Rapor & Persiapan Manchester United Menghadapi Liga Primer Inggris 2015/16

Topics

Kembali jor-joran namun tidak kunjung memperkuat lini sentral yang menjadi titik lemah musim lalu. Bisa apa Manchester United di Liga Primer Inggris musim ini?

Kepergian Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand di awal kedatangan Louis van Gaal kiranya masih menjadi lubang besar untuk lini sentral Manchester United. Lubang besar tersebut pula yang memaksa David de Gea bekerja keras di tiap pertandingan untuk memenangkan poin bagi timnya di gelaran musim lalu.

United tidak boleh seperti itu terus-menerus. Manajer legendaris Sir Alex Ferguson bahkan pernah menekankan bahwa tim yang baik dibangun dari lini belakang, dan hal tersebut sepertinya terlupakan oleh Van Gaal, yang di musim ini belum juga memperkuat lini vital tersebut.

Meski mendapati hasil gemilang sejak pramusim tahun kemarin, di mana United menjuarai International Champions Cup, lini belakang yang buruk membuat The Red Devils hanya bisa finis di urutan keempat musim lalu. Masalah pertahanan terekspos dengan jelas saat Paris Saint-Germain sukses mengalahkan tim besutan Van Gaal dengan skor 2-0 sebagaimana pria Belanda itu menurunkan Daley Blind, yang sejatinya bukan bek tengah sejati, untuk menemani Phil Jones.

Di musim panas ini Van Gaal sudah menghabiskan 80 juta poundsterling untuk membeli lima pemain, namun di antara mereka tidak ada yang berposisi sebagai bek tengah. Lalu pertanyaan besarnya adalah, apakah itu sudah cukup?
 

Rapor Pramusim

United kembali mengunjungi Amerika Serikat untuk persiapan mereka menyambut musim baru. Di negeri Paman Sam, klub penghuni Old Trafford itu bertarung dalam turnamen International Champions Cup untuk menghadapi Club America, San Jose Earthquakes, Barcelona dan Paris Saint-Germain.

Memenangi dua laga perdana dengan mudah, United dipertemukan peraih treble musim lalu, Barcelona, yang tidak diperkuat sejumlah besar pemain bintangnya seperti Javier Mascherano, Lionel Messi hingga Neymar. Hasilnya pun bisa ditebak, United yang lebih komplet berhasil mencatatkan kemenangan 3-1, dengan pelatih Luis Enrique yang lantas meyakini bahwa lawannya itu berpotensi meraih treble musim depan.

“Dengan pelatih seperti Van Gaal dan para pemain yang mereka miliki, maka itu adalah sebuah tim yang akan mengincar segalanya,” buka Enrique kepada media.  “Dalam setahun banyak hal bisa terjadi. Kami sebelumnya tidak meraih sebuah trofi dan kemudian kami memenangkan tiga gelar. United bisa melakukan hal serupa, mereka adalah klub hebat.”

Pernyataan Enrique sempat menumbuhkan rasa optimis di dalam diri fans, namun sebelum mereka larut dalam kegembiraan, PSG arahan Laurent Blanc membukakan mata para penggemar dengan menunjukkan titik lemah United sebagaimana Blaise Matuidi dan Zlatan Ibrahimovic mengeksploitasi Jones.

Bisa dilihat bahwa pergerakan untuk dua gol tersebut benar-benar sangat sederhana dan harusnya bisa diminimalisir jika United mampu membatasi ruang gerak lawan, dan hal tersebut harus menjadi perhatian. Dengan hanya empat laga pramusim, Van Gaal tentunya berharap para pemainnya sudah fit dan mampu bersaing untuk gelaran musim depan.
 

Aktivitas Transfer

Sejak awal kedatangannya, Van Gaal kiranya memang ingin membangun ulang skuatnya, atau lebih tepatnya membeli tim jadi untuk diajak berkompetisi. Di musim kemarin, mantan pelatih AZ Alkmaar itu mendatangkan banyak pemain untuk sejumlah posisi, seperti Luke Shaw, Marcos Rojo dan Daley Blind untuk lini pertahanan, Ander Herrera dan Angel di Maria untuk sektor gelandang, serta meminjam Radamel Falcao yang diharapkan bisa menjadi mesin gol.

Akan tetapi, aktivitas transfer yang ia lakukan di musim lalu tidak sejalan dengan harapan. Shaw lebih banyak berkutat dengan cedera, Rojo masih kerap melakukan blunder, Blind menjadi korban pergeseran posisi, Herrera jarang mendapat kepercayaan, Di Maria tidak cakap beradu fisik dengan bek lawan hingga Falcao yang mandul di lini depan.

Merasa tak sejalan, Van Gaal pun tidak mempertahankan Falcao, yang akhirnya merapat ke Chelsea, juga dengan jalan pinjaman. Di Maria yang berstatus sebagai pemain termahal EPL bahkan didepak di musim panas ini meski ia baru semusim membela tim Setan Merah.

Di musim panas ini, pria 63 tahun itu merekrut Bastian Schweinsteiger dan Morgan Schneiderlin untuk melapis atau menemani Michael Carrick di posisi gelandang tengah. United tampak kesulitan ketika Carrick, yang piawai mengatur dan mengontrol permainan, menepi beberapa waktu di musim lalu.

Dan untuk mengantipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dan mengingat mereka kembali ke ajang Liga Champions musim depan, Van Gaal akhirnya merekrut dua gelandang sekaligus, selain juga mendatangkan Memphis Depay untuk sektor winger, Matteo Darmian di posisi full-back dan Sergio Romero untuk melapis De Gea di bawah mistar.

Cukupkah hal tersebut? Kiranya tidak sampai sang juru taktik merekrut satu atau dua bek sentral untuk menambal titik yang di musim lalu menjadi titik lemah.
 

Kualitas Tim

*Statistik Manchester United di Liga Primer Inggris 2014/15

United di bawah arahan Van Gaal menjelma menjadi sebuah tim yang menekankan pentingnya penguasaan bola. Jika menemui kebuntuan, tak jarang para pemain diperintahkan untuk memainkan bola-bola panjang, yang mana membuat Sam Allardyce memberi kredit khusus dengan menyebut pola permainan itu sebagai ‘Long ball United’. 

Marouane Fellaini biasanya dimainkan di antara kerumunan bek lawan jika pola tersebut diterapkan, dan hal itu terjadi ketika tim sedang dalam keadaan genting atau tertinggal.

Jika dilihat dari situasi terkini, United yang mendatangkan banyak pemain di sektor gelandang kiranya akan kembali pada pola penguasaan bola, dengan Carrick, Herrera, Schweinstegier dan Schneiderlin yang bisa ditugasi sebagai jenderal lapangan tengah.

Mantan bek Arsenal Martin Keown bahkan mengklaim United menjadi tim terbaik untuk bursa transfer musim panas ini. Itu setelah pihak klub merekrut sejumlah nama ternama dan potensial.

Kepada Daily Mail, Keown berkata: “Sulit untuk mengatakannya sebelum musim dimulai, namun untuk saat ini saya harus menyebut Manchester United,” ujarnya menanggapi klub terbaik di jendela transfer kali ini. “Mereka mendatangkan banyak nama besar, namun lihat bagaimana penampilan Angel di Maria di musim lalu.

“Saya pikir Morgan Schneiderlin adalah rekrutan yang sangat bagus. Dia bagus dalam memainkan penguasaan bola, dan dia mengenal Liga Primer. Dia juga bermain baik ketika Southampton menang di Old Trafford musim lalu.

“Di musim lalu, United kerap kesulitan dalam mengontrol pertandingan, dan hal itu dikarenakan lini tengah mereka. Mereka kehilangan Michael Carrick ketika dia cedera, namun kini mereka memilikinya kembali bersama dengan Schneiderlin dan Bastian Schweinsteiger.

“Saya pikir apa yang mereka butuhkan saat ini adalah penyerang tengah. Namun kami bisa mengharapkan akan ada banyak tim yang bakal mendatangkan seorang striker di penghujung bursa transfer.”

Ya, Keown ada benarnya dengan menyebut United butuh striker, mengingat mereka sudah tidak lagi memiliki Robin van Persie dan Falcao yang dilepas di kesempatan kali ini sebagaimana yang tersisa hanya Wayne Rooney, Javier Hernandez serta James Wilson.

Selain itu, lini belakang juga perlu diperhatikan jika ingin berbicara banyak di kompetisi musim mendatang.
 

Analisis & Prediksi

Van Gaal sudah menekankan bahwa ia akan menerapkan formasi 4-3-3 untuk menghadapi gelaran musim mendatang.

Di awal kedatangannya, pria asal Belanda itu mengusung sistem 3-5-2, yang mana tidak berfungsi dengan baik, sebelum kemudian mengubahnya menjadi 4-3-3 di paruh kedua musim lalu.

Di tur pramusim mantan pelatih Barcelona itu terlihat mamakai sistem 4-2-3-1, dengan Memphis Depay dimainkan sebagai No. 10, namun ia akan mengubahnya ke formasi 4-3-3 yang lebih menyerang.

“Lebih kurang 4-3-3,” demikian Van Gaal ketika ditanya soal formasi yang akan ia pakai di gelaran Liga Primer Inggris. “Kami sudah memakai itu musim lalu, tepatnya di paruh kedua kompetisi, dan saya sudah katakan bahwa itu merupakan sistem yang ingin saya gunakan,” imbuhnya.

Dengan semakin dekatnya laga pembuka Liga Primer melawan Tottenham Hospur, formasi tersebut sepertinya sudah pas jika ditilik dari komposisi tim saat ini.

Rooney nantinya akan diplot sebagai striker dengan disokong Depay di kiri dan Juan Mata di kanan. Sedangkan tiga pemain di sektor gelandang bisa dipercayakan kepada Fellaini, Schweinsteiger, Carrick, Herrera sampai Blind.

Untuk urusan back four kiranya bakal diisi Shaw di sektor kiri dan Antonio Valencia di kanan, sedangkan dua posisi penting di lini sentral sepertinya akan dipercayakan pada Rojo dan Jones.

Posisi lini sentral memang masih menjadi kekhawatiran. Namun jika Van Gaal berhasil mendatangkan setidaknya dua rekrutan baru untuk posisi tersebut, maka United bisa banyak bicara untuk kompetisi musim mendatang, dan siapa tahu treble di musim 2015/16 ini bisa terwujud.