Rapor & Persiapan Atletico Madrid Menghadapi La Liga Spanyol 2015/16

Bercokol di tiga besar seperti musim lalu menjadi target yang cukup realistis bagi anak asuh Simeone

Kesuksesan Atletico Madrid pada musim 2013/14 tinggal euforia. Kala itu, dengan gagah perkasa, Atletico berhasil mengalahkan Barcelona dan Real Madrid dalam perburuan gelar juara La Liga Spanyol. Mereka bahkan mampu menyabet predikat runner-up Liga Champions. Malangnya, Atletico hanya mampu merengkuh satu trofi. Itu pun hanya dari ajang Super Copa Spanyol.

Evaluasi tim dijalankan, begitu pula dengan pembenahan skuat sepanjang musim panas ini. Salah satunya adalah sektor depan. Diego Simeone mengisyaratkan ingin mendongkrak ketajaman Atletico musim ini dengan mendatangkan sejumlah pemain bernaluri menyerang yang potensial.

Kans menjuarai La Liga tetap terbuka, tetapi posisi tiga besar cukup realistis mengingat Barcelona dan Madrid masih jadi unggulan. Perjuangan Atletico tentu tidak akan mudah mudah. Menengok musim lalu, Diego Godin dan rekan-rekan susah payah memastikan posisi ketiga klasemen liga dengan koleksi 78 poin. Mereka hanya unggul tipis dari dua pesaing terdekat yakni Valencia dan Sevilla.

Rapor Pramusim

Atletico dikenal sebagai tim yang pertahanannya sulit ditembus. Itu masih menjadi modal mereka menghadapi persaingan musim 2015/16. Hal itu tercermin dari hasil laga-laga pramusim ini.

Tujuh pertandingan dilalui, semua berhasil dimenangi. Hanya satu gol pula yang bersarang ke gawang Atletico. Namun, catatan tersebut tidak bisa dijadikan tolak ukur satu-satunya mengingat level lawan-lawan yang dihadapi tergolong di bawah level Los Rojiblancos.

Numancia dan Real Oviedo ditundukkan dua gol tanpa balas, tetapi Atletico susah payah mengalahkan Sagan Tosu melalui adu penalti. Kemudian, Atletico menang 3-0 atas Shanghai SIPG dan 2-0 di kandang Real Sociedad.

Atletico kembali kesulitan saat menghadapi Cadiz akhir pekan lalu dan akhirnya kembali menang lewat adu penalti. Kemenangan 3-0 atas klub promosi La Liga musim ini, Real Betis, menutup rangkaian laga pramusim.

Antoine Griezmann yang direkrut dari Sociedad musim panas lalu tampil kurang memuaskan pada tahun perdananya bersama Atletico. Simeone tampaknya bisa menaruh harapan lebih kepada legiun asal Prancis tersebut. Sepanjang pramusim, Griezmann mencetak empat gol.

Aktivitas Transfer

Tiga pemain penting hengkang dari Vicente Calderon pada musim panas ini. Arda Turan hijrah ke Barcelona dengan nilai transfer €35 juta. Sebagai pengganti, Atletico memboyong winger berbakat AS Monaco Yannick Ferreira Carrasco. Dilansir Transfermarkt, pemain berusia 22 tahun itu mencetak delapan gol dan 14 assist dari 52 penampilan di semua ajang.

Ujung tombak Atletico, Mario Mandzukic memilih bergabung dengan Juventus. Atletico pun sempat dilanda kekhawatiran terkait agresivitas lini depan. Beruntung, mereka berhasil memenangi perburuan bomber tajam FC Porto Jackson Martinez yang sementara menjadi rekrutan termahal pada musim panas ini dengan banderol €35 juta.

Daya gedor Atletico diprediksi meningkat. Pasalnya, Atletico juga berhasil mengamankan tanda tangan Luciano Vietto. Penyerang belia berbakat asal Argentina itu tampil brilian bersama Villarreal musim lalu. Padahal, itu merupakan kali pertamanya Vietto berkiprah di Eropa.

Kepergian Miranda yang dipinjamkan ke Inter tak membuat Simeone pusing. Sejak musim lalu, sang entrenador sering memberi kesempatan kepada Jose Gimenez untuk mengawal jantung pertahanan. Di samping itu, Los Rojiblancos juga berhasil membajak palang pintu Fiorentina, Stefan Savic seharga €25 juta.

Filipe Luis yang sudah mengenal betul permainan Atletico kembali diboyong ke Vicente Calderon setelah hanya semusim bersama Chelsea. Sebelum berlabuh di London musim panas lalu, bek asal Brasil itu memperkuat Atletico selama empat musim.

Kualitas Tim

Permainan keras, pertahanan yang kokoh dan determinasi tinggi menjadi gambaran permainan Atletico di bawah asuhan Simeone. Sejak bergabung pada 2011 lalu, Simeone langsung menularkan filosofinya kepada para pemain Atletico.

Tidak indah seperti tiki-taka ala Barcelona. Kendati demikian, Atletico terbukti sukses di bawah Simeone. Kecuali nasib sial mereka yang harus merasakan nirgelar musim lalu. Atletico juga sangat membahayakan ketika mendapat bola mati.

Simeone wajib meracik formula yang tepat. Bukan tidak mungkin, gaya bermain yang konsisten diterapkannya sejak menukangi Atletico mulai terbaca lawan sehingga Simeone harus memodifikasinya.

Dihuni sejumlah pemain muda, Atletico harus menemukan konsistensi. Apalagi, hampir semua pemain anyar yang direkrut merupakan pemain yang berusia relatif muda yang tentu butuh waktu untuk beradaptasi.

Griezmann yang menjadi top skor Atletico musim lalu tetap jadi andalan lini depan musim ini. Fernando Torres pun berpotensi bangkit di tangan Simeone. Terlebih, mantan striker Liverpool itu telah mengikuti persiapan pramusim kali ini.

Koke merupakan pemain penting di sektor tengah Atletico. Sama seperti di beberapa kesempatan musim lalu, dia kemungkinan digeser dari sayap ke tengah dan memainkan peran seperti Sergio Busquets di Barcelona.

Analisis & Prediksi

Skuat potensial cukup menguntungkan Simeone dalam mengarungi musim ini bersama Atletico. Kendati demikian, dia harus realistis dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Posisi tiga besar rasanya menjadi target paling wajar.

Transfer Martinez dan Vietto mengindikasikan, Simeone sadar kinerja lini depan memiliki benang merah dengan kegagalan Los Rojiblancos musim lalu. Para youngster semisal Angel Correa, Saul Niguez dan Oliver Torres memberikan opsi lebih bagi Simeone.

Perjalanan Atletico pada awal La Liga musim 2015/16 tampaknya bakal kurang mulus. Bagaimana tidak? Meski hanya menghadapi klub promosi Las Palmas di laga perdana, namun anak asuh Simeone dinanti Sevilla dan Barcelona berturut-turut dalam dua laga setelahnya. Ujian selanjutnya ada pada pekan keenam hingga kesembilan. Atletico berturut-turut akan bertemu Villarreal, Madrid, Sociedad dan Valencia.

Ibaratnya, Atletico dan Simeone kembali ke titik nol. Ditambah tekanan yang besar dari Sevilla, Valencia dan Villarreal, pekerjaan Simeone kian berat. Apabila lengah, bukan mustahil tiket Liga Champions melayang dari genggaman Atletico.

Kreativitas Simeone memodifikasi strategi dan konsistensi para pemain menjadi dua hal yang dibutuhkan Atletico. Apabila kedua hal tadi tercapai, posisi tiga besar tentu bisa dipertahankan Los Rojinlancos.