Raja Thailand Wafat, Sepakbola Dihentikan Satu Bulan

Topics

Sang raja mempunyai peranan besar untuk tim Thailand ketika menjalani leg kedua final Piala AFF 2014.

Seluruh kegiatan olahraga, termasuk sepakbola, hiburan, dan rekreasi lainnya di Thailand dihentikan selama satu bulan menyusul wafatnya sang raja, Bhumibol Adulyadej, kemarin.

Kebijakan itu ditetapkan pemerintah untuk menghormati raja. Thailand kini dalam suasana berkabung terbesar dalam sejarah. Seluruh gambar tayangan televisi di negara Gajah Putih ini juga berwarna hitam dan putih. Rakyat Thailand pun diimbau memakai pakaian berkabung selama satu tahun.

Dihentikannya aktivitas dengan jumlah massa besar mengakibatkan pertandingan sepakbola terpaksa mengalami penundaan. Saat ini Liga Primer Thailand (TPL) masih menyisakan tiga pekan. Sedangkan Piala Thailand memasuki fase semi-final.

Bahkan laga uji coba melawan Iran di Thailand yang berlangsung 9 November pun terancam mengalami penundaan. Namun hingga saat ini federasi sepakbola Thailand (FA) belum memberikan pengumuman resmi terkait situasi ini.

Bagi publik sepakbola Thailand, terutama penggawa tim nasional di Piala AFF 2014, Bhumibol mempunyai kenangan indah tersendiri. Telepon khusus Bhumibol kepada pelatih Kiatisuk Senamuang membuat motivasi pemain Thailand terlecut.

Saat itu, Thailand sudah unggul 2-0 atas Malaysia dari kemenangan di leg pertama. Thailand yang hanya membutuhkan hasil imbang di leg kedua justru tertinggal dua gol di babak pertama.

Bhumibol pun secara khusus menelepon Kiatisuk, dan mengatakan: “Saya sedang menyaksikan pertandingan ini, dan memberikan dukungan penuh.” Kiatisuk pun menyampaikan pesan sang raja kepada pemain.

Hasilnya, walau Malaysia memperlebar keunggulan menjadi 3-0 di awal babak kedua, pemain Thailand bangkit, dan mampu memperkecil kekalahan menjadi 3-2 melalui gol Charyl Chappuis pada menit ke-82 dan Chanathip Songkrasin (87). Thailand akhirnya tampil sebagai kampiun Piala AFF 2014 dengan kemenangan agregat 4-3.