Rahmad Darmawan: 'Fighting' Menunjukkan Persaingan Sengit

RD melihat perkelahian antarpemain memiliki sisi positif juga, terkait persaingan memperebutkan tempat di tim inti

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI SURABAYA Pelatih Persebaya Surabaya Rahmad Darmawan mencoba menilai dari sisi positif terkait adu jotos yang dilakukan pemain saat menggelar game internal, dan menganggapnya sebagai persaingan memperebutkan posisi di tim inti.

Seperti diberitakan sebelumnya, Alfin Tuasalamony dan Manahati Lestussen, terlibat baku hantam dengan Ahmad Hisyam Tolle. Mereka bertiga terlibat ketegangan, saat tim menggelar game internal kontra Persebaya U-21 di Lapangan Brigif 1, Gedangan, Sidoarjo.

“Semua sudah selesai, tidak ada yang perlu dipanjang-lebarkan. Saya tegaskan, tidak ada pengaruhnya kejadian kemarin dalam persiapan tim. Kejadian kemarin itu spontanitas saja,” ungkap RD, sapaan Rahmad, saat dikonfirmasi Goal Indonesia.

“Kini sudah normal, mereka juga sudah akur kembali. Kejadian seperti ini sudah biasa dalam dinamika tim sepakbola.”

Bagi mantan arsitek Arema Cronus musim lalu tersebut, ada nilai yang bisa petik dalam pertikaian ketiga pemainnya itu. Hal ini menunjukkan adanya persaingan antarpemain dalam menunjukkan kualitas terbaiknya agar bisa menjadi pilihan utama pelatih.

“Saya suka fighting mereka. Kenapa? Karena ini kompetisi. Seorang pemain mau menunjukkan diri pantas bermain di tim inti, dan itu bagus,” beber RD.

Memang, Alfin dan Lestussen adalah bagian dari skuat utama RD bersama Persebaya di musim ini. Sementara Hisyam, hanyalah pemain cadangan yang jarang mendapatkan menit bermain. Selama ini, pemain yang berasal dari Makassar tersebut, malah lebih banyak memperkuat tim Persebaya U-21.

“Tentu yang cadangan ingin menunjukkan diri, dan ini cuma bagian dari friksi yang terjadi dalam satu keluarga. Saya anggap mereka semua ini sebagai satu keluarga,” paparnya.

Terlepas dari kejadian tersebut, rombongan Persebaya dijadwalkan akan bertolak menuju Yogyakarta, Kamis (7/8), untuk menghadapi Persiram Raja Ampat dan Persiba Bantul. RD menyatakan, skuat Bajul Ijo sudah cukup siap menghadapi laga tersebut, dan ia optimis skuat arahannya bisa pulang mendapat hasil maksimal.

Persebaya kini memiliki tiga skema baru di luar pola 4-4-2, yang selama ini diperagakan di pentas ISL. RD mengaku, skuat Persebaya kini mulai fasih memperagakan skema 4-4-1-1, 4-3-1-2, serta 3-2-4-1.

“Saya memang sengaja terus men-drill mereka dengan skema permainan baru, agar bisa menjadi pilihan di luar pola biasanya, sehingga begitu pola permainan terbaca lawan, kami bisa mengantisipasinya,” pungkas pelatih asal Lampung tersebut. (gk-43) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.