain kehilangan pemain muda berprospek cerah, mereka juga harus menambal lubang yang ditinggalkan Sterling – dan rekor mereka selalu buruk dalam hal ini.

Tapi mari kita lupakan sejenak soal Liverpool. Edisi kali ini takkan bicara banyak tentang kisah sendu di Merseyside. Sekarang adalah saatnya untuk bicara tentang optimisme dan pesta pora yang sepertinya bakal digelar di Etihad Stadium, tepat setelah Manuel Pellegrini berhasil mendapatkan target utamanya.

Tak seperti musim sebelumnya, transfer kali ini merupakan hal yang benar-benar sesuai kebutuhan The Citizens. Mereka tak sekadar berhasil mendapatkan pemain muda untuk memudakan skuat mereka – yang starting XI-nya tertua musim lalu – namun juga menghadirkan solusi bagi masalah-masalah lain. Sebut saja kuota homegrown yang mereka wajib penuhi. Kehadiran Sterling tentu menjadi solusi karena sang winger sudah lama bermain di Inggris.

Kehadiran Sterling di City memang jadi solusi multidimensi bagi Pellegrini. Namun ia bukan cuma pemain pengisi kuota, atau pemain untuk menutupi lubang administrasi Liga Champions, apalagi pemain penghangat bangku cadangan. Ia benar-benar pemain berbakat yang kiranya bakal menghibur seantero Etihad musim depan. Perlu diingat, Sterling merupakan salah satu penampil terbaik Liverpool musim lalu dan ia jelas memiliki kualitas untuk menembus skuat utama The Citizens.

Pellegrini pastinya sudah menyiapkan satu tempat untuk Raheem Sterling dalam formasi 4-2-3-1 dan mungkin sang pemain sudah tahu di mana ia bakal bermain musim depan: sayap kiri. Sang manajer memang memiliki banyak opsi untuk mengisi posisi tersebut, namun melebarnya David Silva ke sektor kiri menjadi bukti bahwa Pellegrini tak punya amunisi yang memuaskan hatinya.

Sterling memang tak banyak bermain di posisi tersebut musim lalu, mengingat Brendan Rodgers selalu mengubah formasi dan peran Sterling di setiap laganya. Namun dari catatan statistik, posisi tersebut merupakan posisi di mana Sterling bisa memaksimalkan performanya.

Ia memang cuma menghasilkan satu gol dan tiga assist dari posisi tersebut, tapi ia menciptakan lebih banyak peluang dari sana. Rata-rata 3,9 dribel sukses per laga dari total rerata 2,9 yang ia catatkan sepanjang musim. Sterling lebih bebas bergerak di sektor tersebut, ia merasa lebih bebas berlari dan menusuk ke dalam karena ia adalah pemain berkaki kanan. Total dribel dan penciptaan peluang merupakan bukti nyata walau ia hanya bermain delapan kali di posisi tersebut.

Di samping itu, kehadiran Sterling di sayap kiri bisa mengembalikan Silva ke posisi aslinya ke tengah. Gelandang Spanyol tersebut memang lebih sering bermain di sektor kiri musim lalu, mencatatkan 26 penampilan di posisi tersebut dari total 37. Ia memang punya kemampuan untuk menusuk ke kotak penalti dan menciptakan peluang, tapi jika kembali ke tengah, niscaya Silva bakal semakin tajam.

Mengapa? Posisi di belakang striker merupakan posisi alami Silva dan dalam posisi tersebut, pergerakan dan penyelesaian sang gelandang terbukti lebih klinis. Ia mencatatkan 5 gol dari posisi tersebut, dari total 12 gol yang ia cetak sepanjang musim.

David Silva & Sergio Aguero bakal dapat dorongan besar dari sektor kiri.

Datangnya Raheem Sterling ke Etihad Stadium jelas bakal meningkatkan efektivitas serangan. Usia muda dan status homegrown hanya menjadi bonus jika dibandingkan dengan hal ini. Namun, sementara kehadiran Sterling jadi angin segar, Pellegrini tak boleh jemawa karena lini lain masih punya masalah.

Sebut saja Yaya Toure, Vincent Kompany, dan Jesus Navas yang sudah uzur. Tak bisa dipungkiri, performa mereka menurun seiring bertambahnya usia. Pellegrini masih harus menyelesaikan PR ini jika memang benar-benar ingin bersaing di Liga Primer, lagi di Liga Champions.

Adapun, Etihad tetap berhak menggelar pesta singkat dan bersuka ria karena mereka telah mendapatkan salah satu bintang muda terbaik Eropa. Dan mungkin, Sterling bakal menjadi sinar terang Citizens untuk banyak tahun ke depan. Soal kepantasan harga £49 juta? Biarkan waktu yang menjawabnya, toh usia sang winger masih 20 tahun.