Rapor & Persiapan Chelsea Menghadapi Liga Primer Inggris 2015/16

Punya status juara bertahan, namun minim akitivitas transfer dan melakoni hasil pramusim yang kurang memuaskan. Seperti apa peluang Chelsea di Liga Primer Inggris musim ini?

“Jika Liga Primer biasanya sulit, maka Liga Primer di musim ini akan lebih sulit. Saya pikir, klub yang paling sedikit kehilangan angka yang akan memenangi gelar juara. Akan ada lebih banyak kekalahan bagi tim-tim papan atas.”

Semua orang sepakat dengan pepatah bahwa mempertahankan prestasi jauh lebih sulit ketimbang meraihnya. Jose Mourinho juga demikian. Melalui komentarnya di atas, ia mengamini prediksi bahwa Chelsea bakal menghadapi tantangan yang lebih besar di Liga Primer Inggris musim 2015/16 setelah musim lalu tampil begitu dominan untuk menjadi kampiun Inggris.

Akhir pekan lalu, Chelsea baru saja takluk dari Arsenal di ajang Community Shield. Inikah pertanda dominasi The Blues bakal memudar di musim ini? Hanya John Terry dkk. sendiri yang bisa menjawab pertanyaan itu, dimulai pada Sabtu (8/8) esok ketika Swansea City berkunjung ke Stamford Bridge dalam partai pembuka liga.

Laga-laga pramusim sudah dilangsungkan, pemain anyar didatangkan dan beberapa ada yang dijual, skuat yang ada saat ini juga terus digenjot agar mencapai kondisi maksimal ketika musim bergulir. Chelsea yang berstatus juara bertahan pun terus berbenah untuk menghadapi musim baru. Pertanyaannya satu, apakah persiapan mereka sudah matang?

 

Rapor Pramusim

Dari Thailand, ke Australia, kemudian ke Amerika Serikat. Chelsea menghabiskan seluruh laga pramusim mereka di luar negeri. Hasilnya tidak bisa dibilang memuaskan sebagaimana The Blues hanya bisa memetik dua kemenangan, itu pun diraih dengan skor 1-0 melawan tim yang memiliki level di bawah mereka, yakni Thailand dan Sydney FC.

HASIL PRAMUSIM CHELSEA

1-0
Thailand All-Stars

1-0
Sydney FC

2-4
New York Red Bulls

1-1
Paris Saint-Germain (Menang ap 6-5)

2-2
Barcelona (Menang ap 4-2)

0-1
Arsenal

The Blues sebenarnya memetik dua kemenangan lagi kontra PSG dan Barcelona di ajang International Champions Cup 2015, namun hanya diraih melalui adu penalti setelah bermain imbang di waktu normal. Kembali ke Inggris, mereka kembali mendapat hasil buruk setelah takluk di tangan Arsenal di Community Shield.

"[Hasil] Pra-musim adalah palsu, baik atau buruk. Jika terlihat buruk maka itu palsu, demikian pula jika terlihat baik itu juga palsu," tutur Mourinho usai melihat timnya dihancurkan New York Red Bulls 4-2, dua pekan lalu.

Juru taktik asal Portugal boleh berkilah bahwa ia sama sekali tidak memedulikan hasil-hasil pramusim tersebut. Namun di dalam lubuk hatinya, Mou pasti ingin melihat timnya meraih kemenangan meyakinkan dalam pramusim supaya motivasi pasukannya juga ikut terangkat guna menghadapi pertandingan yang sesungguhnya.

Beruntung, mental para pemain The Blues sudah teruji di musim lalu, sehingga laga pramusim yang sedikit mengecewakan tersebut kiranya bukan menjadi masalah genting.

 

Aktivitas Transfer

Adem ayem. Begitulah atmosfer transfer pemain di tim utama Chelsea di musim panas ini. Tidak ada gebrakan layaknya musim lalu ketika mereka memboyong Diego Costa dan Cesc Fabregas. Dasarnya memang sudah memiliki skuat yang dirasa kompetitif dan mencukupi, maka nyaris tidak ada wajah panik dari fans The Blues selepas kepergian dua legenda klub, Petr Cech dan Didier Drogba.

Cech dan Drogba mendapat substitusi yang pas dalam diri Asmir Begovic dari Stoke City dan Radamel Falcao yang dipinjam dari AS Monaco. Khusus Falcao, Mourinho berulang kali sesumbar bahwa ia bakal mengembalikan performa terbaik striker Kolombia itu setelah musim lalu tampil flop bersama Manchester United. Nathan sebenarnya juga didatangkan dari Atletico Paranaense, namun gelandang serang Brasil itu langsung dikirim ke Vitesse, mengikuti jejak belasan pemain muda The Blues lainnya yang dipinjamkan ke “akademi Chelsea” yang tersebar di penjuru Eropa.

Aktivitas transfer yang dilakukan tim London Biru ini kontras dengan Manchester United, Manchester City, dan Liverpool yang di musim panas ini telah menggelontorkan dana besar hingga hampir £100 juta per klub guna merekrut pemain baru - sesuatu yang membuat Mourinho merasa gatal untuk tidak menyindir transfer jor-joran para rivalnya itu.

"Di awal kedatangan Tuan Abramovich, Chelsea membeli titel. Sekarang, mereka [para rival Chelsea] membeli titel. Terserah kepada kami untuk menjadi lebih kuat dan bersaing dengan mereka dan, jelas, kami berusaha memenangkan titel lagi sekalipun tanpa investasi besar," ucapnya.

Hanya saja, kepulangan dini Filipe Luis ke Atletico Madrid sedikit menyisakan lubang di lini belakang seiring tidak ada pelapis bagi bek kiri Cesar Azpilicueta. Bek muda Everton John Stones, yang bisa bermain sebagai bek sentral dan full-back, masih sulit dibujuk ke Stamford Bridge. Maka dari itu, jika Chelsea masih ingin bergerak di lantai bursa sebelum deadline day, pemain anyar itu haruslah seorang bek.

 

Kualitas Tim

*Statistik Chelsea di Liga Primer Inggris 2014/15

273 hari menjadi waktu yang dibutuhkan Chelsea untuk terus bertahan di puncak klasemen Liga Primer musim lalu sejak matchday pertama hingga dipastikan menjadi juara di saat kompetisi masih menyisakan tiga laga. Terlalu kuatnya pasukan Mourinho di musim lalu itu memunculkan anggapan bahwa mereka siap untuk mendominasi tanah Inggris selama beberapa tahun ke depan, seperti Manchester United era Sir Alex Ferguson.

Melihat situasi terkini, ambisi Chelsea menjadi “diktator” Inggris tersebut rasa-rasanya bukanlah mimpi di siang bolong. Chelsea boleh dibilang memang punya segalnya: manajer terbaik dalam diri Mourinho dan ia terlihat bahagia, pemilik klub Roman Abramovich yang juga sama bahagianya, sekumpulan para pemain dengan tingkat kematangan yang nyaris sempurna, hingga youngster potensial yang terus digembleng di akademi maupun dipinjamkan ke klub lain.

Itu belum termasuk jika kita membicarakan tiap individu pemain yang diyakini makin beringas di musim ini. Terdapat Eden Hazard, pemain terbaik Liga Primer musim lalu versi PFA dan juga calon peraih Ballon d’Or. Hazard disokong duo Spanyol, si monster haus gol Diego Costa dan raja assist Cesc Fabregas. Di belakang, Thibaut Courtois terlihat nyaman dilindungi oleh lini belakang yang musim lalu menjadi yang tersolid di Inggris.

Namun, punya segalanya bukan berarti bisa memenangkan segalanya. Semakin menuanya kapten John Terry dan kepergian Filipe Luis tentu menyisakan lubang kasat mata lini belakang yang jika dibiarkan bisa terus membesar. Faktor sering cederanya Diego Costa hingga belum terujinya para pemain pelapis seperti Falcao dan Juan Cuadrado menjadi faktor-faktor lain yang bisa mengecilkan kans Chelsea mempertahankan titel juara Liga Primer.

 

Analisis & Prediksi

Mourinho sepertinya masih memegang teguh prinsip don’t change the winning team. Jika tidak ada rekrutan besar hingga 31 Agustus mendatang, bukan tidak mungkin di musim 2015/16 Mourinho sama sekali tidak akan mengubah susunan Starting XI timnya yang selalu setia berlandaskan pada sistem 4-2-3-1.

Ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, seisi skuat sudah terbiasa saling bermain satu sama lain sehingga mereka tinggal menjaga performa seperti musim lalu. Namun di satu sisi, lawan-lawan mereka sudah mafhum dengan taktik Chelsea. Arsene Wenger pada akhir pekan lalu di ajang Community Shield telah menunjukkan cara baru untuk menaklukkan Chelsea yang sekaligus membuatnya menyudahi kutukan tak pernah menang atas Mourinho. Bakal celaka nantinya jika ke-18 lawan Chelsea lainnya di Liga Primer juga punya penawar seperti Arsenal.

Selain itu, Chelsea juga dituntut untuk memperbaiki performa di Liga Champions sambil tidak melupakan kompetisi domestik lainnya yang menyita waktu dan tenaga, Piala FA dan Piala Liga. Konsentrasi Chelsea bakal terpecah sehingga mempertahankan skuat untuk tetap fit sepanjang musim bakal menjadi tantangan terbesar.

Celetukan “boring, boring, Chelsea” di musim lalu mungkin akan masih terdengar, namun yang jelas perebutan juara Liga Primer 2015/16 dipastikan tidak akan boring seperti musim lalu. Ihwal persaingan yang semakin ketat tersebut diakui Mou seperti yang sudah disinggung awal artikel ini. Terlepas dari semakin sulitnya kompetisi dan bertambah kuatnya para rival, Chelsea tetap masih dijagokan untuk mempertahakan mahkotai juara di musim ini.

Di musim pertama Mourinho dalam karier keduanya di Stamford Bridge (2013/14) terdapat istilah “kuda kecil”, kemudian digantikan dengan “boring” karena melihat Chelsea yang begitu dominan (dan membosankan) di musim 2014/15. Nah, seperti apa frasa yang bakal cocok untuk menggambarkan Chelsea di musim ini? Layak dinanti.