Rahmad Darmawan Terus Pelajari Kekalahan Dari Persela Lamongan Di Putaran Pertama

Para penggawa Persebaya juga mulai beradaptasi lagi dengan lapangan di Stadion GBT.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI SURABAYA

Persebaya Surabaya memiliki target ganda dalam laga melawan Persela Lamongan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, 19 Agustus nanti. Pasalnya, selain mengejar kemenangan guna mengunci langkah lolos ke delapan besar, tim Bajul Ijo juga ingin melakukan revans atas kekalahan 3-0 dari Laskar Joko Tingkir, pada putaran pertama.

"Sudah mulai disiapkan sejak sekarang. Kekalahan dari Persela putaran pertama lalu, juga terus saya pelajari," ucap Rahmad Darmawan (RD), pelatih Persebaya.

Para penggawa Persebaya pun langsung digeber dalam sesi latihan di GBT, Minggu (17/8). "Ini latihan pertama kami, setelah tur dari Jogjakarta kemarin. Kami ingin mulai persiapan jelang lawan Persela (Lamongan), dalam lanjutan kompetisi," tutur RD.

Ia menjelaskan, dipilihnya GBT sebagai tempat latihan, dari yang biasanya digeber di Lapangan Brigif 1 Marinir, Gedangan, Sidoarjo, untuk membiasakan para penggawanya akan kondisi lapangan di GBT.

"Sudah lebih dari satu bulan, kami tak merasakan lapangan Stadion GBT. Jadi, kami ingin menyesuaikan diri dulu. Terlebih, kami harus fokus untuk mengamankan tiket lolos ke babak delapan besar," terangnya.

Terlepas dari kondisi tersebut, perjuangan para penggawa Bajul Ijo layak mendapatkan apresiasi. Pasalnya, di tengah kegalauan lantaran gaji selama dua bulan belum dibayarkan oleh manajemen, para pemain Persebaya tetap tampil dominan saat melakoni tur ke Jogjakarta. Di mana dalam lawatan tersebut, Persiram Raja Ampat berhasil dihajar 3-0 dan Persiba Bantul dikalahkan 5-0.

"Saya hanya meminta kepada para pemain, untuk tetap mempunyai tanggung jawab yang cukup tinggi. Dan sesuatu yang luar biasa telah mereka perlihatkan. Meski situasi kurang baik, namun mereka tetap mampu menjaga keprofesionalannya," kata RD.

Hingga saat ini, manajemen Persebaya memang belum membayarkan kewajibannya kepada para pemain selama dua bulan untuk Juni dan Juli. Akibatnya, para pemain hanya hidup dari bonus pertandingan. Untuk setiap kemenangan yang didapat, skuat Bajul Ijo diganjar bonus sebesar Rp92 juta.

RD pun berharap, agar masalah ini tidak berlarut-larut dan bisa segera diselesaikan. Sehingga, konsentrasi pemain tidak terpecah saat bertanding, dan hanya fokus memberikan prestasi terbaik bagi Persebaya.

"Semoga masalah ini cepat selesai. Jujur, sebenarnya tim ini bisa berprestasi lebih baik lagi," tutur pelatih yang pernah menukangi Arema Cronus ini.

Dengan tambahan enam poin dari Jogjakarta, Persebaya kini menghuni posisi runner up ISL 2014 wilayah timur, menggeser Mitra Kukar. Meski sama-sama mengemas 33 poin, namun Persebaya unggul dalam head to head. (gk-43)
addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.